Sakit Vertigo Menahun, Saimin Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

loading…

Diduga tak tahan menahan sakit vertigo (sakit kepala sebelah) selama bertahun-tahun, Saimin mengakhiri hidupnya sengan cara gantung diri. Ilustrasi/SINDOnews

KOTAWARINGIN BARAT – Diduga tak tahan menahan sakit vertigo (sakit kepala sebelah) selama bertahun-tahun, Saimin warga Desa Kumpai Batu Atas RT0 5 Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng mengakhiri hidupnya sengan cara gantung diri.

Kakek berusia 71 tahun ini ditemukan tewas gantung diri di atas tungku (kompor tradisional), dapur rumahnya, Selasa (4/12/2018) sekira pukul 04.30 WIB. “Awal mula ketika anak korban Paing, yang menderita cacat mental menemukan Ayahnya sudah dalam kondisi tergantung dengan seutas tali di atas tungku, di dapur rumahnya, subuh tadi,” ujar Kasat Reskrim Polres Kobar AKP Tri Wibowo kepada MNC Media.

Kemudian, Paing berteriak minta tolong kepada para tetangga dan langsung menurunkan jasad korban dari gantungan dengan memotong tali. “Kemudian Ketua RT melapor ke Polres Kobar dan tim identifikasi melakukan pemeriksaan korban dan melakukan pemeriksaan ke sejumlah saksi,” sebutnya.

Tri melanjutkan, berdasarkan keterangan anak korban yang lain yakni Pesan, sang ayah diketahui menderita depresi karena sakit vertigo menahun. “Karena memang murni gantung diri dan atas permintaan keluarga korban, tidak dilakukan Visum et Repertum dan akan langsung dimakamkan siang ini,” pungkasnya.

(nag)