Marah karena AS Ingin Kudeta di Venezuela, Ini Kata Maduro ke Trump

Caracas – Presiden Venezuela Nicolas Maduro melontarkan kata-kata keras pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dituduhnya mencoba mendalangi kudeta terhadap pemerintahannya. Maduro pun memerintahkan penutupan Kedutaan Besar Venezuela dan konsulat-konsulatnya di Amerika Serikat. Perintah ini disampaikan setelah Washington menyatakan dukungan pada pemimpin oposisi Juan Guaido yang memproklamirkan dirinya sebagai presiden interim Venezuela.

“Saya percaya tidak ada keraguan bahwa Donald Trump ingin memaksakan pemerintahan de facto, pemerintah yang tidak konstitusional, kudeta terhadap rakyat dan demokrasi di Venezuela,” cetus Maduro dalam pidatonya di sesi khusus Mahkamah Agung Venezuela.

“Tak ada keraguan bahwa Donald Trump dengan kegilaannya, meyakini dirinya adalah polisi dunia,” imbuhnya seperti dilansir Press TV, Jumat (25/1/2019).


Sebelumnya, Nicolas Maduro telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan memerintahkan semua diplomat AS meninggalkan Venezuela dalam waktu 72 jam.

Setidaknya 10 negara, termasuk Rusia, Turki dan Iran telah menyatakan dukungan pada Maduro dan mengecam intervensi asing di Venezuela. Pemerintah China juga mendukung pemerintahan Maduro dan menentang campur tangan asinng. Bolivia, Meksiko dan Kuba juga telah menyatakan dukungan untuk Presiden Venezuela itu.

Venezuela yang kaya minyak saat ini terus dilanda krisis ekonomi. Rakyatnya dibuat susah dengan terjadinya hiperinflasi, pemadaman listrik dan kelangkaan bahan-bahan pokok. Venezuela juga merupakan salah satu negara dengan tingkat kejahatan tertinggi di dunia.

Maduro dilantik kembali menjadi presiden untuk masa jabatan kedua pada Januari lalu setelah pemilihan presiden yang kontroversial. Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa menuding pemilu tersebut penuh dengan kecurangan.

Maduro dan para pendukungnya menuding AS berada di balik krisis ekonomi negara tersebut. Maduro pun menuduh Washington berupaya untuk menggulingkan pemerintahannya.

(ita/ita)

Jeritan Hati Kekasih Aktor Singapura yang Tewas Saat Wajib Militer

Jeritan Hati Kekasih Aktor Singapura yang Tewas Saat Wajib MiliterAloysius Pang dan kekasihnya Jayley Woo (Instagram/@jiaqiwoo)

Singapura – Aloysius Pang, aktor Singapura yang tewas dalam pelatihan saat wajib militer di Selandia Baru memiliki kekasih seorang aktris bernama Jayley Woo. Sang kekasih mengungkapkan kesedihan mendalam usai Pang dinyatakan meninggal dunia.

“Duniaku sirna,” tulis Jayley Woo dengan Bahasa Mandarin dalam postingan Instagramnya, seperti dilansir media Singapura, The Straits Times, Jumat (25/1/2019).

Aktris berusia 27 tahun itu memposting sejumlah foto dirinya dengan Pang (28) pada akun Instagramnya sejak empat hari lalu. Rata-rata postingan yang disampaikan Jayley menggunakan Bahasa Mandarin.


Pada salah satu foto terlihat tangan Jayley memegang tangan Pang yang terbaring di ranjang rumah sakit. Foto ini diduga diambil saat Jayley menjenguk Pang yang sedang dirawat di Rumah Sakit Waikato, Selandia Baru, sebelum dia dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (23/1) malam waktu setempat.

“24 Agustus adalah ulang tahunmu, 4 Januari adalah hari spesial kita dan 24 Januari kamu meninggalkanku tanpa sepatah katapun. Semua yang kamu tinggalkan adalah tanganmu yang dingin dan keras,” tulisnya dalam postingan menyentuh itu.

“Mengapa sungguh kebetulan kalau nomor favoritku adalah nomor empat? Kenapa kamu tega meninggalkan aku? Bagaimana bisa kamu pergi meninggalkan dunia ini? Kenapa kamu memperlakukanku seperti ini?” tulis Jayley dalam postingannya.

Foto tangan Aloysius Pang yang dipegang kekasihnya Jayley Woo saat di rumah sakitFoto tangan Aloysius Pang yang dipegang kekasihnya Jayley Woo saat di rumah sakit Foto: Instagram/@jiaqiwoo

“Aku tidak punya keberuntungan untuk menjadi istrimu dalam kehidupan ini. Kita harus menikah di kehidupan selanjutnya. Aku mencintaimu, aku sungguh mencintaimu. Terima kasih karena telah menjagaku beberapa tahun ini. Aku mencintaimu selamanya. Silakan pergi dalam damai. Sering-seringlah muncul dalam mimpiku, oke?” imbuhnya.

“Kamu akan selalu menjadi bagian dari diriku, priaku. Hingga maut memisahkan kita, baby boy,” tulisnya lagi.

Pada postingannya, Jayley menambahkan tagar dalam Bahasa Mandarin yang berarti: “Duniaku sirna.”

Sebelum Jayley memposting foto-foto dirinya dan Pang, keduanya tidak secara publik mengakui mereka berpacaran. Meskipun keduanya beberapa kali tepergok jalan bersama. Pasangan ini diketahui pernah main bersama dalam dua drama di Mediacorp Channel 8 tahun 2015, ‘Tiger Mum‘ dan ‘Super Senior‘. Keduanya juga kembali main drama bersama tahun 2017, yakni ‘Dream Coder‘.

Dalam postingan Instagramnya, Jayley menceritakan hubungannya dengan Pang ke publik untuk pertama kalinya. Dia bahkan mengungkapkan bahwa mereka berencana menikah sebelum memberitahu publik soal hubungan mereka.

“Ketika aku melihatnya tergeletak tak berdaya di ranjang rumah sakit, aku terus meminta kepadanya: Jika kita bisa memutar balik waktu, bisakah aku menggantikan tempatmu?” tulis Jayley dalam postingannya yang lain.

Pang tewas setelah ditugaskan memperbaiki gun barrel yang rusak pada sebuah tank bernama Singapore Self-Propelled Howitzer (SSPH) dalam latihan militer ‘Exercise Thunder Warrior‘ di Waiouru Training Area, Selandia Baru. Dia berada di kabin artileri howitzer, saat bagian gun barrel diturunkan ke posisi standby dan membuat ruang gerak kabin berkurang. Pang tidak berhasil menghindar dan tubuhnya terjepit antara bagian ujung gun barrel dan kabin tank militer.

(nvc/ita)

Luapan Amarah Publik Singapura Atas Kematian Aktor Saat Wajib Militer

Singapura – Ratusan warga Singapura meluapkan kemarahan pada Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) dan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) atas kematian aktor Aloysius Pang dalam insiden saat latihan militer tahunan di Selandia Baru.

Insiden itu dialami Aloysius Pang (28) atau Pang Wei Chong saat ikut wajib militer dan bertugas sebagai teknisi persenjataan pada Batalion Artileri Singapura ke-268. Dia ikut pelatihan tahunan militer Singapura bernama ‘Exercise Thunder Warrior‘ di Waiouru Training Area, Selandia Baru pada 19 Januari lalu.

Pang meninggal setelah terluka saat ditugaskan memperbaiki sebuah gun barrel yang rusak pada sebuah tank bernama Singapore Self-Propelled Howitzer (SSPH). Dia berada di kabin artileri howitzer, saat bagian gun barrel diturunkan ke posisi standby sehingga mengurangi ruang gerak dalam kabin.


Pang tidak berhasil menghindar dan tubuhnya terjepit antara bagian ujung gun barrel dan kabin tank militer. Dia dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (23/1) malam, usai menjalani serentetan operasi di rumah sakit setempat di Selandia Baru. Sehari sebelum MINDEF mengumumkan kematian Pang, salah satu saudaranya memposting pernyataan di media sosial.

“Kami semua hancur ketika tim medis berbicara kepada kami bahwa kondisinya (Pang-red) semakin memburuk dan kita harus bersiap untuk hal terburuk,” tulis salah satu saudara Pang seperti dilansir media Singapura, theindependent.sg, Jumat (25/1/2019).

“Kita akan kehilangan seorang saudara laki-laki. Dan orangtua saya akan kehilangan putra tercinta mereka yang baru berusia 28 tahun,” imbuhnya.

Kematian Pang membuat keluarga, teman, kolega dan banyak penggemarnya sedih. Terlebih sosok Pang banyak dikenal publik Singapura sejak dia menjadi aktor cilik tahun 1999 lalu. Luapan kemarahan disampaikan para pengguna media sosial terhadap MINDEF dan SAF yang dianggap bertanggung jawab atas kematian Pang. Tidak hanya itu, MINDEF juga dituduh sengaja menghapus komentar soal Pang yang diposting orang-orang pada halaman Facebook MINDEF.

“Permisi admin, bisakah Anda berhenti menghapus komentar-komentar,” tulis salah satu pengguna Facebook pada postingan MINDEF yang mengumumkan kematian Pang.

Beberapa komentar lainnya di media sosial menyerukan agar Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen dan Panglima Militer Singapura Mayor Jenderal Goh Si Hou mengundurkan diri. Komentar lainnya berisi kekhawatiran para orangtua atas keselamatan putra-putra mereka yang juga sedang ikut wajib militer atau sedang mengabdi pada militer Singapura, bahkan juga membuat khawatir orangtua yang anaknya akan masuk militer.

Sejumlah komentar menilai bahwa wajib militer dan pelatihan militer menjadi penyebab utama kematian di kalangan tentara muda Singapura. Selain Pang, sedikitnya ada tujuh orang lainnya yang tewas dalam berbagai insiden saat ikut wajib militer dalam 1,5 tahun terakhir.

NS/Reservist adalah penyebab utama kematian dan bukan perang. #ironi,” sebut salah satu pengguna Facebook bernama Lutefield Hadi. NS/Reservist adalah istilah untuk menyebut wajib militer di Singapura.

“Putra-putra Singapura kehilangan nyawa mereka, BUKAN DALAM PERANG tapi DALAM SITUASI DAMAI!!! Apakah untuk ini putra-putra Singapura dilatih? MINDEF, pikirkan lagi gagasan Anda! Satu kematian sudah terlalu banyak tapi beberapa waktu terakhir berapa banyak berita kematian yang kami terima, baik itu NSD atau Operational Ready NSmen?” tulis pengguna Facebook bernama Nigel Tan.

“Bagaimana kami bisa mempercayakan anak-anak kami untuk mengabdi pada negara ketika Anda semua tidak bisa menjamin keselamatan mereka?” ucap pengguna Facebook lainnya bernama Eva Ang.

“Tentara-tentara gugur dalam perang sungguhan. Tentara Singapura tewas dalam latihan. Apa yang Anda semua lakukan MINDEF????? Kebanyakan dari kami hanya memiliki satu atau dua anak,” ujar Levin Foo dalam komentar Facebook-nya.

“Pak Ng, tolong mundur jika Anda punya hari nurani,” cetus seorang pengguna Facebook bernama Fulcum Daniel, yang menyerukan Menhan Singapura mengundurkan diri.

(nvc/ita)

Aktor Singapura Jadi Orang ke-8 yang Tewas Saat Wajib Militer

Singapura – Aktor terkenal Singapura, Aloysius Pang meninggal dunia saat menjalani wajib militer (wamil) di Selandia Baru. Pang mengalami kecelakaan pekan lalu di kawasan Waiouru, Pulau Utara Selandia Baru.

Insiden ini terjadi 19 Januari lalu, saat Aloysius Pang ditugaskan memperbaiki sebuah gun barrel yang rusak pada sebuah tank bernama Singapore Self-Propelled Howitzer (SSPH). Saat Pang bersama seorang teknisi lainnya dan seorang komandan detasemen persenjataan sedang berada di dalam kabin artileri howitzer, bagian gun barrel diturunkan ke posisi standby. Dalam posisi tersebut, seharusnya mereka segera keluar dari kabin karena ruang geraknya berkurang.

“Tampaknya dari temuan awal bahwa Aloysius tidak mampu keluar saat gun barrel diturunkan. Dia terjepit di antara ujung gun barrel dan interior SSPH dan dia menderita luka akibat himpitan sebagai dampaknya,” ujar Panglima Militer Singapura, Mayor Jenderal Goh Si Hou, dalam pernyataannya.


Dua personel lainnya yang melakukan misi perbaikan bersama Pang, tidak mengalami luka-luka sedikitpun.

Aktor Pang bukan satu-satunya warga Singapura yang meninggal saat mengikuti wamil. Hanya dalam kurun waktu 1,5 tahun terakhir, setidaknya delapan warga Singapura telah meninggal saat menjalani wamil. Setidaknya lima orang di antaranya meninggal karena kecelakaan saat latihan. Tak ada satupun dari delapan pemuda Singapura itu yang meninggal di medan tempur.

Seperti dilansir media The Independent Singapore, Jumat (25/1/2019), berikut ini daftar delapan warga Singapura yang meninggal saat menjalankan wamil.

– Pada 15 September 2017: Gavin Chan (21) meninggal dalam latihan militer setelah tank Bionix yang dibawanya terbalik di sebuah pematang yang terjal di Area Latihan Shoalwater Bay di Australia.

– Pada 30 April 2018 : Peserta wamil, Dave Lee (19) meninggal setelah dirawat di rumah sakit karena mengalami serangan panas yang parah saat pawai cepat sejauh 8 kilometer.

– Pada 13 Mei 2018: Kok Yuen Chin (22) meninggal dalam sebuah insiden.

– Pada 28 Juli 2018: Seorang personel reguler Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) ditemukan tewas tergantung pada sebuah tali di Kamp Nee Soon.

– Pada 9 September 2018: Seorang personel tentara nasional full-time (NSF) berumur 23 tahun tewas sepekan setelah dia ditemukan dengan luka tembakan di bagian kepalanya.

– Pada 28 September 2018: Seorang personel NSF ditemukan tewas tergantung pada sebuah tali di kantornya di Pangkalan Udara Sembawang.

– Pada 3 November 2018: Peserta wamil Liu Kai (22) tewas ketika sebuah kendaraan tempur infantri lapis baja berjalan mundur menabrak kendaraan jeep-nya di kawasan pelatihan Jalan Murai.

– Pada 23 Januari 2019: Peserta wamil, Aloysius Pang (28) meninggal akibat luka-lukanya dalam insiden saat latihan militer di Selandia Baru.

Wajib militer sudah diberlakukan di Singapura sejak negara itu berpisah dari Malaysia pada 1967 silam. Wajib militer diberlakukan khusus untuk semua warga negara laki-laki atau asing yang berstatus penduduk tetap dengan usia di atas 18 tahun.

(ita/ita)

Usai Kematian Aktor Singapura, Militer Kaji Kurangi Durasi Latihan

Usai Kematian Aktor Singapura, Militer Kaji Kurangi Durasi LatihanAloysius Pang (Instagram/@aloypang)

Singapura – Militer Singapura akan mengurangi durasi pelatihan usai tewasnya aktor Aloysius Pang dalam pelatihan militer di Selandia Baru dalam rangka wajib militer. Pengurangan ini bertujuan memberi kesempatan bagi para komandan dan tentaranya untuk mengkaji sistem serta proses demi memfokuskan pada keselamatan.

Seperti dilansir media Singapura, The Straits Times, Jumat (25/1/2019), Komandan Pasukan Pertahanan Singapura, Letnan Jenderal Melvyn Ong, mengungkapkan hal ini dalam konferensi pers pada Kamis (24/1) kemarin. Pengurangan durasi pelatihan merupakan bagian dari langkah-langkah yang diambil setelah kematian Pang.

Letnan Jenderal Ong mengatakan bahwa dirinya telah meminta seluruh divisi militer untuk mengkaji durasi pelatihan masing-masing. Dengan pengurangan durasi pelatihan, diharapkan setiap divisi militer bisa lebih fokus pada keselamatan seluruh personel, termasuk tentara nasional full-time atau NSF dan tentara nasional siap operasional (NSmen).

“Apa maksudnya ini? Ini akan berwujud langkah memperpendek durasi, intensitas, frekuensi pelatihan yang sudah ada, mengurangi beberapa hal, untuk melakukan pelatihan lebih baik dengan langkah yang lebih berkelanjutan, untuk fokus pada keselamatan. Jadi semua divisi akan mengkaji ini, memperpendek waktu pelatihan mereka dalam beberapa pekan ke depan,” tegas Letnan Jenderal Ong dalam pernyataannya.

“Pengurangan waktu pelatihan dengan menindaklanjuti timeout untuk keselamatan akan diberlakukan selama mungkin hingga kita bisa memperbaikinya. Dan kita ingin melakukannya dengan benar, kita ingin melakukannya dengan aman untuk setiap aktivitas, kita ingin melakukannya dengan benar setiap waktu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Letnan Jenderal Ong memastikan bahwa pengurangan durasi pelatihan tidak akan mempengaruhi kesiapan operasional Angkatan Bersenjata Singapura (SAF), karena tidak melibatkan para tentara yang terlibat langsung dalam operasi dan pengerahan.

Dalam insiden yang terjadi di Selandia Baru pada 19 Januari lalu, Pang yang berusia 28 tahun bertugas sebagai teknisi persenjataan pada Batalion Artileri Singapura ke-268 dan sedang ikut pelatihan tahunan militer Singapura bernama ‘Exercise Thunder Warrior‘ di Waiouru Training Area.

Saat insiden terjadi, Pang ditugaskan memperbaiki sebuah gun barrel yang rusak pada sebuah tank bernama Singapore Self-Propelled Howitzer (SSPH). Pang bertugas bersama seorang teknisi lainnya dan seorang komandan detasemen persenjataan. Dia berada di kabin artileri howitzer, saat bagian gun barrel diturunkan ke posisi standby.

Dalam posisi tersebut, seharusnya mereka segera menghindar karena ruang gerak kabin terlalu sempit. Pang tidak berhasil menghindar dan tubuhnya terjepit antara bagian ujung gun barrel dan kabin tank militer. Pihak SAF tidak menyebut apakah ada pelanggaran prosedur keamanan dalam insiden Pang tersebut. SAF masih menyelidiki insiden ini secara menyeluruh.

(nvc/ita)

Tewas Saat Wamil, Aktor Singapura Sempat Sadar dan Bicara dengan Ibunda

Singapura – Usai terjepit artileri tank, aktor Singapura Aloysius Pang sempat sadarkan diri dan bahkan mengobrol dengan ibundanya. Pang dinyatakan meninggal dunia usai mengalami komplikasi setelah menjalani serentetan operasi di sebuah rumah sakit di Selandia Baru.

Pang yang berusia 28 tahun ini sedang ikut wajib militer (wamil) dan bertugas sebagai teknisi persenjataan pada Batalyon ke-268 Artileri Singapura. Insiden yang menewaskannya terjadi pada 19 Januari, saat dia ikut pelatihan tahunan militer Singapura bernama ‘Exercise Thunder Warrior‘ di Waiouru Training Area, Selandia Baru.

Saat insiden terjadi, Pang sedang ditugaskan memperbaiki sebuah gun barrel yang rusak pada sebuah tank bernama Singapore Self-Propelled Howitzer (SSPH). Pang bertugas bersama seorang teknisi lainnya dan seorang komandan detasemen persenjataan.


Dia sedang berada di kabin artileri howitzer, saat bagian gun barrel diturunkan ke posisi standby. Dalam posisi tersebut, seharusnya mereka segera menghindar karena ruang gerak kabin terlalu sempit. Namun Pang tidak berhasil menghindar dan tubuhnya terjepit antara bagian ujung gun barrel dengan bagian dalam kabin tank militer.
Dituturkan Komandan Tenaga Medis Militer Kolonel Dr Lo Hong Yee dalam pernyataannya, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (25/1/2019), Pang awalnya dirawat di lokasi oleh seorang dokter militer dari Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) dan timnya.

“Segera setelah insiden terjadi, sebenarnya, Aloysius sadarkan diri. Dia mampu berbicara dengan dokter juga tim medis yang merawatnya,” ujar Kolonel Dr Lo.

Usai menjalani perawat medis di lokasi, Pang kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Waikato yang merupakan pusat trauma setempat. Di rumah sakit itu, Pang menjalani tiga kali operasi. Setelah dua operasi pertama, Pang dalam kondisi stabil. Kepala Bedah Trauma dan Perawatan Akut pada Tan Tock Seng Hospital, Dr Leo Li Tserng, yang ikut merawat Pang menyebut aktor muda itu terbangun dan bernapas sendiri tanpa alat bantu pernapasan.

Kolonel Dr Lo menambahkan bahwa Pang juga sempat berbicara dengan ibundanya.

Namun, baik Dr Teo maupun tim dokter Selandia Baru telah memperkirakan adanya komplikasi usai operasi. “Anda tidak bisa merawat pasien yang terluka parah dan tidak mengharapkan itu … Jadi kami semacam sudah mengharapkan komplikasi. Mereka hanya tidak tahu kapan itu akan terjadi,” ucap Kolonel Dr Lo.

“Ketika dia (Pang-red) mulai memburuk, mereka tahu saat itulah komplikasi dimulai dan saat itulah operasi ketiga dilakukan, dan akhirnya dia mendapatkan alat penyokong kehidupan,” imbuhnya.

Pang dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (23/1) malam, sekitar pukul 20.45 waktu setempat. Laporan menyebut bagian paru-paru, jantung dan ginjal Pang mengalami cedera parah akibat insiden yang dialaminya pada 19 Januari itu.

Saat ini, jenazah Pang sedang dalam penerbangan ke Singapura. Pemulangan dilakukan setelah pihak keluarga meminta untuk tidak dilakukan autopsi post-mortem. Jenazah Pang dibawa meninggalkan Waikato Hospital pada Kamis (24/1) malam dan diterbangkan dari Bandara Auckland pada Jumat (25/1) waktu setempat.

Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) menyatakan bahwa sebuah Komisi Penyelidikan (COI) yang independen akan menyelidiki lebih lanjut insiden yang menewaskan Pang tersebut.

(nvc/ita)

Tewas Saat Wajib Militer, Aktor Singapura Terjepit Artileri Tank

Singapura – Kematian aktor Singapura, Aloysius Pang, dalam insiden pelatihan militer di Selandia Baru memicu duka mendalam di kalangan publik Singapura. Militer Singapura pun menyampaikan kronologi insiden yang merenggut nyawa aktor berusia 28 tahun ini.

Seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (25/1/2019), Panglima Militer Singapura, Mayor Jenderal Goh Si Hou, dalam konferensi pers mengungkapkan bahwa Pang tewas setelah tubuhnya terjepit antara gun barrel sebuah artileri howitzer dengan kabin tank militer.

Dalam wajib militer yang diikutinya di Selandia Baru, Pang diketahui bertugas sebagai teknisi persenjataan pada Batalyon ke-268 Artileri Singapura. Insiden yang merenggut nyawanya itu terjadi saat dia ikut pelatihan tahunan militer Singapura bernama ‘Exercise Thunder Warrior‘ di Waiouru Training Area, Selandia Baru.


Insiden ini terjadi 19 Januari lalu, saat Pang ditugaskan memperbaiki sebuah gun barrel yang rusak pada sebuah tank bernama Singapore Self-Propelled Howitzer (SSPH). Saat Pang bersama seorang teknisi lainnya dan seorang komandan detasemen persenjataan sedang berada di dalam kabin artileri howitzer, bagian gun barrel diturunkan ke posisi standby. Dalam posisi tersebut, seharusnya mereka segera menghindar karena ruang gerak kabin berkurang.

“Tampaknya dari temuan awal bahwa Aloysius tidak mampu menghindar saat gun barrel diturunkan. Dia terjepit di antara ujung gun barrel dan interior SSPH dan dia menderita luka akibat himpitan sebagai dampaknya,” sebut Mayor Jenderal Goh dalam pernyataannya.

Dua personel lainnya yang melakukan misi perbaikan bersama Pang, tidak mengalami luka-luka sedikitpun.

Diakui Mayor Jenderal Goh bahwa ketika gun barrel diturunkan, ruang gerak di dalam kabin howitzer berkurang. Namun, lanjutnya, ruang gerak itu ‘biasanya cukup’ bagi para operator artileri dan para teknisi untuk bekerja. Ditambahkan Komandan Combat Service Support and Command (CSSCOM), Kolonel Terry Tan, dibutuhkan waktu sekitar 9-10 detik untuk gun barrel itu diturunkan ke posisi standby.

Saat ditanya lebih lanjut soal siapa yang menurunkan gun barrel itu dan apakah ada kesalahan dalam prosedur keselamatan, Mayor Jenderal Goh menyatakan hal ini yang akan menjadi fokus penyelidikan. Ditegaskan Mayor Jenderal Goh bahwa ‘tidak pantas’ untuk mengungkapkan semuanya secara detail sebelum penyelidikan selesai dilakukan.

Kolonel Tan menegaskan bahwa Pang yang berpangkat Corporal First Class ini dinilai ‘memenuhi syarat dan kompeten’ untuk bertugas sebagai teknis senjata. Dijelaskan Kolonel Tan bahwa Pang telah menjalani serangkaian program pelatihan komprehensif. Tidak hanya itu, Pang juga disebut telah mengikuti latihan penyegaran untuk inspeksi perlengkapan.

Akibat insiden ini, bagian paru-paru, jantung dan ginjal Pang mengalami cedera parah. Dia sempat menjalani tiga operasi di rumah sakit dan mendapat alat penyokong kehidupan, sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (23/1) malam, sekitar pukul 20.45 waktu setempat.

(nvc/ita)

Sultan Abdullah dari Pahang Terpilih Jadi Raja Malaysia yang Baru

Kuala Lumpur – Sultan Pahang Abdullah Sultan Ahmad Shah resmi dipilih sebagai Raja Malaysia yang baru. Dia menggantikan Sultan Muhammad V yang turun takhta secara mengejutkan awal bulan ini.

Seperti dilansir CNN, Jumat (25/1/2019), para pemimpin Kesultanan Malaysia yang dikenal sebagai Konferensi Penguasa memilih Sultan Abdullah yang berusia 59 tahun untuk menjabat Raja Malaysia selama periode lima tahun ke depan. Pemilihan dilakukan secara voting di bawah sistem monarki rotasional yang unik dan berlaku di Malaysia.

Sultan Muhammad V yang berusia 49 tahun memutuskan turun takhta pada 6 Januari lalu, setelah hanya bertakhta sebagai Raja Malaysia selama dua tahun.


Sebagai penggantinya, Sultan Abdullah akan dilantik sebagai Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong ke-16 dalam seremoni yang digelar pada 31 Januari mendatang.
Diketahui bahwa Sultan Abdullah baru menjadi Sultan Pahang pada 15 Januari setelah ayahnya, Sultan Ahmad Shah, yang berusia 88 tahun dan sakit-sakitan memutuskan turun takhta. Keputusan itu dipandang sebagai upaya sang ayah membuka jalan bagi putranya untuk memegang jabatan kepala negara Malaysia.

Sebelum terpilih menjadi Yang di-Pertuan Agong ke-16, Sultan Abdullah diketahui sering terlibat dalam otoritas olahraga setempat. Dia saat ini masih menjabat sebagai Presiden Federasi Hoki Asia dan menjadi salah satu anggota Dewan FIFA, badan sepakbola dunia.

Untuk memilih Raja Malaysia yang baru, Konferensi Penguasa yang terdiri atas sembilan Sultan Malaysia akan berkumpul dan menggelar pemilihan. Voting yang digelar juga unik, yakni dengan mendasarkan pada urutan sembilan penguasa yang sudah ditetapkan sejak kantor Yang di-Pertuan Agong didirikan tahun 1957.

Untuk kali ini, usai Sultan Muhammad V yang memimpin Kelantan, negara bagian yang mendapat jatah berikutnya adalah Pahang. Dalam voting, sembilan Sultan Malaysia akan kertas suara berisi satu nama, yakni nama Sultan dari negara bagian urutan berikutnya.

Tanpa mengungkap jati diri pribadi, mereka akan menunjukkan apakah nama Sultan pada kertas tersebut cocok atau tidak untuk mengemban predikat Yang di-Pertuan Agong. Untuk memastikan sembilan Sultan itu memberikan suara tanpa mengungkap jati diri, mereka diberi kertas suara tidak bernomor beserta pena dan tinta yang serupa. Seorang Sultan akan resmi terpilih sebagai Yang di-Pertuan Agong jika mendapat mayoritas lima suara.

(nvc/ita)

Astronot Apollo 14 Temukan Batu Bumi Tertua di Bulan

Washington DC – Ketika para astronot Apollo 14 kembali ke Bumi dengan membawa sampel-sampel dari permukaan Bulan, mereka tidak menyadari jika mereka mempertemukan kembali Bumi dengan bagian dari sejarah awalnya.

Seperti dilansir CNN, Jumat (25/1/2019), informasi itu disampaikan dalam Jurnal Earth and Planetary Science Letters yang membuat hasil penelitian mengenai batu tertua Bumi tersebut. Disebutkan dalam jurnal tersebut bahwa batu tertua yang diberi nama ‘moon rock‘ atau ‘batu Bulan’ itu diperkirakan bertabrakan dengan Bulan, setelah tubrukan keras lainnya meluncurkannya dengan cepat dari Bumi sekitar 4 miliar tahun lalu.

Para peneliti meyakini bahwa saat itu sebuah komet atau asteroid besar menabrak Bumi dan meluncurkan batu tertua tersebut hingga keluar atmosfer dan bahkan ke luar angkasa. Batu itu kemudian secara tak sengaja bertabrakan dengan Bulan karena saat itu jarak Bumi-Bulan lebih dekat tiga kali lipat dari saat ini.


Batu tertua itu sebut terdiri atas kuarsa (penyusun utama dalam pasir, batuan dan berbagai mineral), feldspar (kelompok bebatuan mineral yang terdiri atas kalium, natrium dan kalsium alumino silikat), dan zircon atau yakut (batu mineral dengan beberapa macam warna, biasanya biru atau hijau).

Ketiga elemen itu diketahui yang sangat umum di Bumi namun tidak banyak terdapat di Bulan.

Sebuah analisis terhadap bebatuan itu mengungkapkan bahwa batu tertua itu terbentuk pada suhu udara yang terasosiasi dengan Bumi dan dalam kondisi yang mirip seperti Bumi dikombinasikan dengan oksigen. Batu tertua itu diketahui terkristalisasi antara 4 miliar dan 4,1 miliar tahun lalu, ketika Bumi masih sangat muda, di kedalaman 19,9 kilometer di bawah permukaan Bumi.

Jika memang batu itu terbentuk di Bulan, tentu akan menunjukkan kondisi suhu udara berbeda. Komposisi dan seluk-beluk soal batu itu juga dinilai para peneliti sangat tidak biasa bagi sebuah sampel dari Bulan.

Lantas, jika batu tertua itu terbentuk di bawah permukaan Bumi, bagaimana bisa terlempar keluar hingga ke luar angkasa? Para peneliti meyakini satu atau beberapa benturan hebat terhadap permukaan Bumi membuat batu itu keluar di permukaan. Saat itu, Bumi diketahui sedang mengalami benturan asteroid yang mampu membentuk kawah selebar ratusan kilometer.

Saat ditemukan di permukaan Bulan, batu tertua itu bercampur dengan material lainnya. Analisis terbaru mengungkapkan bahwa batu itu mungkin pernah terkena tubrukan lain dan bahkan meleleh sebagian sekitar 3,9 miliar tahun lalu, hingga terkubur di bawah permukaan Bulan dan membentuk batu ‘baru’.

Kemudian sekitar 26 juta tahun lalu, sebuah asteroid menabrak Bulan dan memicu terbentuknya Cone Crater yang memiliki lebar 321 meter. Insiden ini membantu memunculkan batu tertua itu ke permukaan Bulan.

Selanjutnya, ketika para astronot Apollo 14 menemukan batu itu dalam misi sekitar 48 tahun lalu — antara 31 Januari hingga 6 Februari 1971 — mereka berpikir batu itu merupakan sampel organik yang akan memberikan informasi soal Bulan dan komposisinya.

Tim penelitian internasional yang menganalisis batu tertua itu mengembangkan teknik untuk mencari fragmen benturan di permukaan Bulan. David Kring selaku penyelidik utama bagi Center for Lunar Science and Exploration, menantang timnya untuk mencari ‘pecahan’ Bumi di Bulan. Dia meyakini akan ada lebih banyak batu serupa yang ditemukan. Hal itu menjadi bagian dari misi NASA, khususnya Solar System Exploration Research Virtual Institute.

Kring menilai, temuan ini mungkin dianggap kontroversial oleh sejumlah pakar geologi. Namun bagi Kring dan timnya, temuan ini tidak mengejutkan mengingat Bumi pernah dilanda tubrukan hebat selama Hadean eon saat Bumi terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu.

(nvc/ita)

Maduro akan Tutup Kedutaan Besar Venezuela di AS

Caracas – Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyatakan bakal menutup kedutaan besar di Amerika Serikat (AS). Selain kedutaan besar, Maduro juga bakal menutup semua konsulat Venezuela di AS.

Dilansir dari Reuters, Jumat (25/1/2019), Maduro menyatakan hal tersebut pada Kamis (24/1) waktu setempat atau sehari setelah dia memutuskan hubungan diplomatik dengan AS.

Pemutusan hubungan diplomatik itu dilakukan setelah AS mengakui pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, sebagai presiden sementara negara tersebut.


Dalam pidatonya, Maduro menambahkan dia sepakat dengan Meksiko dan Uruguay yang menyarankan dialog antara pemerintah dan oposisi. Dialog, disebutnya diperlukan untuk mengambil jalan keluar dari krisis politik negara di Amerika latin itu.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia mengakui Juan Guaido, sebagai presiden sementara negara tersebut. Pernyataan Trump ini muncul beberapa menit setelah politikus berusia 35 tahun itu menyatakan dirinya sebagai pemimpin sementara Venezuela di Caracas, pada Rabu (23/1) waktu setempat.

Setelah Trump mengakui Guaido sebagai presiden Venezuela, Maduro langsung mengambil tindakan. Dia memberi waktu 72 jam kepada semua staf diplomat AS di Venezuela agar meninggalkan negara itu.
(haf/haf)

AS Minta DK PBB Gelar Pertemuan Bahas Krisis Venezuela

New York – Amerika Serikat (AS) meminta Dewan Keamanan (DK) PBB menggelear pertemuan untuk membahas krisis di Venezuela. Permintaan itu disampaikan AS setelah mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai penjabat presiden Venezuela.

Dilansir dari AFP, Jumat (25/1/2019) perwakilan AS untuk PBB mengatakan mereka meminta agar dewan mengadakan sidang terbuka pada Sabtu pagi. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo diperkirakan akan hadir.

Pompeo sebelumnya memperingatkan presiden Venezuela Nicolas Maduro agar tidak menggunakan kekerasan terhadap para demonstran. Dia juga menyerukan dukungan internasional yang lebih kuat bagi penjabat presiden.


AS telah memenangkan dukungan untuk dari sekitar selusin negara Amerika Latin termasuk Brasil, Argentina dan Kolombia dalam tindakannya tersebut. Prancis dan Inggris, yang termasuk di antara lima anggota tetap DK PBB, juga mempertanyakan legitimasi Maduro.

Sementara itu, Rusia dan Cina telah menyatakan dukungan pada Maduro. Para diplomat PBB mengatakan Rusia mungkin akan mencoba untuk memblokir pertemuan dengan menyerukan pemungutan suara prosedural, dengan alasan bahwa Venezuela tidak ada dalam agenda dewan. Meksiko, Kuba, dan Bolivia juga menjanjikan dukungan untuk Maduro.

Presiden AS Donald Trump mengakui Guaido, ketua parlemen Venezuela, sebagai presiden Venezuela. Pada pertemuan khusus Organisasi Negara-negara Amerika di Washington, Pompeo memperingatkan Maduro bahwa waktu untuk berdebat telah selesai dan menyebut pemerintahan Maduro tidak sah.

Duta Besar Afrika Selatan untuk PBB, Jerry Matjila, mengatakan pihaknya akan mendengarkan apa yang dikatakan Mike Pompeo, tetapi dia juga menyebut takmungkin dewan bisa menyepakati posisi terpadu. Afrika Selatan, anggota dewan tidak tetap, menganggap Maduro sebagai presiden yang sah.
(haf/haf)

Pakar PBB akan Kunjungi Turki Selidiki Pembunuhan Khashoggi

Jenewa – Pelapor Khusus PBB, Agnes Callamard, disebut akan ke Turki pekan depan. Kedatangan Callamard bertujuan untuk menyelidiki kasus dugaan pembunuhan terhadap jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Dilansir dari AFP, Jumat (25/1/2019), kunjungan itu bakal dilakukan pada 28 Januari-2 Februari 2019.

Namun, kedatangan Callamard itu dinilai tidak terkait dengan penyelidikan resmi yang dilakukan PBB. Kepala Human Rights Watch, Kenneth Roth, perjalanan tersebut tidak sesuai dengan penyelidikan PBB yang sangat dibutuhkan karena Callamard, seperti semua pelapor khusus, adalah pakar independen dan tidak dibayar untuk berbicara bagi badan dunia.

“Kami pada saat ini menghadapi jalan buntu dengan kasus Khashoggi. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa ini adalah sesuatu yang diduga diperintahkan oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS),” kata Roth.
“Langkah selanjutnya yang kita semua cari adalah penyelidikan PBB. Dan (Sekretaris Jenderal PBB Antonio) Guterres sangat ingin menghindari ini karena dia tidak ingin menyinggung orang-orang Saudi,” ucapnya.

Meski menyebut Callamard hanyalah pelapor khusus dan bukan sebagai utusan resmi PBB, Roth masih berharap ada hasil positif dari kedatangan Callamard ke Turki. Menurutnya, kunjungan itu bisa menjadi salah satu langkah mencari tahu siapa yang memerintahkan pembunuhan itu.

Khashoggi yang merupakan wartawan senior Saudi dan kolumnis The Washington Post ini tewas dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober lalu. Tim intelijen Saudi yang sengaja dikirimkan ke Istanbul, diduga kuat ada di balik pembunuhan itu.
(haf/haf)

Mantan Presiden Ukraina Divonis 13 Tahun Bui Akibat Pengkhianatan

Kiev – Pengadilan Ukraina menyatakan mantan presiden Viktor Yanukovich bersalah dan divonis 13 tahun penjara atas tuduhan pengkhianatan. Dia dinyatakan bersalah karena tindakannya telah membuka pintu atas pencaplokan Krimea dan konflik di timur Ukraina.

Dilansir dari Reuters, Jumat (25/1/2019), vonis itu dibacakan dalam peradilan in absentia yang dipimpin oleh hakim Vladyslav Deviatko. Yanukovich sendiri tak hadir dalam persidangan karena melarikan diri.

Yanukovich disebut melarikan diri ke Rusia pada 2014 menyusul protes terhadap pemerintahannya. Penggantinya, Petro Poroshenko, telah mengadopsi kebijakan luar negeri pro-Barat, kebalikan dari masa kepemimpinan Yanukovich yang pro-Moskow.


“Dengan tindakan ilegal yang disengaja, Yanukovich melakukan kejahatan terhadap dasar kedaulatan nasional Ukraina, yaitu pengkhianatan negara,” kata Deviatko.

Hakim mengatakan Yanukovich mengirim surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin pada 1 Maret 2014. Surat itu meminta Putin menggunakan tentara Rusia dan pasukan polisi untuk memulihkan ketertiban di Ukraina.

“Dengan tindakannya yang disengaja, Yanukovich melakukan kejahatan terhadap perdamaian, yaitu membantu dalam melakukan perang yang agresif,” kata Deviatko.

Yanukovich meninggalkan Ukraina setelah tiga bulan protes. Lebih dari 100 demonstran tewas dalam bentrokan di ibu kota Ukraina. Yanukovich sendiri telah membantah tuduhan yang dibuat oleh jaksa penuntut.

Dia menyalahkan kelompok nasionalis radikal bersenjata karena mengobarkan kekerasan dalam protes Maidan 2014, yang mendorongnya melarikan diri. Pengacara Yanukovich mengatakan mereka akan mengajukan banding atas putusan tersebut.
(haf/haf)

Bubarkan Demo Antipemerintah, Polisi Sudan Tembakkan Gas Air Mata

Khartoum – Polisi Sudan menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstrasi antipemerintah yang terjadi secara simultan di sejumlah kota di negara itu. Massa aksi menuntut Presiden Omar al-Bashir mundur dari jabatannya.

Dilansir dari AFP, Jumat (25/1/2019), unjuk rasa menuntut kebebasan, perdamaian, dan keadilan itu telah berlangsung lebih dari sebulan. Pemerintah Sudan pun dituding melakukan kekerasan hingga mengundang kecaman dari dunia internasional.

Demonstrasi yang menjamur itu dipandang sebagai ancaman terbesar bagi pemerintahan Bashir, yang menjabat sejak 1989. Para pejabat mengatakan 26 orang tewas dalam kekerasan itu, tetapi kelompok-kelompok hak asasi manusia menyebutkan ada 40 orang tewas.


Asosiasi Profesional Sudan (SPA), yang menjadi ujung tombak kampanye protes, telah menaikkan dukungan dengan seruan untuk unjuk rasa nasional pada Kamis (24/1) waktu setempat. SPA menyerukan unjuk rasa di 17 tempat di Khartoum dan Omdurman. Para demonstran disuruh berbaris menuju istana presiden.
Ratusan orang pun mulai berdemonstrasi di beberapa wilayah ibu kota menuju istana, tetapi mereka dihadang oleh polisi dengan gas air mata.

“Mari kita mati seperti martir atau memperjuangkan hak-hak mereka,” teriak pria dan wanita ketika mereka turun ke jalan-jalan di Distrik Burri.

Beberapa demonstrasi sebelumnya di istana presiden juga telah dibubarkan oleh polisi yang menembakkan gas air mata.
(haf/haf)

Putin Telepon Presiden Venezuela Maduro untuk Sampaikan Dukungan

Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin menelepon Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan menyampaikan dukungannya. Telepon tersebut dilakukan setelah beberapa negara lain mengakui Ketua parlemen Juan Guaido yang memproklamirkan diri sebagai pemimpin baru Venezuela.

“Presiden Rusia menyatakan dukunganya kepada pemerintah Venezuela yang sah dalam konteks krisis politik domestik yang diprovokasi di luar,” kata Kremlin atau Istana Kepresidenan Rusia, di lansir AFP, Jumat (25/1/2019).

Putin mengatakan setiap intervesi dari negara lain melanggar norma-norma dasar hukum internasional. Berdasarkan keterangan Kremlin, Maduro berterima kasih pada Rusia atas keberpihakannya pada krisis yang sedang berlangsung.


Sebelumnya pada Rabu lalu, Amerika Serikat dan negara-negara Amerika Selatan mengakui kepala oposisi Guaido sebagai pimpinan. Sementara itu PBB mendesak diadakan dialog di Caracas utuk menghidari ‘bencana’.

Moskow telah memperingatkan AS untuk tidak melakukan intervensi militer di Venezuela. Rusia memiliki kepentingan ekonomi yang luas di Venezuela dan telah menginvestasikan miliaran dolar di sektor energi.

Sebelumnya, Ketua parlemen sekaligus pimpinan oposisi Juan Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden baru Venezuela setelah ribuan warga sejak berhari-hari menggelar aksi protes terhadap kekuasaan Presiden Nicolas Maduro. 13 orang tewas dalam bentrokan antara massa dengan pasukan anti huru-hara.

Aksi protes meluas setelah Mahkamah Agung Venezuela – yang didominasi oleh loyalis Maduro – memerintahkan penyelidikan pidana terhadap Majelis Nasional hasil pemilu, dengan tuduhan mereka berusaha menggulingkan presiden.

“Saya bersumpah untuk secara resmi mengambil alih wewenang eksekutif nasional sebagai penjabat presiden Venezuela, demi mengakhiri perebutan kekuasaan, (membentuk) pemerintahan transisi dan mengadakan pemilihan bebas,” kata Guaido yang berusia 35 tahun kepada sekelompok pendukung yang bersorak-sorai. Ribuan orang Venezuela di luar negeri – dari Madrid sampai ke Santiago di Chili – menyambut pernyataan Guaido.

Hanya dalam beberapa menit, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang menyatakan Maduro pimpinan “tidak sah” dan menyebut Majelis Nasional “satu-satunya lembaga yang sah yang dipilih oleh rakyat Venezuela.”

Negara-negara tetangga seperti Brasil, Argentina, Kolombia juga menyatakan akan mendukung Guaido. Sementara Meksiko dan Kuba tetap mendukung pemerintahan Maduro. Di Brussels, Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk mengatakan bahwa “tidak seperti Maduro” Majelis Nasional pimpinan Guaido memiliki “mandat demokratis dari warga negara Venezuela.”
(yld/haf)

3 Warga Sipil Tewas Akibat Rangkaian Ledakan Bom Motor di Suriah

Beirut – Serangkaian bom yang disembunyikan dalam sepeda motor terjadi di Suriah. Akibatnya, 3 warga sipil tewas dan sejumlah warga lain terluka.

Dilansir dari Reuters, Kamis (24/1/2019), ledakan bom itu terjadi di dekat taman di tengah kota Al-Bab di utara Aleppo.

“Ada banyak luka-luka. Itu adalah sepeda motor (yang meledak) di dekat bundaran utama,” kata Ibrahim Sabra, seorang pedagang di sekitar lokasi ledakan.


Kepolisian setempat di mengatakan mereka telah meledakkan sepeda motor lain di kota Al-Rai, di utara Al-Bab. Polisi juga disebut telah menangkap seorang tersangka.

Selain itu, ada juga tiga orang yang terluka akibat ledakan serupa di kota dekat Qabasin dan Al-Ghandura. Ledakan itu disebabkan oleh bahan peledak yang ditanam di sepeda motor yang diparkir di tempat-tempat umum.

Pada hari Rabu (23/1) dua alat peledak meledak di kota Afrin, sebuah wilayah yang sebagian besar dihuni orang Kurdi yang direbut pasukan Turki dan sekutu Suriah mereka dari milisi YPG Kurdi tahun lalu.

Pemberontak menuduh YPG melakukan ledakan, yang mereka katakan berusaha untuk menebar ketakutan di daerah-daerah di mana Turki telah mengukir lingkup pengaruh dengan bantuan pemberontak Arab Suriah, dan senjata. Tidak ada komentar terbaru dari YPG, yang telah membantah tuduhan sebelumnya tentang serangan terhadap warga sipil, mengatakan itu hanya menargetkan tentara Turki dan sekutu mereka.

(haf/haf)

Pasien Koma Melahirkan di Rumah Sakit AS, Seorang Perawat Ditangkap

Arizona – Seorang perawat telah ditangkap di Arizona, Amerika Serikat atas dugaan serangan seksual terhadap seorang perempuan yang koma selama 10 tahun, yang melahirkan bayi di fasilitas perawatan jangka panjang.

Dalam kasus yang mengguncang Amerika ini, korban yang koma telah melahirkan seorang bayi laki-laki pada 29 Desember 2018 lalu. Pasien perempuan berumur 29 tahun yang tidak disebut namanya itu, diketahui jatuh koma selama lebih dari 10 tahun dan menjalani perawatan medis di Hacienda Del Sol Care Center di di kota Phoenix, Arizona. Hacienda Del Sol Care Center merupakan fasilitas perawatan medis jangka panjang bagi pasien yang tidak perlu dirawat di rumah sakit, namun tidak bisa dirawat di rumah.

Wanita itu disebut berada dalam kondisi vegetative dan koma selama lebih dari satu dekade. Vegetative merupakan sebutan untuk kondisi seseorang yang masih hidup namun tidak sadarkan diri dan tidak memiliki aktivitas otak juga tidak responsif.


Menindaklanjuti kasus ini, Kepolisian Arizona pun melakukan penyelidikan dugaan serangan seksual. Untuk menemukan pelakunya, polisi setempat membandingkan sampel-sampel DNA dari bayi yang baru lahir itu dengan seluruh pegawai laki-laki di fasilitas perawatan tersebut.

Juru bicara kepolisian Phoenix, Tommy Thompson mengatakan pada konferensi pers, tersangka yang diidentifikasi sebagai Nathan Sutherland telah didakwa dengan satu dakwaan penyerangan seksual dan satu dakwaan penyerangan orang dewasa yang lemah. Perawat tersebut ditangkap setelah DNA pria berumur 36 tahun itu cocok dengan DNA sang bayi yang dilahirkan korban.

Otoritas menyatakan, Sutherland merupakan perawat praktik berlisensi yang bertanggung jawab untuk memberikan perawatan kepada korban pada saat kekerasan seksual itu terjadi. Pria itu telah bekerja di fasilitas Hacienda Del Sol Care Center selama sekitar 7 tahun.

Persidangan pria itu dijadwalkan digelar pada 30 Januari mendatang. Menurut media-media lokal, Sutherland dilahirkan di Haiti dan diadopsi bersama saudara perempuannya dan dibawa ke Amerika Serikat pada tahun 1969. Surat kabar Arizona Republic melaporkan, istri Sutherland mengajukan gugatan cerai pada 5 Desember lalu, beberapa pekan sebelum kasus menggemparkan ini mencuat.

CEO dari Hacienda Del Sol Care Center telah mengundurkan diri menyusul mencuatnya kasus tersebut.

(ita/ita)

Pria Lempar Bom ke Pesta Pernikahan di Sudan, 2 Anak Tewas dan 50 Luka

Khartoum – Seorang pria melemparkan bom ke lokasi pesta pernikahan di Khartoum, ibu kota Sudan. Dua anak-anak tewas dan 50 orang lainnya luka-luka dalam peristiwa itu.

Kepolisian Sudan menyatakan, pelaku pengeboman melakukan serangan di distrik Mayo, Sudan selatan tersebut karena dipicu oleh masalah pribadi.

“Seseorang melemparkan sebuah bom ke pesta pernikahan pada Selasa malam, yang mana dua anak-anak tewas dan 50 orang lainnya luka-luka,” kata juru bicara kepolisian Jenderal Hashim Abdelrahim dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (24/1/2019).

“Polisi telah menangkap pelaku dan semua indikasinya adalah masalah ini terkait dengan pernikahan itu,” ujar Abdelrahim tanpa menjelaskan lebih rinci. Identitas tersangka juga tidak disebut.

Banyak warga Mayo, yang merupakan lingkungan miskin, berasal dari pegunungan Darfur dan Nuba, sedangkan sebagian lainnya merupakan warga Sudan Selatan.

Dalam sebulan terakhir, Sudan dilanda aksi-aksi protes yang diwarnai bentrokan dengan pasukan keamanan. Sedikitnya 26 orang tewas dalam bentrokan tersebut.

(ita/ita)

Penembakan Brutal di Bank Amerika, Lima Orang Tewas

Florida – Penembakan brutal kembali terjadi di Amerika Serikat. Kali ini, seorang pria bersenjata melakukan aksi penembakan brutal di sebuah bank di Sebring, Florida, Amerika Serikat bagian selatan.

Lima orang tewas dalam penembakan brutal pada Rabu (23/1) waktu setempat setempat. Identitas para korban tidak disebutkan.

“Kami ada setidaknya lima korban, orang-orang yang dibunuh tanpa alasan,” kata Kepala Kepolisian Karl Hoglund dalam konferensi pers seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (24/1/2019).


Hoglund menambahkan, tersangka penembak telah ditangkap. Pria berumur 21 tahun tersebut merupakan warga Sebring.

Belum diketahui motif penembakan ini. Kepolisian tengah melakukan penyelidikan atas penembakan tersebut.

Aksi penembakan massal kerap terjadi di Amerika Serikat.

Menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, penembakan massal dan kekerasan senjata lainnya telah menewaskan hampir 40 ribu orang di AS pada tahun 2017.

(ita/ita)

Bebasnya Ahok Jadi Sorotan Dunia

Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok bebas murni hari ini setelah menjalani masa hukuman di Mako Brimob. Bebasnya Ahok menjadi sorotan dunia.

Media ternama Amerika Serikat, The New York Times misalnya, memberitakan bebasnya Ahok dalam artikel berjudul “Governor Convicted of Blasphemy Freed From Indonesian Prison”.

“Seorang politisi Kristen polarisasi yang komentar-komentar kampanyenya menyulut aksi-aksi protes yang terbesar di Indonesia yang mayoritas Muslim dalam beberapa tahun, bebas Kamis ini setelah menjalani hampir dua tahun penjara karena penistaan agama,” demikian ditulis New York Times mengawali artikelnya, Kamis (24/1/2019).


Media terkemuka Australia, ABC News juga mengangkat berita ini dalam artikel berjudul “Is the release of former Jakarta governor Ahok a political liability or an asset for Joko Widodo? “

Dalam artikelnya, media tersebut mengutip pernyataan Tim Lindsey, direktur Pusat Hukum Indonesia, Islam dan Masyarakat di University of Melbourne, Australia, yang menyatakan bahwa pembebasan Ahok terjadi di saat masa sensitif dalam politik Indonesia — hanya tiga bulan menjelang pemilihan presiden.

“Apa pun yang terjadi pada saat ini yang terhubung dengan politik agama atau Jokowi [Joko Widodo] akan berdampak,” ujarnya kepada ABC, Kamis (24/1/2019).

Lindsey menambahkan bahwa “tidak ada keraguan bahwa upaya akan dilakukan untuk mengubahnya menjadi masalah besar oleh lawan-lawan Jokowi”.

Media South China Morning Post juga menulis bebasnya Ahok dengan judul menarik “Ex-Jakarta governor Ahok: out of jail … and into arms of ex-wife’s bodyguard”. Dalam artikelnya, media tersebut juga menyisipkan mengenai rencana Ahok untuk menikahi perempuan bernama Puput Nastiti Devi, yang dulunya merupakan pengawal mantan istrinya, Veronica.

Media ternama Australia, Sydney Morning Herald mengangkat berita ini dengan judul “Ahok release a reminder of ‘weaponised’ blasphemy law in Indonesia”. Media ini mengutip komentar Harsono, seorang periset di Human Rights Watch Indonesia yang menyebut bahwa Ahok tak akan mundur dari politik, namun kembalinya Ahok ke politik tak akan terjadi dalam waktu dekat.

“Dia selalu memikirkan bagaimana menyelesaikan masalah publik dan dia merupakan politisi alami,” ujarnya seperti dikutip Sydney Morning Herald.

Pembebasan Ahok juga diberitakan oleh media terkemuka AS lainnya, Washington Post, media Singapura, Straits Times, media ngetop Inggris, The Guardian dan media-media asing lainnya.
(ita/ita)

13 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Venezuela

Caracas – Sebanyak 13 orang telah tewas selama dua hari kerusuhan di Venezuela. Para korban tewas kebanyakan karena luka-luka tembakan di ibu kota Venezuela, Caracas dan wilayah-wilayah lainnya.

Kerusuhan ini terjadi seiring berlangsungnya aksi-aksi protes menentang pemimpin sayap kiri Nicolas Maduro. Kerusuhan pertama pecah pada Senin (21/1) ketika 27 tentara bangkit menentang Maduro di sebuah pos komando di Caracas, seraya menyerukan warga untuk turun ke jalan-jalan. Seruan itu disampaikan dalam video yang beredar luas di media sosial.


Seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (24/1/2019), kerusuhan paling ganas terjadi pada Selasa (22/1) malam di Caracas dan Bolivar, yang terus berlangsung hingga Rabu (23/1) di wilayah-wilayah Venezuela lainnya saat aksi-aksi demo yang didukung oposisi besar untuk menentang Maduro. Sejumlah aksi penjarahan juga dilaporkan terjadi negara bagian Bolivar yang berbatasan dengan Brasil.

Di San Felix, Bolivar, para demonstran juga membakar patung mantan Presiden Venezuela Hugo Chavez pada Selasa (22/1) larut malam waktu setempat.

Pada Rabu (23/1), aparat polisi antihuru-hara bentrok dengan para demonstran di sebelah timur Caracas menyusul aksi demo yang diserukan oleh pemimpin oposisi Juan Guaido, yang mendeklarasikan dirinya sebagai presiden interim Venezuela sebagai bagian dari upayanya untuk menggulingkan Maduro, membentuk pemerintahan transisi dan menggelar pemilihan umum.

Selain di Caracas, korban jiwa akibat kerusuhan ini juga dilaporkan terjadi di negara-negara bagian Tachira, Barinas, Portuguesa, Amazonas dan Bolivar. Aksi-aksi demo ini terjadi menyusul kemenangan kembali Maduro dalam pemilihan presiden kontroversial, yang oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat disebut sebagai pemilihan curang.
(ita/ita)

Najib Sangkal Kenal Model Cantik Mongolia yang Dibunuh di Malaysia

Kuala Lumpur – Gugatan hukum terkait kasus pembunuhan model cantik Mongolia, Altantuya Shaariibuu, mulai disidang di Malaysia. Salah satu saksi mengaku pernah melihat foto Altantuya bersama mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak. Hal itu dibantah Najib yang menegaskan dirinya tidak pernah bertemu Altantuya.

“Ini fitnah. Kebohongan. Saya tidak pernah bertemu dengannya (Altantuya-red). Saya bersumpah di dalam masjid soal hal ini,” tegas Najib kepada wartawan seperti dilansir kantor berita Bernama dan Channel News Asia, Rabu (23/1/2019).

Penegasan itu disampaikan Najib saat membantu kampanye Barisan Nasional di Cameron Highlands. Najib diketahui sebelumnya berulang kali membantah mengenal Altantuya dan menyangkal terlibat pembunuhannya.


Keterangan soal foto Altantuya bersama Najib itu diungkapkan seorang saksi bernama Burmaa Oyunchimeg (37) dalam persidangan gugatan hukum terkait kasus pembunuhan itu yang digelar pada Rabu (23/1) waktu setempat. Burmaa merupakan sepupu Altantuya dan saksi pertama yang memberi keterangan.

Dalam keterangannya, Burmaa mengungkapkan hubungan asmara yang sempat terjalin antara Altantuya dengan Abdul Razak Baginda, seorang analis politik yang dekat dengan Najib. Burmaa mengaku pernah bertemu dengan Abdul Razak pada tahun 2004 di Hong Kong, saat Altantuya mengenalkannya kepadanya.

Burmaa yang juga sempat tinggal di Hong Kong ini menyebut dirinya kembali bertemu Altantuya dan Abdul Razak pada dua kesempatan, yakni pada Januari 2005 di Shanghai dan pada Maret 2005 di Singapura. Kepada Burmaa, Altantuya yang sempat membantah akhirnya mengakui dirinya menjalin hubungan asmara dengan Abdul Razak yang diketahui sudah beristri.

Kemudian saat dirinya dan Altantuya terbang kembali ke Mongolia dari Singapura pada Maret 2005, Altantuya menunjukkan foto dirinya bersama dua pria kepada Burmaa. Dua pria itu adalah Abdul Razak dan Najib yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil PM Malaysia.

“Saya ingat saya melihat foto tiga orang, dua pria dan Altantuya. Saya bertanya kepadanya, siapa mereka, dan dia menyebut salah satunya adalah Wakil Perdana Menteri dan yang lain adalah (Abdul) Razak yang bekerja dengannya dan melakukan bisnis bersama,” tutur Burmaa dalam keterangannya di sidang.

“Saya bertanya kepadanya apakah mereka bersaudara karena namanya sama. Dia bilang tidak, tapi mereka teman baik, mitra bisnis dan bekerja bersama,” imbuh Burmaa.

Sekitar tahun 2006, diketahui bahwa hubungan antara Altantuya dengan Abdul Razak mulai merenggang. Altantuya disebut sempat datang ke Malaysia bersama saudara perempuannya dan sepupunya untuk mencari keberadaan Abdul Razak, yang menolak bertemu dengannya.

Pada malam hari tanggal 19 Oktober 2006, Altantuya muncul di luar rumah Abdul Razak di Malaysia. Dua polisi dari Unit Aksi Khusus yang melihatnya langsung menangkap dan memasukkan Altantuya secara paksa ke sebuah mobil. Dengan mobil itu, Altantuya dibawa ke hutan di kawasan Shah Alam, Selangor. Di sana, Altantuya ditembak dua kali di kepalanya. Jenazah Altantuya kemudian dipasangi peledak level militer dan diledakkan hingga berkeping-keping.

Abdul Razak sempat didakwa atas persekongkolan pembunuhan namun dibebaskan di level Pengadilan Tinggi pada tahun 2008.

Dua polisi yang mengeksekusi Altantuya, Sirul Azhar Umar dan Azilah Hadri, dinyatakan bersalah atas dakwaan pembunuhan dan divonis mati tahun 2015. Keduanya diketahui pernah menjadi pengawal Najib. Azilah kini sedang menunggu eksekusi mati di Penjara Kajang, sedangkan Sirul kabur ke Australia sebelum divonis. Oleh otoritas Australia, Sirul ditahan di pusat tahanan imigrasi dan tak dideportasi karena dia terancam dieksekusi mati jika kembali ke Malaysia.

Motif dalam kasus pembunuhan ini masih samar. Namun dugaan banyak pihak menyebut Altantuya dibunuh karena perannya sebagai penerjemah bagi Abdul Razak dalam perundingan pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dari perusahaan raksasa Prancis, DCNS tahun 2002. Pada tahun itu Najib menjabat sebagai Menteri Pertahanan Malaysia. Pembelian kapal selam itu diduga kuat sarat penyuapan. Najib telah membantah spekulasi itu.

Tahun 2007 lalu, keluarga Altantuya mengajukan gugatan hukum terhadap Azilah, Sirul, Abdul Razak dan pemerintah Malaysia. Dalam gugatan itu, pihak keluarga meminta kompensasi sebesar 100 juta Ringgit (Rp 341,2 miliar). Persidangan gugatan hukum ini akan dilanjutkan pada Kamis (24/1) besok dengan agenda keterangan dari ayah Altantuya.

(nvc/jbr)

Promosi Wisata Bahari Indonesia di Boot Messe Duesseldorf Jerman

Promosi Wisata Bahari Indonesia di Boot Messe Duesseldorf JermanFoto: KJRI Frankfurt

Frankfurt – Di sela-sela pameran wisata air terbesar Eropa (Boot Messe, 19 -27 Januari 2019), KJRI Frankfurt, Jerman memfasilitasi “Networking Gathering” pertemuan antara pelaku bisnis, seperti tour operator diving, pengusaha resort asal Indonesia, pejabat Duesseldorf Invest, dan para tour operators Jerman di Duesseldorf pada 18 Januari 2019.

Kegiatan juga menampilkan acara kesenian seperti Tari Condong dan peserta juga disuguhkan aneka makanan khas Indonesia.

Konjen RI Frankfurt, Toferry P. Soetikno pada pengantarnya menyampaikan bahwa tahun 2019 Jerman dan Indonesia memiliki kesamaan baru. Kedua negara dipilih oleh buku panduan wisata “Lonely Planet” sebagai negara terbaik untuk dikunjungi, yaitu Jerman di peringkat kedua dan Indonesia di peringkat ketujuh. Indonesia dipilih karena kekayaan destinasinya termasuk untuk wisata bahari.


Kegiatan networking ini diharapkan dapat mendorong interaksi peserta/tour operator asal Indonesia serta membuka kesempatan untuk menjajaki bisnis baru dengan tour operators asal Jerman.

Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk mengupdate pelaku bisnis wisata Jerman akan situasi terkini di Indonesia. “Mengingat beberapa bencana alam yang terjadi di tahun 2018, kita harus meyakinkan para agen wisata maupun wisatawan asal Jerman bahwa Indonesia tetap aman untuk dikunjungi,” ujar Konjen RI Frankfurt seperti disampaikan dalam rilis pers KJRI Frankfurt kepada detikcom, Rabu (23/1/2019).

Peserta dari Indonesia yang mengoperasikan resort di Lombok dan Bunaken menyatakan masih merasakan dampak turunnya turis asing sebagai akibat dari gempa di Lombok dan Palu. Sehingga Indonesia perlu lebih tampil keluar menyatakan kondisi sebenarnya.

Pameran Boot Duesseldorf 2019 sendiri berlangsung dari tanggal 19-27 Januari 2019 dan merupakan salah satu pameran kapal dan wisata bahari paling besar di dunia. Pameran ini diikuti oleh setidaknya 2000 peserta pameran dari 73 negara. Pengunjung pertahun berjumlah sekitar 250.000 orang dimana para pengunjung adalah mereka yang akan berwisata bahari di luar Jerman.

Selain bersifat business-to-customer, pameran juga merupakan ajang promosi business-to-business, karena juga juga diikuti para tour operators, termasuk dari luar Jerman.

Keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini, selain untuk meningkatkan jumlah wisatawan Jerman ke Indonesia, juga untuk menunjukkan bahwa wisata bahari Indonesia merupakan salah satu destinasi terbaik di dunia mengingat banyak lokasi diving terindah di dunia yang terdapat di Indonesia.

Paviliun Kementerian Pariwisata RI menampilkan brand Wonderful Indonesia bertempat di Hall 3. Selain temu bisnis dan pelayanan informasi terkait wisata bahari Indonesia, Paviliun Indonesia juga menyelenggarakan demo kopi dan batik. Sejumlah 12 industri pariwisata yang turut bergabung dalam paviliun menjajakan berbagai tempat akomodasi di tempat menyelam di Indonesia seperti di Raja Ampat, Papua; Bunaken, Sulawesi Utara; dan Labuan Bajo, NTT, dll.

(ita/ita)

Pesawat Jepang Terbang di Atas Kapal Militernya, Korsel Protes

Seoul – Aktivitas sebuah pesawat patroli Jepang memicu ketegangan baru dengan Korea Selatan (Korsel). Pesawat patroli Jepang itu terbang di atas sebuah kapal militer Korsel dalam aksi yang disebut Korsel ‘mengintimidasi’ dan merupakan ‘provokasi terang-terangan’.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (23/1/2019), militer Korsel dalam pernyataannya menyebut pesawat patroli Jepang itu terbang rendah tepat di atas kapal Angkatan Laut Korsel yang sedang berlayar di perairan dekat pantai barat daya Semenanjung Korea. Hal itu tetap dilakukan bahkan setelah pesawat patroli itu mengetahui identitas kapal di bawahnya.

“Penerbangan di ketinggian rendah hari ini merupakan provokasi terang-terangan terhadap sebuah kapal dari negara yang bersahabat, dan kami tidak bisa tidak meragukan maksud Jepang dan mengecamnya dengan keras,” tutur Kepala Staf Gabungan Korsel, Jenderal Suh Wook, dalam konferensi pers.


Menindaklanjuti insiden ini, Kementerian Pertahanan Korsel telah memanggil atase pertahanan dari Kedutaan Besar Jepang di Seoul untuk melayangkan protes.

“Jika perilaku ini terulang kembali, kami akan memberikan respons secara tegas sesuai dengan aturan militer kami,” tegas Jenderal Suh dalam pernyataannya.

Belum ada komentar resmi dari pemerintah dan militer Jepang terkait insiden ini.

Diketahui bahwa Korsel dan Jepang yang sama-sama sekutu Amerika Serikat (AS) ini, memiliki sejarah pahit termasuk kolonisasi Jepang atas Semenanjung Korea tahun 1910-1945 silam dan wanita penghibur — yang kebanyakan dari Korea — yang dipaksa bekerja di rumah-rumah bordil saat era kolonisasi Jepang di Korea.

Pertikaian terkait konflik era perang yang masih berkelanjutan seringkali mengganggu hubungan kedua negara bertetangga ini.

Sebelum insiden pesawat patroli Jepang ini terjadi, kedua negara bersitegang terkait kapal penghancur milik militer Korsel yang disebut mengunci radar pada sebuah pesawat pengintai Jepang pada Desember 2018 lalu. Jepang melayangkan protes kepada Korsel terkait insiden itu. Namun Korsel membantah dan menyatakan pesawat pengintai Jepang itu ‘secara tidak perlu’ mendekati kapal militer Korsel yang sedang menjalankan misi penyelamatan biasa.

Jenderal Suh menambahkan, ada dua insiden lainnya melibatkan pesawat Jepang yang terbang di dekat kapal militer Korsel sejak Jumat (18/1) lalu.

(nvc/ita)

2 Wanita Saudi yang Mengambang di Sungai New York Dipastikan Bunuh Diri

New York – Otoritas Amerika Serikat (AS) merilis hasil pemeriksaan medis terhadap dua jasad perempuan Arab Saudi yang ditemukan mengambang di sungai New York. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua perempuan itu tewas bunuh diri.

Jenazah kedua perempuan Saudi bersaudara itu ditemukan mengambang di Sungai Hudson, New York pada akhir Oktober lalu. Jenazah keduanya ditemukan dalam keadaan terikat satu sama lain dengan lakban, tepatnya pada bagian pergelangan kaki dan pinggang.

Saat ditemukan, keduanya sama-sama memakai pakaian serba hitam dan mantel dengan bulu di bagian kerahnya. Tidak ditemukan tanda-tanda trauma pada jenazah kedua gadis Saudi itu. Otoritas setempat kemudian mengidentifikasi keduanya sebagai Rotana Farea (22) dan Tala Farea (16).

“Kantor saya menyatakan bahwa kematian Farea bersaudara merupakan dampak dari bunuh diri, yang mana kedua wanita muda ini mengikat diri mereka bersama sebelum terjun ke Sungai Hudson,” sebut Kepala Pemeriksa Medis Kota New York, Barbara Sampson, dalam laporannya seperti dilansir AFP, Rabu (23/1/2019).
Setelah jenazah keduanya ditemukan, seorang pejabat kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa kakak-beradik itu telah mengajukan suaka. Namun detailnya tidak diungkap ke publik.

Juru bicara Kedutaan Besar Saudi di Washington DC, Fatimah Baeshen, telah mengomentari tragedi dua gadis Saudi ini. Namun Baeshen menyangkal laporan yang menyebut keduanya tengah mencari suaka.

“Laporan-laporan yang menyebut kami memerintahkan siapapun terkait kakak-beradik Saudi, Tala dan Rotana Farea, semoga Tuhan menenangkan jiwa mereka, (yang baru-baru ini tewas secara tragis di NY), untuk meninggalkan AS karena mencari suaka; sepenuhnya tidak benar,” tegasnya.

Dua gadis Saudi itu disebut beberapa kali kabur dari rumah keluarga mereka di Virginia, AS. Keduanya sudah keluar dari rumah tersebut sejak akhir tahun 2017.

Menurut juru bicara Kepolisian New York (NYPD) seperti dikutip media-media AS, keduanya ditempatkan di sebuah tempat penampungan namun meninggalkan Virginia sejak Agustus tahun lalu dan pergi ke New York. Di New York, kakak-beradik itu tinggal berpindah-pindah di sejumlah hotel mewah dan menggunakan kartu kredit secara maksimal.

Seorang saksi mata mengaku pernah melihat dua wanita muda itu pada 24 Oktober 2018 di sebuah tempat bermain anak dekat Sungai Hudson. Saat itu keduanya disebut sedang salat. Laporan media-media AS yang mengutip kepolisian setempat menyebut kakak-beradik itu pernah mengindikasikan bahwa mereka lebih baik membahayakan diri mereka sendiri daripada pulang ke Saudi.

(nvc/ita)

Pesan Khusus Mantan Menlu AS John Kerry ke Trump: Mundur!

Davos – Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry punya pesan khusus untuk Presiden Donald Trump. Jika bisa bertemu langsung dengan Trump, Kerry menegaskan dirinya akan meminta Trump untuk mengundurkan diri.

Seperti dilansir CNN, Rabu (23/1/2019), pesan khusus itu disampaikan John Kerry saat menjadi panelis dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Switzerland.

Kerry awalnya ditanya oleh penyiar CNBC, Tania Bryer soal apa yang akan dikatakan kepada Trump jika Kerry bertemu langsung dengan Presiden AS itu.

“Saya tidak bisa mengandai-andai.. karena dia tidak akan menganggap apapun secara serius. Dia tidak memiliki kemampuan untuk terlibat dalam percakapan semacam itu,” jawab Kerry.
Ketika dia ditanya kembali soal pesan apa yang akan disampaikan kepada Trump, Kerry pun menjawab dengan satu kata: “Mundur.”

Belum ada komentar dari Gedung Putih terkait komentar Kerry ini.

Kerry yang pernah menjadi calon presiden (capres) dari Partai Demokrat pada tahun 2004 lalu, juga mengkritik Trump atas keputusan menarik AS mundur dari Kesepakatan Iklim Paris pada Juni 2017, yang disebutnya sebagai ‘keputusan gila’.

“Saya harap akan ada gugatan hukum dalam kapasitas yang bisa meminta pertanggungjawaban terhadap orang-orang tertentu, atas keputusan yang gila seperti itu, seperti yang diambilnya (Trump-red), yang akan memakan korban jiwa,” tegasnya.

“Orang-orang akan mati karena keputusan Presiden dan dampak bernilai miliaran dolar AS akan dirasakan pada sektor properti,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kerry menuduh Trump telah berbohong soal konsekuensi yang dirasakan AS setelah menarik diri dari Kesepakatan Iklim Paris. Saat itu, Trump mengklaim dirinya mengambil keputusan itu agar AS mendapat ‘perlakuan adil’ dan agar pemimpin-pemimpin negara lain tidak lagi ‘menertawakan kita’.

“Saya kecewa ketika seorang Presiden Amerika Serikat berbohong, dan itu adalah kebohongan — tidak ada beban,” ucap Kerry yang menjabat Menlu AS semasa periode kedua kepemimpinan Presiden Barack Obama.

(nvc/ita)

Sadis! Koki Doner Kebab di Turki Bunuh dan Mutilasi Putrinya

Ankara – Seorang pria di Turki yang berprofesi sebagai koki doner kebab ditangkap atas pembunuhan putrinya. Tidak hanya itu, pria ini juga tega memutilasi jenazah putrinya yang seorang penari perut itu.

Seperti dilansir The Sun dan Mirror.co.uk, Rabu (23/1/2019), pria bernama Hasan Uslu itu dituduh membunuh putrinya yang bernama Didem dan berusia 32 tahun. Uslu ditangkap setelah potongan tubuh jenazah putrinya ditemukan di area hutan di Kesan, Provinsi Edirne, Turki.

Diduga Uslu memutilasi jenazah putrinya dengan pisau besar yang biasa digunakannya saat bekerja.


Uslu yang sehari-hari membuat doner kebab ini diduga membunuh putrinya setelah keduanya terlibat pertengkaran hebat. Laporan menyebut, Uslu mencekik putrinya hingga tewas dan memutilasinya.
Setelah itu, Uslu menyembunyikan jenazah putrinya di dalam lemari pendingin dan membawanya di dalam ranselnya ke sebuah hutan dan menguburkannya di sana. Lemari pendingin yang sempat digunakan untuk menyimpan jenazah putrinya itu kemudian dijual ke toko barang bekas.

Potongan tubuh korban, tepatnya bagian lengan, ditemukan terbungkus kertas koran oleh seorang warga yang sedang mengumpulkan buah pinus di hutan. Dengan mengerahkan sejumlah anjing pelacak, kepolisian mencari bagian tubuh Didem yang lain. Dari potongan-potongan tubuh itu diketahui bahwa jenazah korban dipotong dengan tepat dan rapi.

Hal ini membuat polisi memfokuskan penyelidikan terhadap Uslu. Polisi menangkap Uslu setelah menggeledah rumahnya dan juga rumah keluarganya.

Kepada polisi, Uslu telah mengakui bahwa dirinya membunuh putrinya usai bertengkar di rumah mereka. Uslu bahkan telah menunjukkan lokasi-lokasi di mana dia mengubur potongan tubuh putrinya. Media lokal Turki, Hurriyet, menyebut bahwa Uslu mengklaim putrinya itu telah menghina dirinya dan istrinya.

Ibunda Didem, Sati dan adik perempuan Didem, Ozlem, sempat ikut ditahan polisi untuk membantu penyelidikan. Ozlem telah dibebaskan usai diinterogasi.

(nvc/ita)

Pesawat Pengebom Rusia Jatuh, 3 Orang Tewas

Moskow – Sebuah pesawat pengebom Rusia jatuh saat melakukan latihan terbang. Akibatnya, tiga orang tewas dan seorang lagi luka-luka dalam insiden itu.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, pesawat pengebom Tu-22M3 tersebut jatuh saat akan melakukan pendaratan pada Selasa (22/1) waktu setempat.

“Dua pilot telah dikirim ke sebuah fasilitas medis… kedua kru tersebut telah meninggal,” demikian disampaikan kementerian seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/1/2019).

Disebutkan Kementerian Pertahanan Rusia, pesawat yang jatuh tersebut tidak membawa munisi.

Pilot ketiga kemudian juga meninggal akibat luka-lukanya. Sedangkan pilot keempat mengalami luka-luka dan telah dibawa ke rumah sakit.

Insiden itu terjadi di wilayah Murmansk, Rusia utara. Menurut sumber-sumber kepada media Rusia, pesawat pengebom Tu-22M3 terbakar setelah jatuh. Para petugas pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk memadamkan kobaran api di lokasi jatuhnya pesawat.

Tu-22M3 merupakan pesawat pengebom strategis berjarak jauh yang awalnya dikembangkan pada tahun 1970-an. Sejumlah pesawat jenis ini diikutsertakan dalam operasi militer Rusia di Suriah untuk memerangi ISIS dan kelompok-kelompok teroris lainnya. Empat kru mengoperasikan pesawat tersebut.

Insiden ini terjadi kurang dari sepekan setelah dua pesawat pengebom Su-34 bertabrakan di wilayah Timur Jauh Rusia saat latihan terbang. Hanya satu dari empat kru yang berhasil selamat setelah melontarkan diri dari pesawat. Jasad kedua pilot telah ditemukan, namun satu jasad pilot lainnya belum juga ditemukan.
(ita/ita)

Warganya Hilang Saat Kunjungi China, Australia Lakukan Penyelidikan

Canberra – Otoritas Australia tengah menyelidiki laporan hilangnya seorang warganya yang keturunan China saat berkunjung ke Negeri Tirai Bambu itu. Pria yang mantan diplomat dan kini berprofesi sebagai penulis itu, dikhawatirkan telah ditahan oleh otoritas China.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (23/1/2019), surat kabar Australia, Sydney Morning Herald, melaporkan bahwa Yang Hengjun sudah tidak bisa dihubungi oleh rekan-rekannya dalam beberapa hari terakhir. Laporan Sydney Morning Herald menyebut Yang kini ditahan di China.

Yang, seorang penulis buku dan mantan diplomat China ini diketahui kini berstatus warga negara Australia.


Kepada Reuters, dua rekan Yang mengungkapkan bahwa mereka telah melaporkan hilangnya Yang kepada Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT). Menurut rekan-rekannya, Yang menghilang sejak terbang dari New York, AS ke Guangzhou, China bagian selatan pada Jumat (18/1) lalu.
Salah satu rekan Yang, Feng Chongyi, menyebut Yang seharusnya terbang ke Shanghai tapi tidak pernah datang. “Saya meyakini dia berada dalam tahanan Kementerian Keamanan Negara di Beijing,” ucap Feng yang seorang akademisi dari Universitas of Technology di Sydney.

Pihak Kementerian Luar Negeri China dan Kementerian Keamanan Negara belum memberikan komentar atas laporan ini.

Secara terpisah, seorang juru bicara DFAT mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menyelidiki kasus hilangnya seorang warga Australia di China. Namun DFAT tidak menyebut langsung nama Yang. “Departemen Luar Negeri dan Perdagangan sedang mencari informasi soal seorang warga negara Australia yang dilaporkan hilang di China,” ucap juru bicara DFAT tersebut.

Seorang sumber yang memahami penyelidikan DFAT itu menyebut otoritas Australia telah menghubungi sejumlah pejabat China untuk menanyakan keberadaan Yang. Laporan menyebut Yang sudah sejak lama masuk daftar pengawasan otoritas China. Disebutkan bahwa dia pernah mengkritik hal yang disebutnya sebagai intervensi China di Australia.

Kasus hilangnya Yang ini terjadi saat ketegangan memuncak antara China dengan sejumlah negara Barat, terutama sekutu-sekutu Amerika Serikat. Pada Desember 2018 lalu, dua warga Kanada yang salah satunya mantan diplomat, ditahan oleh China atas tuduhan membahayakan keamanan negara.

Penahanan kedua warga Kanada itu dipandang oleh negara Barat sebagai aksi pembalasan dari China atas penangkapan petinggi Huawei, Meng Wanzhou, di Vancouver, Kanada pada 1 Desember 2018 atas permintaan otoritas AS. Meng dituding melanggar sanksi-sanksi AS untuk Iran.

(nvc/ita)

Coba Bajak Pesawat Maskapai Rusia, Pria Mabuk Ditahan

Moskow – Seorang pria Rusia ditahan polisi setelah berupaya membajak sebuah pesawat penumpang milik maskapai Aeroflot. Pria itu melakukan aksinya dalam keadaan mabuk.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (23/1/2019), akibat aksi pria mabuk itu, pesawat tujuan Moskow itu terpaksa melakukan pendaratan darurat di Siberia. Insiden ini terjadi setelah pesawat Aeroflot dengan nomor penerbangan SU 1515 itu lepas landas dari kota Surgut, Siberia pada Selasa (22/1) waktu setempat.

Para penyidik Rusia mengatakan, pria itu berusaha mendobrak masuk ke dalam kokpit dan mengklaim dirinya membawa senjata api. Pria itu juga meminta pesawat dialihkan ke Afghanistan.


Belakangan, diketahui bahwa pria itu sedang mabuk dan hanya menggertak. Senjata api yang diklaim dibawanya, juga tak ditemukan.

Begitu pesawat mendarat darurat di Siberia, pria itu langsung ditangkap. Tidak disebut lebih lanjut identitas pria tersebut.

Televisi nasional Rossiya-24 menayangkan momen saat pria itu dengan tangan diborgol di belakang, dibawa keluar pesawat oleh sejumlah petugas keamanan.

“Para penumpang dan awak pesawat turun dengan selamat dan tanpa luka-luka,” demikian pernyataan maskapai Aeroflot.

Insiden penumpang mabuk dan berulah di dalam penerbangan komersial di Rusia cukup sering terjadi. Namun tergolong jarang jika sampai memaksa pengalihan penerbangan dan pendaratan darurat.

Komisi Investigatif Rusia tengah melakukan penyelidikan kriminal secara mendalam terhadap pria tersebut.

Komisi Investigatif menyatakan, pria itu terancam dakwaan pembajakan pesawat dan melontarkan ancaman dengan menggunakan kekerasan. Jika terbukti bersalah atas dakwaan tersebut, pria ini bisa terancam hukuman antara 7 – 12 tahun penjara.

(nvc/ita)

AS Serius Upayakan Ekstradisi Petinggi Huawei dari Kanada

Washington DC – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan serius mengupayakan ekstradisi petinggi perusahaan telekomunikasi China, Huawei, Meng Wanzhou yang ditangkap di Kanada pada Desember 2018 lalu. Proses permohonan ekstradisi akan segera diajukan otoritas AS ke Kanada.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (23/1/2019), otoritas AS menuduh Meng menyalahgunakan jaringan yang dimiliki Huawei dengan sebuah perusahaan yang berupaya menjual perlengkapan kepada Iran, yang jelas melanggar sanksi-sanksi AS. Meng diketahui menjabat Chief Financial Officer (CFO) Huawei Technologies Co Ltd.

Penangkapan Meng yang diminta oleh otoritas AS itu, memperburuk hubungan antara Kanada dan China. Beberapa saat usai penangkapan itu, China menahan dua warga Kanada yang dituduh membahayakan keamanan nasional dan menjatuhkan vonis mati terhadap satu warga Kanada lainnya yang bersalah atas kasus penyelundupan narkoba.


Pernyataan Departemen Kehakiman AS itu disampaikan setelah laporan menyebut Duta Besar Kanada untuk AS menyatakan pemerintahan Kanada telah diberitahu bahwa AS berencana segera memproses permohonan ekstradisi Meng.

“Kami akan terus mengupayakan ekstradisi tersangka Meng Wanzhou, dan akan memenuhi seluruh batasan waktu yang ditetapkan oleh Perjanjian Ekstradisi AS/Kanada,” tegas juru bicara Departemen Kehakiman AS, Marc Raimondi, dalam pernyataannya.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Kanada yang terus berkelanjutan terhadap upaya-upaya bersama kami dalam menegakkan hukum,” imbuhnya.

AS harus mengajukan permohonan resmi untuk ekstradisi Meng paling lambat 30 Januari. Begitu permohonan ekstradisi resmi diajukan dan diterima, pengadilan Kanada memiliki waktu 30 hari untuk menentukan apakah ada cukup bukti untuk meloloskan ekstradisi tersebut.

Menteri Kehakiman Kanada nantinya harus merilis perintah resmi untuk ekstradisi, jika disetujui.

Huawei yang merupakan produsen perlengkapan komunikasi terbesar dunia, menghadapi rentetan tuduhan AS bahwa produk perlengkapannya membahayakan keamanan nasional. Dalam tanggapannya, Huawei menegaskan tuduhan semacam itu tidak berdasar.

Diketahui bahwa setelah ditangkap pada 1 Desember 2018, Meng dibebaskan otoritas Kanada usai membayar jaminan CAN$ 10 juta. Saat ini Meng tinggal di sebuah rumah mewah di Vancouver, Kanada sembari menunggu ekstradisi terhadapnya berproses.

Selama berada di Kanada, Meng diwajibkan memakai gelang kaki elektronik untuk memantau pergerakannya. Dia juga dilarang keluar rumah pada pukul 23.00 malam hingga pukul 07.00 pagi setiap harinya.

(nvc/ita)

Menlu Turki Tuduh Negara Barat Berupaya Tutupi Pembunuhan Khashoggi

Istanbul – Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, menyebut sejumlah negara Barat berupaya menutupi pembunuhan wartawan kawakan Arab SaudiJamal Khashoggi. Turki kini tengah bersiap untuk penyelidikan internasional demi menyingkap tabir kasus ini.

“Kita lihat bagaimana mereka yang bicara soal kebebasan pers di dunia, menutupi hal ini ketika mereka melihat uang,” cetus Cavusolgu saat bicara dalam pertemuan kaum muda di Istanbul seperti dilaporkan Anadolu Agency dan dilansir Hurriyet Daily News, Rabu (23/1/2019).

Pernyataan Cavusoglu itu merujuk pada negara-negara Barat, namun tidak disebut lebih lanjut negara mana yang dimaksudnya.



Khashoggi yang merupakan wartawan senior Saudi dan kolumnis The Washington Post ini tewas dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober lalu. Tim intelijen Saudi yang sengaja dikirimkan ke Istanbul, diduga kuat ada di balik pembunuhan itu.

Otoritas Saudi yang awalnya menyangkal, akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas dibunuh di dalam konsulatnya. Namun Saudi menyebut Khashoggi tewas dalam operasi liar. Otoritas Saudi juga membantah tuduhan banyak pihak yang mencurigai Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman terlibat.

Otoritas Turki yang terus melakukan penyelidikan atas kasus Khashoggi tersebut, belum berhasil menemukan jenazahnya. Turki juga mengeluhkan kurangnya kerja sama dari Saudi yang terkesan tidak ingin kasus ini mencapai titik terang.

Cavusoglu menegaskan, otoritas Turki selalu bertindak bijaksana dalam menangani kasus ini. Dia juga menyebut bahwa Turki menyadari hambatan-hambatan yang muncul dalam upaya menuntaskan kasus Khashoggi ini.

“Sekarang kita telah melakukan persiapan untuk penyelidikan internasional dalam beberapa hari ke depan. Kita akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” tegas Cavusoglu.

Beberapa waktu lalu, Turki menyerukan kepada Saudi untuk mengekstradisi para tersangka yang ditahan terkait pembunuhan Khashoggi. Seruan Turki itu ditolak mentah-mentah oleh otoritas Saudi.

(nvc/ita)

Jet Pribadi yang Ditumpangi Pesepakbola Argentina Belum Ditemukan

Jakarta – Jet pribadi yang membawa pesepakbola Argentin, Emiliano Sala, hilang kontak di selat Inggris saat terbang menuju Cardiff, Wales. Kepolisian Kepulauan Guernsey yang melakukan pencarian menghentikan sementara upaya tersebut.

“Operasi pencarian dan penyelamatan telah ditunda karena matahari sekarang telah terbenam,” kata Polisi Kepulauan Guernsey seperti dilansir Reuter, Selasa (22/1/2019).


Kepolisian setempat mengatakan sejumlah benda ditemukan mengambang selama pencarian. Namun belum bisa dipastikan apakah benda tersebut merupakan bangkai pesawat.

“Rencana saat ini adalah melanjutkan pencarian saat matahari terbit besok,” ujarnya.

Pesawat tersebut hilang kontak sejak pukul 21.30, Senin (22/1/2019) waktu setempat. Pesawat bermesin tunggal tersebut hilang dari radar di dekat mercusuar Casquets yang berada di Alderney, Kepulauan Channel.

Sala diketahui sedang mengurus proses kepindahannya dari klub Liga Prancis ke klub asal Wales, Cardiff City. Dalam penerbangan tersebut, jet pribadi itu hanya mambawa Sala dan pilotnya.
(abw/zak)

Serangan Israel Tewaskan Tentara Hamas di Gaza

Jakarta – Serangan militer Israel di Gaza, Palestina, menewaskan seorang pejuang saya militer Hamas. Empat orang lainnya juga menderita luka-luka akibat serangan tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (22/1/2019), serangan itu terjadi beberapa saat setelah aksi protes warga Palestina di Nablus.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan korban tewas bernama Mahmoud al-Nabahin (24). Sayap militer Hamas, Izzudin al-Qassam menyatakan Mahmoud merupakan anggotanya.

“Serangan udara itu menyebabkan empat warga Palestina lainnya cedera, salah satunya (cedera) serius,” kata pihak Kementerian Kesehatan Palestina.

Sebelum serangan di Gaza, tentara Israel juga menembak mati seorang warga Palestina di Nablus. Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut hasil penyelidikan menunjukkan warga tersebut tiba dengan mobil dan berusaha menikam seorang tentara yang menjaga pos pemeriksaan.

“Seorang tentara lainnya merespons dengan menembak ke tentara itu dan menetralisasinya,” demikian pernyataan militer Israel. Tidak ada tentara Israel yang luka-luka dalam serangan itu.
(abw/zak)

Pendakian Terakhir Gigi Wu Si ‘Bikini Climber’

TaipeiBatongguan Historic Trail di Taman Nasional Yushan jadi destinasi pendakian terakhir Gigi Wu si ‘Bikini Climber’. Petualangan perempuan asal Taiwan berusia 36 tahun yang dijuluki pun terhenti.

Wu tewas setelah terjatuh dari jurang dengan ketinggian 20-30 meter. Perempuan tersebut sempat meminta bantuan ke layanan darurat dan teman-temannya menggunakan telepon satelitnya.

Wu mengabarkan dirinya mengalami luka parah dan tidak bisa menggerakkan bagian bawah tubuhnya pada Sabtu (19/1) waktu setempat. Wu sempat mengirimkan titik koordinat yang menjadi lokasi jatuhnya. Namun, akhirnya Wu tewas karena diduga mengalami hipotermia.

Otoritas setempat sempat menggunakan helikopter dalam upaya evakuasi. Namun karena menghadapi cuaca buruk, petugas berusaha menjangkau posisi Wu dengan berjalan kaki.

Pendakian Terakhir Gigi Wu Si 'Bikini Climber'Wu mengaku sudah mendaki 100 gunung (Foto: Photo from Facebook/Gigi Wu via Taiwan News)

Lin Cheng-yi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat Distrik Nantou menyebut tim penyelamat menempuh pendakian selama 28 jam untuk tiba di lokasi Wu. Tim penyelamat hanya tidur 3 jam karena suhu udara sempat menurun drastis.


Petugas menemukan Wu pada Senin (21/1) waktu setempat atau 43 jam setelah dia melakukan panggilan darurat. Warga asli New Taipei City ini ditemukan tewas. Jenazahnya sedang dievakuasi tim penyelamat Taiwan pada Selasa (22/1).
Bikini Climber

Wu sebagai pendaki mendapatkan sebutan ‘Bikini Climber’ karena aksinya memakai bikini saat mendaki gunung. Dalam beberapa tahun terakhir, Wu berhasil mendaki 100 puncak gunung dan berfoto menggunakan bikini.

Keberahasilan menaklukkan gunung-gunung sulit di Taiwan memakai bikini membuatnya tenar di media sosial. Halaman Facebook Wu sendiri sudah memiliki 14 ribu pengikut.

Wu berfoto dengan bikini ketika mencapai puncak gunung yang didakinyaWu berfoto dengan bikini ketika mencapai puncak gunung yang didakinya (Foto: Facebook/Gigi Wu via news.ltn.com.tw)

Dilansir AFP dan Taiwan News, Selasa (22/1), Wu memang tetap memakai pakaian hiking saat mendaki. Dia baru berpose memakai bikini saat mencapai puncak.
Tahun 2018, dalam wawancara dengan televisi lokal Taiwan, FTV, Wu mengklaim 100 puncak telah ditaklukkannya dalam empat tahun terakhir. Namun Wu memang tidak menyebutkan rinci gunung-gunung yang telah didakinya.

“Saya memakai bikini di setiap puncak gunung dari total 100 gunung. Saya hanya punya sekitar 97 bikini jadi saya tidak sengaja mengulang beberapa bikini di antaranya,” tutur Wu dalam wawancara saat itu.

Ketika ditanya lebih lanjut soal mengapa dia melakukan hal semacam ini, Wu menjawab: “Itu terlihat sangat indah, apa yang tidak disukai?”
(jbr/zak)

Wali Kota Gdansk Tewas Ditikam, Kepala Keamanan Acara Amal Ditahan

Warsawa – Kepolisian Polandia menahan kepala keamanan pada acara amal yang menjadi lokasi penikaman Wali Kota Gdansk, Pawel Adamowicz, hingga tewas. Sang kepala keamanan ditahan karena ketahuan berbohong saat menyebut pelaku penikaman memakai tanda pengenal pers.

Seperti dilansir AFP, Selasa (22/1/2019), jaksa setempat menyebut kepala keamanan bernama Dariusz S itu dengan sengaja mengklaim bahwa pelaku menggunakan tanda pengenal pers saat masuk ke dalam panggung acara saat Wali Kota Adamowicz sedang berpidato pada acara amal 13 Januari lalu.

“Dariusz S memberikan polisi sebuah tanda pengenal pers untuk menutupi kekurangan pada keamanan acara tersebut,” sebut juru bicara kantor jaksa Gdansk, Grazyna Wawryniuk.


Tapi menurut para penyidik, pelaku penikaman yang diidentifikasi bernama Stefan W ‘tidak memakai tanda pengenal semacam itu saat melakukan aksinya’.
Ditambahkan jaksa Wawryniuk bahwa Dariusz S juga diduga menekan salah satu bawahannya untuk memberikan keterangan palsu. Jika dinyatakan bersalah, Dariusz S terancam hukuman maksimal 8 tahun penjara.

Pada Senin (21/1) waktu setempat, Menteri Dalam Negeri Polandia, Joachim Brudzinski, mencabut izin perusahaan keamanan Tajfun yang ditugaskan menjaga keamanan untuk acara amal tersebut. Brudzinski juga memerintahkan pengkajian terhadap personel Kepolisian Gdansk, setelah muncul informasi bahwa kepolisian setempat gagal menindaklanjuti informasi yang menyebut Stefan sosok berbahaya sebelum penikaman terjadi.

Stefan diketahui pernah dipenjara selama lebih dari lima tahun atas serentetan kasus perampokan bank dan baru bebas dari penjara pada Desember 2018.

Seorang rekan Stefan yang dipenjara dua tahun karena membantu perampokan itu, telah memberitahu polisi pada awal bulan ini bahwa dirinya menerima ancaman pembunuhan darinya. Ibunda Stefan sendiri juga memberikan peringatan kepada polisi sebelum anaknya dibebaskan, bahwa anaknya itu berbahaya dan berniat melakukan aksi spektakuler sebagai pembalasan atas penahanannya.

Stefan yang berusia 27 tahun itu tengah menunggu proses persidangan dan terancam hukuman penjara seumur hidup jika dinyatakan bersalah atas pembunuhan Adamowicz.

Pada Sabtu (19/1) lalu, puluhan ribu orang berkumpul di Gdansk untuk menghadiri pemakaman Adamowicz yang telah menjadi Wali Kota Gdansk selama 20 tahun.

(nvc/bag)

Terkatung di Perbatasan Bangladesh-India, 31 Warga Rohingya Ditangkap

New Delhi – Kepolisian India menangkap sedikitnya 31 warga minoritas muslim Rohingya, termasuk 17 anak-anak, yang terkatung-katung di perbatasan Bangladesh-India selama tiga hari. Penangkapan dilakukan setelah Bangladesh menolak untuk menampung mereka.

Pemerintahan India menganggap Rohingya sebagai warga asing yang ilegal dan memberikan ancaman keamanan. Selama ini India memerintahkan puluhan ribu pengungsi Rohingya yang hidup di berbagai lokasi terpisah di India untuk didata dan dipulangkan ke Myanmar.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (22/1/2019), sekitar 31 warga Rohingya yang ditangkap ini telah terkatung-katung sejak Jumat (18/1) lalu di sebuah lahan tanpa pemilik yang ada di antara perbatasan Bangladesh dan India.


Pembicaraan telah digelar antara otoritas perbatasan kedua negara sebanyak dua kali, namun gagal menemukan solusi.

“Kami menangkap mereka di bawah Undang-undang Warga Asing atas dakwaan masuk ke India tanpa dokumen perjalanan yang valid,” sebut Ajay Kumar Das, pejabat kepolisian di Tripura yang berbatasan dengan Bangladesh.

Ratusan ribu warga Rohingya melarikan diri dari rumah mereka di Rakhine, Myanmar selama beberapa tahun terakhir. Kebanyakan dari mereka berusaha menyelamatkan diri dari operasi militer Myanmar yang sarat kekerasan.

Banyak pengungsi Rohingya yang kini tinggal di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh, namun yang lain berakhir di India, negara-negara Asia Tenggara dan sekitarnya.

Dituturkan Badan Pengungsi PBB atau UNHCR bahwa 31 warga Rohingya yang ditangkap itu sebelumnya tinggal di Kashmir, India. Beberapa dari mereka bahkan disebut membawa kartu identitas pengungsi yang dirilis oleh UNHCR.

UNHCR diketahui telah mengeluarkan kartu identitas pengungsi bagi sekitar 16.500 warga Rohingya. Kartu identitas itu disebut bisa membantu ‘mencegah pelecehan, penangkapan sewenang-wenang, penahanan dan deportasi’. Namun sayangnya, India tidak mengakui kartu identitas dari UNHCR itu.

Pada Oktober 2018 lalu, otoritas India mendeportasi tujuh warga Rohingya ke Myanmar. Hal itu memicu protes dari kelompok-kelompok HAM global.

(nvc/bag)

Serangan Taliban di Markas Intelijen Afghanistan Tewaskan 65 Orang

Kabul – Sebuah ledakan bom mobil dan serangan bersenjata mengguncang markas intelijen Afghanistan. Sedikitnya 65 orang tewas dalam serangan yang diklaim oleh kelompok Taliban ini.

Seperti dilansir AFP, Selasa (22/1/2019), sumber-sumber keamanan setempat menyebut kelompok militan awalnya meledakkan bom yang dipasang di dalam kendaraan jenis Humvee yang melaju di dalam fasilitas pelatihan di markas intelijen Afghanistan di Maidan Shahr, Provinsi Wardak. yang berjarak 50 kilometer sebelah selatan Kabul.

Usai ledakan terjadi, sekelompok pria bersenjata datang dengan mobil ke lokasi dan mulai melepas tembakan.

“Kami mengevakuasi sekitar 65 jenazah dari reruntuhan kemarin,” sebut Wakil Kepala Dewan Provinsi setempat, Mohammad Sardar Bakhyari, dalam keterangannya pada Selasa (22/1) waktu setempat.
Pernyataan Bakhyari ini disampaikan setelah terjadi kebingungan soal jumlah korban tewas. Satu pejabat awalnya menyebut 12 orang tewas dan pejabat lain menyebut ada 100 orang tewas.

Serangan itu terjadi di fasilitas pelatihan milik NDS, Badan Intelijen Afghanistan. Itu berarti jumlah korban tewas kemungkinan akan sulit dikonfirmasi.

Serangan bom dan aksi penembakan itu membuat bagian atap gedung runtuh sebagian. Anggota dewan Provinsi Wardak, Abdul Wahid Akbarzai, menyebut ada setidaknya tiga pelaku yang melakukan penembakan usai ledakan terjadi. Para pelaku, sebut Akbarzai, telah tewas dibunuh usai serangan terjadi.

Akbarzai menyebut kebanyakan korban tewas karena tertimpa atap yang runtuh. “Itu merupakan kehilangan besar. Pasukan NDS lebih terlatih dan memiliki perlengkapan lebih baik dibanding polisi Afghanistan dan tentara militer,” ucapnya.

Ditambahkan Akbarzai bahwa para pelaku memakai seragam yang biasa dipakai pasukan khusus Afghanistan, saat melakukan serangan ini. Taliban telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

(nvc/bag)

2 Kapal Tanker Terbakar Hebat di Dekat Crimea, 14 Orang Tewas

Kerch – Sedikitnya 14 orang tewas dan lima orang lainnya hilang setelah dua kapal tanker terbakar hebat di perairan Laut Hitam dekat wilayah Crimea yang dicaplok Rusia. Kebakaran terjadi saat kedua kapal bermuatan gas (LPG) itu sedang melakukan pemindahan bahan bakar di tengah lautan.

Seperti dilansir AFP, Selasa (22/1/2019), kedua kapal tanker yang sama-sama berbendera Tanzania sedang melakukan aktivitas transfer bahan bakar, ketika tiba-tiba kebakaran terjadi pada Senin (21/1) waktu setempat. ABK kedua kapal tanker itu langsung terjun ke laut setelah kebakaran terjadi.

“Ada 11 jenazah. Tiga orang lainnya ada di dalam air di depan mata para petugas penyelamat,” sebut juru bicara Badan Maritim dan Transportasi Sungai Federal Rusia, Alexei Kravchenko, kepada AFP.


Kravchenko menyatakan keyakinan bahwa tiga orang terdeteksi di dalam lautan itu sudah tewas.

Kedua kapal tanker bernama Kandy dan Maestro itu memiliki ABK dari India dan Turki. Kandy disebut memiliki 17 ABK dan Maestro memiliki 14 ABK.

Sekitar 12 orang berhasil selamat dari insiden ini.

“Tidak ada yang tahu di mana lima orang lainnya,” sebut Kravchenko merujuk pada korban yang masih hilang. “Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlanjut,” imbuhnya.

Insiden ini terjadi di perairan dekat Selat Kerch, yang menjadi titik ketegangan baru antara Rusia dan Ukraina. Pada November 2018, militer Rusia melepas tembakan dan menyita tiga kapal Angkatan Laut Ukraina yang berlayar di Selat Kerch. Penyitaan terjadi saat tiga kapal militer Ukraina itu hendak berlayar dari Laut Hitam ke Laut Azov. Konfrontasi itu menjadi bentrokan militer terbuka yang pertama antara Rusia dan Ukraina sejak 2014 saat Crimea dicaplok Rusia.

Situasi di lokasi saat dua kapal tanker berbendera Tanzania terbakar di perairan dekat CrimeaSituasi di lokasi saat dua kapal tanker berbendera Tanzania terbakar di perairan dekat Crimea Foto: REUTERS/Reuters TV

(nvc/bag)

Tragis! Turis Tewas Usai Tertimpa Jendela yang Jatuh dari Hotel Hong Kong

Hong Kong – Seorang turis tewas setelah tertimpa jendela yang jatuh dari lantai atas sebuah hotel di Hong Kong. Seorang pegawai hotel sempat ditangkap terkait insiden mengenaskan tersebut.

Seperti dilansir AFP, Selasa (22/1/2019), insiden ini terjadi di Mira Hotel yang terletak di distrik perbelanjaan Tsim Sha Tsui yang sibuk pada Senin (21/1) waktu setempat. Jendela yang menimpa turis itu terjatuh dari lantai 16 saat dibersihkan oleh si pegawai hotel yang ditangkap polisi.

Korban yang diidentifikasi sebagai seorang turis wanita berusia 24 tahun dari China itu sedang berada di trotoar dekat hotel saat tertimpa jendela dari atas. Dia mengalami luka parah dan dilarikan ke rumah sakit setempat, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.


Seorang turis laki-laki yang merupakan teman korban juga ikut tertimpa jendela yang jatuh, namun dia hanya mengalami luka ringan.
Kepolisian setempat kemudian menangkap seorang pegawai hotel yang bertugas membersihkan jendela yang terjatuh. Identitas pegawai hotel itu tidak disebut lebih lanjut, namun diketahui berjenis kelamin wanita.

Pegawai hotel itu ditangkap karena dianggap membiarkan objek jatuh dari gedung dan membahayakan publik. Namun belum diketahui pasti penyebab jendela itu terjatuh saat dibersihkan. Insiden ini memicu kekhawatiran publik karena ternyata jendela bisa terjatuh dari bagian luar sebuah hotel yang modern di kota dengan penuh gedung pencakar langit.

Juru bicara kepolisian setempat menuturkan kepada AFP bahwa pegawai hotel itu dibebaskan setelah membayar jaminan pada Selasa (22/1) waktu setempat. Dia diharuskan wajib lapor ke polisi pada awal Februari.

Penyelidikan insiden ini masih terus berlangsung. Otoritas setempat masih mencari tahu penyebab insiden fatal ini.

Pejabat kepolisian setempat, Chan Ka-ying, menuturkan kepada wartawan setempat bahwa jendela-jendela di hotel tersebut hanya bisa dibuka dengan kunci khusus oleh staf hotel tersebut. “Kami meyakini bahwa petugas pembersih berusaha membuka jendela dan jendela itu tiba-tiba jatuh setelah dia membukanya,” sebut Chan.

Mira Hotel sempat menjadi pemberitaan besar tahun 2013 lalu saat whistleblower Edward Snowden menjadikannya sebagai ‘tempat persembunyian’ selama di Hong Kong, setelah dia melarikan diri dari Amerika Serikat (AS) sambil membawa sejumlah besar informasi soal program pengintaian pemerintah.

Pihak hotel tidak menanggapi insiden jendela jatuh yang memakan korban jiwa itu. Namun laporan media lokal menyebut pihak Mira Hotel berjanji akan bekerja sama dengan otoritas setempat terkait penyelidikan insiden ini.

(nvc/bag)

Pria Palestina Ditembak Mati Tentara Israel di Tepi Barat

Tepi Barat – Seorang pria Palestina tewas ditembak oleh tentara Israel di Nablus, Tepi Barat. Militer Israel menyebut pria Palestina itu ditembak setelah berusaha menyerang tentaranya.

“Seorang warga Palestina tewas dibunuh setelah pasukan pendudukan (Israel-red) melepas tembakan ke arahnya,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina, seperti dilansir AFP, Selasa (22/1/2019).

Kantor berita Palestina, WAFA News Agency, seperti dilansir Anadolu Agency menyebut pria Palestina yang ditembak itu bernama Mohammed Fevzi Adevi (36).


Insiden tersebut dilaporkan terjadi di pos pemeriksaan militer Huwara di Nablus bagain selatan.

Pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina itu disampaikan setelah militer Israel menyatakan tentara-tentaranya telah ‘menetralisasi’ seorang penyerang bersenjatakan pisau di area yang sama.

Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut hasil penyelidikan menunjukkan penyerang itu tiba dengan mobil dari Nablus dan berusaha menikam seorang tentara yang menjaga pos pemeriksaan.

“Seorang tentara lainnya merespons dengan menembak ke tentara itu dan menetralisasinya,” demikian pernyataan militer Israel. Tidak ada tentara Israel yang luka-luka dalam serangan itu.

Diketahui bahwa Israel selalu menindak tegas setiap warga Palestina yang disebutnya melakukan serangan seperti ‘berupaya menikam’ atau ‘berupaya menabrakkan mobil’ ke warga Israel. Organisasi-organisasi HAM menuduh Israel melakukan eksekusi terhadap warga Palestina.

(nvc/bag)

Dilindungi Pemerintah, Jurnalis Meksiko Diduga Tewas Dibunuh

Mexico City – Seorang jurnalis ditemukan tewas di wilayah Meksiko bagian barat laut. Terdapat luka-luka di bagian toraks pada jenazah jurnalis yang diduga dibunuh tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (22/1/2019), jenazah itu diidentifikasi sebagai Rafael Murua Manriquez (34) yang merupakan jurnalis radio setempat.

Jenazah Manriquez ditemukan pada Minggu (20/1) sore waktu setempat, di tepi jalanan antara kota Santa Rosalia dan San Ignacio yang ada di wilayah Baja California Sur. Dituturkan kantor jaksa setempat bahwa jenazah itu memiliki luka-luka di bagian toraks atau dada. Tidak dijelaskan lebih lanjut soal luka tersebut.


Kronologi kematian Manriquez belum diketahui secara jelas. Belum ada satupun tersangka yang ditangkap terkait kematian Manriquez.
Menurut kelompok advokasi Article 19, Manriquez merupakan direktur sebuah stasiun radio komunitas bernama Radiokashana di kota Mulega, Baja California Sur. Wilayah Baja California Sur dikenal atas resort pantai Los Cabos yang glamor. Namun pertikaian sengit antara kartel-kartel narkoba setempat yang saling bermusuhan memicu rentetan aksi kekerasan dalam beberapa tahun terakhir.

Manriquez sendiri diketahui pernah menerima sejumlah ancaman pembunuhan tahun lalu. Ancaman pembunuhan disebut datang dari pejabat setempat. Manriquez berada di bawah program perlindungan yang dijalankan pemerintah Meksiko terhadap jurnalis dan aktivis yang berisiko dalam bahaya. Dia bergabung dengan program itu sejak tahun 2017.

Gubernur Baja California Sur, Carlos Mendoza, mengecam pembunuhan Manqiuez tersebut. “Tindak kejahatan pengecut ini akan dihukum,” tegasnya.

“Solidaritas saya untuk keluarga korban dan semua jurnalis yang bekerja di Baja California Sur,” imbuhnya.

Manriquez masuk daftar panjang jurnalis yang menjadi korban tindak kekerasan di Meksiko. Kematian Manriqeuz ini merupakan kematian jurnalis kedua yang terjadi sejak Presiden Andres Manuel Lopez Obrador menjabat pada 1 Desember 2018.

Article 19 yang membela kebebasan berekspresi dan akses pada informasi, mencatat lebih dari 122 jurnalis dibunuh sejak tahun 2000 di Meksiko. Angka pembunuhan di Meksiko juga dilaporkan melonjak hingga mencapai lebih dari 33 ribu kasus sepanjang tahun 2018.

(nvc/bag)

Tewas Jatuh ke Jurang, Gigi Wu Si ‘Bikini Climber’ Sudah Mendaki 100 Gunung

Taipei – Sebelum tewas mengenaskan di jurang Taiwan, Gigi Wu yang dijuluki ‘BikiniClimber’ diketahui telah mendaki banyak gunung dan berfoto dengan bikini di setiap puncaknya. Diklaim oleh Wu bahwa dirinya sudah menaklukkan puncak 100 gunung dalam beberapa tahun terakhir.

Wu yang seorang pendaki amatir ini meraup ketenaran di media sosial setelah berhasil menaklukkan gunung-gunung sulit di Taiwan dengan memakai bikini. Wu kerap memposting foto petualangannya di halaman Facebook miliknya yang tercatat memiliki 14 ribu pengikut.

Dalam foto-fotonya saat ada di berbagai puncak gunung, wanita berusia 36 tahun yang merupakan warga New Taipei City tidak pernah lupa memakai bikini. Hal itu menjadi rutinitas Wu setiap kali berhasil menaklukkan puncak gunung yang didakinya. Bahkan Wu tetap berbikini di tengah suhu dingin membekukan.



Seperti dilansir AFP dan Taiwan News, Selasa (22/1/2019), bikini itu tidak dipakai Wu selama pendakian. Diketahui bahwa Wu biasanya memakai pakaian hiking saat melakukan pendakian dan baru berganti bikin saat dia mencapai puncak gunung.

Dalam wawancara dengan televisi lokal Taiwan, FTV, tahun 2018 lalu, Wu mengklaim dirinya telah menaklukkan lebih dari 100 puncak gunung dalam empat tahun terakhir. Saat itu Wu tidak menyebut secara detail gunung apa saja yang sudah ditaklukkannya.

“Saya memakai bikini di setiap puncak gunung dari total 100 gunung. Saya hanya punya sekitar 97 bikini jadi saya tidak sengaja mengulang beberapa bikini di antaranya,” tutur Wu dalam wawancara saat itu.

Ketika ditanya lebih lanjut soal mengapa dia melakukan hal semacam ini, Wu menjawab: “Itu terlihat sangat indah, apa yang tidak disukai?”

Sangat disayangkan, kegemaran Wu itu membuatnya kehilangan nyawa. Wu tewas setelah terjatuh ke jurang sedalam 20-30 meter saat melakukan pendakian terbaru di kawasan Taman Nasional Yushan, Taiwan. Otoritas Taiwan meyakini Wu tewas akibat hipotermia saat menunggu tim penyelamat datang.

Diketahui bahwa meski Taiwan merupakan negara tropis, suhu dingin menyelimuti area-area pegunungan setempat terutama yang tingginya mencapai di atas 3 ribu meter. Saat musim dingin, suhu udara di lereng pegunungan Taiwan bisa turun secara drastis hingga di bawah titik beku.

Media lokal, Apple Daily, melaporkan bahwa Wu masuk ke kawasan pegunungan di Taman Nasional Yushan pada 11 Januari lalu. Dia masuk dari kawasan Dongpu di distrik Nantou dan berniat mendaki Batongguan Historic Trail hingga 24 Januari. Wu diketahui sempat memposting rute pendakiannya selama 25 hari, mulai dari Gunung Nanhua hingga Gunung Cho-she, di halaman Facebook-nya.

Namun sebelum menyelesaikan pendakian dan mencapai tujuan, Wu tergelincir dan jatuh ke jurang. Laporan media setempat menyebut Wu jatuh di dekat Gunung Mabolasi. Upaya penyelamatan terhadap Wu mengalami hambatan cuaca buruk.

Wu ditemukan tim penyelamat pada Senin (21/1) waktu setempat atau 43 jam setelah dia melakukan panggilan darurat pada Sabtu (19/1) lalu. Saat ditemukan, Wu tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Jenazahnya dievakuasi oleh tim penyelamat pada Selasa (22/1) waktu setempat.

(nvc/bag)

Jatuh ke Jurang, Gigi Wu Si ‘Bikini Climber’ Taiwan Tewas Akibat Hipotermia

Taipei – Gigi Wu, wanita Taiwan yang dijuluki sebagai ‘Bikini Climber‘ tewas setelah jatuh ke jurang sedalam 20-30 meter. Wu sempat menunggu tim penyelamat sebelum akhirnya tewas karena diduga mengalami hipotermia.

Seperti dilansir Taiwan News dan media Inggris, The Independent, Selasa (22/1/2019), Gigi Wu diketahui masuk ke wilayah distrik Nantou pada 11 Januari lalu dan berniat mendaki Batongguan Historic Trail di Taman Nasional Yushan hingga 24 Januari. Namun sebelum mencapai tujuan, Wu yang berusia 36 tahun ini tergelincir dan jatuh ke jurang sedalam 20-30 meter. Tidak diketahui apakah dia mendaki sendirian atau mendaki dalam kelompok.

Pada Sabtu (19/1) waktu setempat, Wu sempat meminta bantuan dengan telepon satelit yang dibawanya. Dengan telepon satelit itu, Wu menghubungi layanan darurat dan teman-temannya untuk memberi tahu bahwa dia jatuh ke jurang. Wu menyebut dirinya mengalami luka parah. Wu juga menyatakan bahwa dirinya tidak bisa menggerakkan bagian bawah tubuhnya setelah terjatuh ke jurang. Namun Wu berhasil memberitahu titik koordinat yang menjadi lokasi jatuhnya.


Upaya penyelamatan dilakukan otoritas setempat dengan mengerahkan helikopter. Namun akibat cuaca buruk, helikopter penyelamat gagal menemukan lokasi Wu. Tim penyelamat pun berusaha menjangkau lokasi Wu dengan berjalan kaki.
Lin Cheng-yi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat Distrik Nantou menyebut bahwa tim penyelamat harus melakukan pendakian selama 28 jam untuk bisa mencapai lokasi Wu. Tim penyelamat hanya tidur selama 3 jam karena suhu udara sempat menurun drastis.

Diketahui bahwa meski Taiwan merupakan negara tropis, suhu dingin menyelimuti area-area pegunungan setempat terutama yang tingginya mencapai di atas 3 ribu meter. Saat musim dingin, suhu udara di lereng pegunungan Taiwan bisa turun secara drastis di bawah titik beku.

Wu berhasil ditemukan oleh tim penyelamat pada Senin (21/1) waktu setempat atau 43 jam setelah dia melakukan panggilan darurat. Namun sayangnya dia telah meninggal dunia saat ditemukan. Jenazahnya sedang dievakuasi oleh tim penyelamat Taiwan pada Selasa (22/1) waktu setempat.

Otoritas setempat meyakini Wu meninggal dunia karena hipotermia.

Tidak diketahui pasti apakah Wu sedang memakai bikini saat terjatuh. Namun selama ini, Wu yang warga asli New Taipei City ini diketahui biasa memakai pakaian hiking saat melakukan pendakian dan baru berganti bikini saat sudah mencapai puncak gunung.

Wu yang seorang pendaki amatir ini meraup ketenaran karena berhasil menaklukkan gunung-gunung sulit di Taiwan dengan memakai bikini. Wu kerap memposting foto petualangannya di halaman Facebook miliknya yang tercatat memiliki 14 ribu pengikut. Mendengar kabar kepergiannya ini, ratusan pengikut Wu di media sosial menyampaikan belasungkawa dengan memposting pesan di halaman Facebook-nya.

(nvc/bag)

Pendaki Wanita ‘Bikini Climber’ Tewas Usai Jatuh ke Jurang di Taiwan

Taipei – Seorang pendaki wanita asal Taiwan, Gigi Wu, yang dijuluki sebagai ‘Bikini Climber‘ tewas setelah terjatuh ke jurang. Wu selama ini dikenal di media sosial kerap berfoto di puncak gunung dengan hanya memakai bikini.

Seperti dilansir AFP, Selasa (22/1/2019), jenazah Wu (36) berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim penyelamat Taiwan pada Selasa (22/1) waktu setempat.

Belum diketahui pasti kronologi insiden ini. Namun dilaporkan bahwa Wu sempat menggunakan telepon satelit untuk menghubungi teman-temannya pada Sabtu (19/1) lalu dan memberi tahu mereka bahwa dia terjatuh ke jurang di Taman Nasional Yushan, Taiwan.


Dalam telepon itu, Wu menyebut dirinya mengalami luka parah.

Helikopter penyelamat dikerahkan dan berjuang mencari keberadaan Wu. Namun upaya penyelamatan itu berhadapan dengan cuaca buruk. Petugas baru berhasil menemukan lokasi Wu pada Senin (21/1) waktu setempat. Saat ditemukan, Wu sudah tidak bernyawa.

“Kondisi cuaca di pegunungan tidak bagus, kami meminta para petugas penyelamat untuk mengevakuasi jenazahnya ke tempat yang lebih terbuka dan setelah cuaca jernih kami akan meminta helikopter membawa jenazah itu,” tutur Lin Cheng-yi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat Distrik Nantou.

Otoritas setempat menyebut Wu sempat memberitahu teman-temannya bahwa dia tidak bisa menggerakkan bagian bawah tubuhnya setelah terjatuh ke jurang sedalam 20-30 meter. Namun Wu berhasil memberitahu titik koordinat yang menjadi lokasi jatuhnya.

Sosok Wu banyak dilirik pengguna media sosial Taiwan karena aksi petualangannya yang melakukan pendakian dan kemudian berfoto di puncak gunung dengan hanya memakai bikini two piece. Julukan ‘Bikini Climber‘ diberikan oleh para penggemar Wu.

(nvc/bag)

Lima Pasukan Kurdi Tewas Akibat Serangan Bom Bunuh Diri

Jakarta – Lima orang pasukan Kurdi tewas akibat bom bunuh diri di Suriah. Bom bunuh diri itu meledak saat pasukan militer Amerika Serikat (AS) dan pasukan Kurdi konvoi.

Seperti dilansir AFP, Senin (21/1/2019), ISIS mengklaim sebagai otak di balik serangan bom bunuh diri tersebut.

“Seorang penyerang bunuh diri yang mengendarai mobil bermuatan bom menargetkan konvoi pasukan Amerika disertai oleh SDF di jalan Hasakeh-Shadadi,” kata observatory yang mengandalkan jaringan sumber di dalam wilayah Suriah.

Shadadi sendiri terletak di selatan Hasakeh. Daerah itu relatif terhindar dari perang di Suriah.

Seorang saksi mata mengatakan kepada AFP bahwa ledakan itu terjadi di pos pemeriksaan yang dikuasai oleh pasukan Kurdi. Ledakan terjadi sekitar 8 mil di luar Shadadi ketika konvoi itu melintas.

“Tidak ada korban di AS.” kata juru bicara koalisi Sean Ryan.

(zak/gbr)

Jerman Larang Izin Terbang Maskapai Iran di Wilayahnya

Jakarta – Jerman melarang izin maskapai penerbangan Iran, Mahan Air untuk memasuki wilayah Jerman. Hal ini dilakukan setelah Amerika Serikat (AS) menekan Jerman untuk mencabut izin tersebut.

Dilansir dari Reuters, Senin (21/1/2019), Jerman mencabut izin Mahan Air dari wilayahnya karena maskapai tersebut terlibat dalam pengangkutan peralatan dan personil militer ke Suriah, dan zona perang Timur Tengah lainnya.

Sebelumnya, pada tahun 2011 AS telah menjatuhkan sanksi kepada Mahan Air. Oleh AS, maskapai Iran itu dituding telah memberikan dukungan keuangan dan dukungan lainnya untuk mengawal revolusi Islam Iran. AS juga mendesak negara-negara Eropa lainnya untuk menjatuhkan sanksi serupa kepada Mahan Air.

Jerman Cabut Izin Terbang Maskapai Iran di WilayahnyaFoto: Pesawat Airbus A340-300 milik maskapai penerbangan Iran, Mahan Air tengah parkir di Bandara Duesseldorf DUS, Jerman pada 16 Januari 2019 lalu. (REUTERS / Wolfgang Rattay).

Salah satu sumber Reuters mengungkapkan, keputusan Jerman yang mencabut izin penerbangan Mahan Air ini sebagai tanda bahwa Jerman akan memberi sanksi yang lebih luas kepada Iran.
Sementara itu, saat dihubungi Reuters, Mahan Air di Taheran mengatakan tidak dapat mengomentari keputusan Jerman tersebut.

Mahan Air didirikan pada tahun 1992 sebagai maskapai penerbangan swasta pertama Iran. Mahan Air juga memiliki armada pesawat terbanyak Iran dan memiliki penerbangan ke sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis, Italia, Spanyol, dan Yunani.

Duta Besar AS di Berlin, Richard Grenell, yang telah lama keberatan dengan penerbangan Mahan Air ke Jerman, menyambut baik larangan tersebut.

“Mahan Air telah menerbangkan teroris, senjata, peralatan, dan dana ke lokasi internasional untuk mendukung kelompok proksi teroris Iran,” kata Richard dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters.

“Penggunaan Iran atas Mahan Air untuk mendukung rezim Assad di Suriah, misalnya, telah berkontribusi pada penderitaan manusia yang luar biasa, kekerasan, dan ketidakstabilan politik yang dirasakan di seluruh dunia,” lanjut Richard.

Namun Juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert membantah bahwa keputusan untuk melarang Mahan adalah hasil dari tekanan AS.

“Keputusan Jerman didasarkan pada pertimbangan kebutuhan keamanan kami,” ungkap Steffen dalam pernyataan resminya.

“Tidak dapat disangkal bahwa maskapai ini juga dapat mengangkut kargo ke Jerman yang mengancam keamanan kami. Ini didasarkan pada pengetahuan tentang aktivitas teroris masa lalu oleh Iran di Eropa, ” tambahnya.

Negara-negara Eropa memang tengah berada di bawah tekanan AS untuk memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran. Hal ini sejak Presiden Donald Trump pada 2018 lalu menarik AS keluar dari perjanjian non-proliferasi nuklir yang telah dicapai dengan Teheran di zaman pemerintahan Barack Obama.

Bersama dengan Iran, para penandatangan perjanjian lainnya seperti Jerman, Prancis, Inggris, Rusia dan Cina masih berusaha untuk tetap mempertahankan perjanjian tersebut.
(nvl/gbr)

Rampok 160 Kg Emas Senilai Rp 96 M, 3 Polisi Gadungan Dibui di Jepang

Tokyo – Sekelompok pencuri di Jepang yang berseragam polisi melakukan penipuan dan berhasil merampok emas batangan seberat 160 kilogram yang ditaksir bernilai hingga 750 juta Yen (Rp 96 miliar). Pekan ini, mereka diadili dan dijebloskan ke penjara.

Seperti dilansir AFP, Senin (21/1/2019), dalam kasus yang terjadi tahun 2016 ini, tiga terdakwa yang menyamar sebagai polisi gadungan itu mencegat sekelompok pria yang membawa sejumlah koper berisi emas batangan senilai 750 juta Yen di kota Fukuoka.

Dalam aksi yang terlihat seperti operasi kepolisian ini, para terdakwa memberitahu korban bahwa emas-emas batangan itu diselundupkan dan memerintahkan korban untuk menyerahkannya. Teperdaya dengan aksi para polisi gadungan itu, korban pun menyerahkan emas batangan itu tanpa curiga.


Pada Senin (21/1) waktu setempat, ketiga terdakwa dijatuhi vonis dalam persidangan yang digelar di Fukuoka.

“Vonis tujuh tahun penjara untuk Tomonori Shiraishi yang berusia 36 tahun dan 5,5 tahun penjara untuk Takahiro Shirane, 28 tahun, dan Takumi Uchida, 26 tahun,” demikian pernyataan juru bicara pengadilan setempat kepada AFP.

Perampokan itu terjadi saat korban hendak menjual emas-emas batangan seberat 160 kilogram itu. Kepada polisi sebenarnya, korban mengakui bahwa mereka baru saja membeli emas-emas batangan itu sehari sebelumnya perampokan terjadi.
(nvc/dhn)

2 Penonton Tewas dalam Festival Adu Banteng di India

New Delhi – Festival adu banteng kontroversial yang digelar di India memakan korban jiwa. Dua penonton tewas setelah diseruduk banteng yang mengamuk.

Seperti dilansir AFP, Senin (21/1/2019), insiden ini terjadi di Pudukottai, sebuah kota di wilayah Tamil Nadu yang menjadi lokasi digelarnya festival adu banteng bernama Jallikattu yang dihadiri ribuan orang. Para aktivis hewan menentang festival itu karena dinilai sarat kekejaman.

“Dua penonton diseruduk banteng di dekat arena. Salah satu dari mereka tewas seketika di lokasi dan yang lain meninggal di rumah sakit,” tutur pejabat kepolisian setempat, P Sangaraj, kepada AFP.


Otoritas setempat menyebut puluhan orang mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi Minggu (20/1) waktu setempat. Mereka yang luka-luka dilaporkan berusaha mengendalikan banteng itu dengan memegang tanduknya.

Dalam festival ini, siapa saja yang bisa mengendalikan banteng itu akan memenangkan hadiah.

Laporan otoritas setempat menyebut lebih dari 100 orang luka-luka sejak festival tahunan ini digelar sejak Rabu (16/1) pekan lalu. Pihak penyelenggara menyebut lebih dari 1.300 ekor banteng dilepaskan ke arena pada Minggu (20/1) kemarin.

Festival Jallikattu merupakan festival yang sangat populer di India meskipun sarat bahaya dan diwarnai kontroversi soal perlakuan terhadap banteng yang dinilai keji. Para aktivis hewan menyebut banteng-banteng itu dipaksa minum alkohol dan diberi bubu cabai di wajah agar agresif.

Tahun 2016, Mahkamah Agung India menyatakan Jallikattu melanggar hukum setelah kelompok aktivis hewan mengajukan gugatan dengan argumen banteng-banteng dianiaya saat festival berlangsung. Namun pihak penyelenggara dan otoritas Tamil Nadu menyangkal banteng-banteng diperlakukan keji. Mereka menyebut Jallikattu merupakan bagian penting dari budaya dan kearifan lokal.

Putusan Mahkamah Agung itu menuai banyak protes di wilayah lain hingga akhirnya pemerintah India yang berada di bawah tekanan, merilis perintah eksekutif untuk membatalkan putusan itu. Jallikattu pun kembali digelar sejak tahun 2017 lalu.

(nvc/dhn)

Wawancara Pria Gay, Pembawa Acara TV Mesir Dibui 1 Tahun

Kairo – Seorang pembawa acara televisi di Mesir diadili dan dijatuhi vonis satu tahun penjara karena mewawancarai seorang pria gay. Televisi yang menayangkan wawancara itu juga diberi sanksi oleh otoritas Mesir.

Seperti dilansir AFP, Senin (21/1/2019), pembawa acara televisi bernama Mohamed al-Gheiti ini dituduh mempromosikan homoseksualitas dan penodaan agama oleh pengadilan setempat. Padahal diketahui bahwa Al-Gheiti secara terang-terangan mengungkapkan pandangannya yang antihomoseksual.

Dalam persidangan yang digelar di Giza pada Minggu (20/1) waktu setempat, Al-Gheiti dijatuhi vonis satu tahun penjara.


Pengacara yang mewakili pihak yang melaporkan Al-Gheiti, Samir Sabri, menuturkan bahwa pembawa acara televisi itu juga dijatuhi hukuman denda sebesar 3.000 Pounds Mesir (Rp 2,3 juta). Tidak hanya itu, pengadilan juga memerintahkan agar Al-Gheiti ditempatkan di bawah pengawasan selama satu tahun setelah dia menyelesaikan masa hukumannya di penjara.
Atas vonis tersebut, Al-Gheiti memiliki hak untuk mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi. Vonis itu juga bisa ditangguhkan jika Al-Gheiti mampu membayar yang jaminan sebesar 1.000 Pounds Mesir atau setara Rp 793 ribu.

Kasus ini berawal pada Agustus 2018 saat Al-Gheisti mewawancarai seorang pria gay di talk show yang dibawakannya di televisi swasta LTC TV. Saat itu, topik soal homoseksual dibahas secara terang-terangan di televisi.

Selama wawancara dilakukan, pria gay yang menjadi narasumber Al-Gheiti itu disamarkan wajahnya untuk menyembunyikan identitasnya. Dalam wawancara itu, pria gay itu menyebut dirinya bekerja sebagai pekerja seks dan berbuka secara terang-terangan soal hubungannya dengan pria lain.

Usai wawancara itu ditayangkan LTC TV, Dewan Tinggi untuk Regulasi Media menangguhkan televisi swasta itu selama dua pekan atas alasan ‘pelanggaran profesional’. Dalam pernyataan saat itu, pihak Dewan Tinggi menyatakan LTC TV telah melanggar keputusan pihaknya yang ‘melarang penampilan kaum homoseksual atau promosi slogan-slogan mereka’.

Diketahui bahwa Dewan Tinggi melarang penampilan kaum homoseksual pada saluran apapun setelah sebuah bendara pelangi — yang menjadi simbol komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender — dikibarkan di tengah sebuah konser di Kairo tahun 2017 lalu. Saat itu, otoritas Mesir meluncurkan operasi besar-besaran terhadap kaum homoseksual, yang memicu kecaman keras kelompok-kelompok HAM.

Homoseksualitas tidak secara terang-terangan dinyatakan melanggar hukum di Mesir. Namun pada praktiknya, banyak kaum homoseksual yang diadili atas tuduhan perilaku cabul.

(nvc/dhn)

Gempuran Udara Israel ke Suriah Tewaskan 11 Orang

Damaskus – Serangan udara Israel terhadap sejumlah target di Suriah dilaporkan menewaskan 11 orang. Mereka yang tewas diketahui merupakan petempur pro-rezim Presiden Bashar al-Assad.

Militer Israel mengakui melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target Iran di Suriah pada Senin (21/1) pagi waktu setempat. Serangan udara itu dilakukan setelah Israel menembak jatuh sebuah roket yang diklaim ditembakkan dari wilayah Suriah.

Seperti dilansir AFP, Senin (21/1/2019), kelompok pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, melaporkan bahwa serangan udara Israel itu memakan korban jiwa. Bahkan Syrian Observatory menyebut serangan udara itu sebagai serangan Israel paling mematikan di Suriah sejak Mei 2018.

“Serangan-serangan Israel menargetkan posisi militer Iran dan Suriah di dekat dan sebelah selatan Damaskus telah menewaskan sedikitnya 11 petempur termasuk dua warga Suriah,” sebut Direktur Syrian Observatory, Rami Abdel Rahman.

Target-target yang digempur Israel, sebut Abdel Rahman, termasuk depot persenjataan milik kelompok milisi Lebanon, Hizbullah dan para petempur Iran.

Laporan Syrian Observatory menyebut serangan udara dan rudal darat-ke-darat yang ditembakkan Israel mengenai sejumlah target di sekitar ibu kota Damaskus, termasuk di dekat Bandara Damaskus dan dekat bandara militer Thaala.

Diketahui bahwa Israel bersumpah untuk menghentikan upaya Iran — sekutu rezim Assad — membangun pertahanan militer di Suriah, yang berbatasan dengan wilayahnya.

Pada Mei 2018, serangan udara yang dilancarkan militer Israel menewaskan 27 petempur pro-rezim Suriah, termasuk di antaranya 11 warga Iran. Serangan udara itu menargetkan belasan posisi militer Iran di dalam wilayah Suriah. Saat itu Israel mengklaim serangan udara itu menanggapi rentetan roket yang ditembakkan pasukan militer Iran di Suriah, ke wilayah Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel.

(nvc/dhn)

Panjat Tembok Kebun Binatang, Pria India Tewas Diserang Singa

New Delhi – Seorang pria di Punjab, India tewas diserang seekor singa di kebun binatang setempat. Serangan terjadi setelah pria itu nekat memanjat salah satu tembok kebun binatang itu.

Seperti dilansir AFP, Senin (21/1/2019), pria yang tewas itu diketahui nekat memanjat tembok setinggi 6 meter di Kebun Binatang Chhatbir pada Minggu (20/1) waktu setempat. Kebun binatang itu menjadi rumah bagi empat ekor singa.

Setelah memanjat tembok, pria yang tidak disebut namanya itu masuk ke area terlarang yang menjadi lokasi dia diserang singa.


Mendengar teriakan pria itu, para pegawai kebun binatang bergegas ke lokasi dan berusaha menyelamatkannya.

“Dia adalah seorang penyusup di kebun binatang. Kami membawanya ke rumah sakit tapi dia meninggal akibat luka-lukanya,” sebut pejabat Departemen Kehutanan setempat, Roshan Sunkaria.

Singa yang menyerang pria itu diketahui merupakan singa Asia yang merupakan spesies langka dan menjadi daya tarik pengunjung setempat. Saat ini diketahui hanya ada sekitar 500 ekor singa Asia di alam liar.

Tidak diketahui pasti alasan pria itu nekat memanjat tembok kebun binatang.

Pihak kebun binatang telah meningkatkan peringatan di dalam kawasannya dan menyarankan para pengunjung untuk selalu didampingi pemandu dan menjaga kendaraan mereka tetap terkunci.

(nvc/nvc)

Balita AS Berjalan ke Polisi Sambil Angkat Tangan Saat Ayah Ditangkap

Florida – Sebuah video yang menunjukkan seorang balita berjalan ke arah polisi sambil mengangkat kedua tangannya, menjadi viral di media sosial. Video itu dilaporkan diambil saat ayah balita itu ditangkap polisi.

Seperti dilansir CNN, Senin (21/1/2019), video yang viral itu diketahui direkam di Florida, Amerika Serikat (AS). Dalam video itu, terlihat seolah-olah balita perempuan itu berdiri sendiri di tengah jalan tanpa ada seorang pun yang berusaha membantunya. Hal ini sempat memicu kegeraman publik.

Namun video lain yang dirilis kepolisian setempat mengungkapkan sudut pandang lain dari insiden tersebut. Video itu diambil dari kamera yang terpasang pada badan personel kepolisian setempat.


Dituturkan Kepolisian Tallahassee bahwa insiden itu berawal saat polisi menindaklanjuti laporan pencurian oleh seorang pria bersenjata pada Kamis (17/1) lalu. Saat itu, polisi mencegat sebuah mobil yang diduga dikendarai pelaku pencurian. Di dalam mobil tersebut, terdapat dua anak-anak yang terdiri atas seorang balita perempuan berusia 2 tahun dan seorang balita laki-laki berusia 1 tahun.

Saat polisi sibuk menangkap tersangka, balita perempuan itu sendirian keluar dari mobil dan berjalan mendekati polisi sambil mengangkat kedua tangannya. Terdengar dalam video bahwa pria yang ditangkap mengakui dirinya adalah ayah dari balita itu. Tampaknya balita itu mengikuti gerakan sang ayah yang sedang ditangkap polisi.

Video viral yang direkam seorang pengendara yang berhenti di lampu merah itu menunjukkan momen seolah-olah balita itu dibiarkan sendirian. “Oh, dia mengangkat tangannya ke atas,” demikian suara seseorang yang terdengar dari video itu.

Terlihat juga dalam video itu bahwa polisi menodongkan senjata mereka ke arah kendaraan tersangka, saat balita perempuan itu berjalan mendekat.

Setelah video itu viral dan menuai kegeraman, polisi setempat merilis video dari sudut pandang berbeda yang diambil dari kamera yang terpasang pada badan personel kepolisian. Video itu mengungkap kejelasan bahwa polisi sebenarnya berusaha menenangkan balita itu dan memintanya menurunkan tangannya.

“Polisi menghentikan kendaraan itu dan mengikuti pelatihan mereka saat mereka mendapati seorang warga dewasa yang diduga membawa senjata keluar dari mobil truk,” sebut Kepala Kepolisian Tallahassee, Michael DeLeo.

“Saat itu, tak diduga, seorang bocah perempuan berusia 2 tahun keluar dari mobil truk dan mengikuti orangtuanya dengan berjalan menuju polisi sambil kedua tangannya terangkat,” imbuhnya.

Dalam video yang dirilis kepolisian, terdengar seorang polisi berupaya menenangkan balita itu. “Kamu baik-baik saja, ke sini nak, kamu baik-baik saja,” ucap polisi dalam video itu. “Nak, turunkan tanganmu, kami baik-baik saja,” imbuh polisi itu.

Di dalam mobil, terlihat satu balita lainnya yang berusia 1 tahun masih berada di atas kursi bayi. Polisi menemukan senjata api yang merupakan senapan angin di dalam mobil itu. Dua pria ditangkap dan kemudian didakwa atas pencurian. Dua balita itu kemudian diserahkan kepada ibunda mereka.

“Insiden ini menunjukkan pentingnya kamera yang menempel di badan yang memberikan perspektif berbeda untuk insiden yang sama,” tandas DeLeo.

(nvc/dhn)

Usai Diserang Roket, Israel Gempur Target-target Iran di Suriah

Tel Aviv – Militer Israel mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah roket yang ditembakkan dari wilayah Suriah. Militer Israel juga menyatakan pihaknya melancarkan serangan udara ke target-target Iran di Suriah menindaklanjuti serangan roket itu.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (21/1/2019), dalam pernyataannya, militer Israel menyatakan ‘saat ini tengah menyerang’ Pasukan Quds Garda Revolusioner Iran di Suriah dan memperingatkan militer Suriah untuk tidak melakukan ‘upaya membahayakan wilayah atau pasukan Israel’.

“Kami mulai menyerang target-target Quds Iran di wilayah Suriah. Kami memperingatkan Angkatan Bersenjata Iran untuk tidak berupaya membahayakan pasukan atau wilayah Israel,” tegas militer Israel dalam pernyataannya.


Pasukan Quds Iran merupakan pasukan bagian dari Garda Revolusioner Iran ditugaskan untuk operasi di luar negeri. Tidak dijelaskan lebih lanjut soal serangan udara yang dilakukan Israel pada Senin (21/1) pagi waktu setempat.
Dalam keterangan terpisah pada Minggu (20/1) waktu setempat, militer Israel menyatakan sistem pertahanan udaranya menembak jatuh sebuah roket yang ditembakkan dari wilayah Suriah. Tidak diketahui pasti siapa di balik serangan roket ke Israel itu.

Saat Israel mengumumkan serangan udaranya pada Senin (21/1) pagi waktu setempat, kantor berita Suriah, SANA, melaporkan bahwa sistem pertahanan udara milik Suriah menargetkan sejumlah tembakan ‘musuh’.

Sumber militer Suriah yang dikutip media nasional setempat menyebut Israel meluncurkan ‘serangan intens melalui gelombang rudal-rudal terarah’ dan mengklaim bahwa sistem pertahanan udara Suriah berhasil menghancurkan sebagian besar ‘target-target musuh’.

Sejumlah saksi mata di Damaskus menuturkan mereka mendengar suara ledakan keras di langit malam selama nyaris 1 jam.

Organisasi pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for HumanRights, melaporkan bahwa serangan rudal Israel ditargetkan di area Bandara Damaskus dan area sekitar ibu kota Damaskus. Disebutkan Syrian Observatory bahwa rudal-rudal Israel itu kebanyakan mengenai depot senjata milik Iran dan Hizbullah.

Diketahui bahwa Israel bersumpah untuk menghentikan upaya Iran membangun pertahanan militer di Suriah, yang berbatasan dengan wilayahnya. Militer Israel telah melancarkan ratusan serangan udara terhadap target-target yang diklaim terkait Iran dan upaya penyaluran senjata terhadap Hizbullah, milisi Lebanon, yang didukung Iran. Diketahui juga bahwa Israel sebelumnya jarang mengakui serangan-serangannya di Suriah.

Namun kini PM Netanyahu dan sejumlah pejabat Israel kini lebih terbuka bicara soal operasi militer Israel di Israel.

“Kami memiliki kebijakan permanen, untuk menyerang kubu Iran di Suriah dan melukai siapa saja yang berusaha melukai kami,” tegas Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kepada wartawan pada Minggu (20/1) waktu setempat.

(nvc/dhn)

Korban Tewas Ledakan Pipa di Meksiko Bertambah Jadi 85 Orang

Mexico City – Korban tewas akibat ledakan yang dipicu kebocoran pipa bahan bakar di Hidalgo, Meksiko bertambah menjadi 85 orang. Otoritas Meksiko bersumpah akan mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang disebabkan oleh aktivitas pencurian bahan bakar di pipa-pipa setempat.

Seperti dilansir AFP, Senin (21/1/2019), upaya pencarian korban di lokasi ledakan yang ada di wilayah Tlahuelilpan telah diakhiri pada Sabtu (19/1) malam. Keluarga sejumlah korban tewas mulai melakukan pemakaman. Namun otoritas setempat mengindikasikan jumlah korban tewas masih bisa bertambah.

Sebelum ledakan terjadi dan memicu kebakaran dahsyat pada Jumat (18/1) malam, sekitar 700 orang dilaporkan berkumpul di lokasi untuk mencuri tumpahan bensin yang menyembur dari pipa yang bocor. Kebanyakan korban tewas merupakan orang-orang yang terlibat dalam aktivitas ilegal itu.


Menteri Kesehatan Meksiko, Jorge Alcocer, menuturkan bahwa sejauh ini korban tewas dikonfirmasi mencapai 85 orang.
Sekitar 58 orang lainnya, sebut Alcocer, mengalami luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit di Hidalgo. Sedangkan beberapa korban luka lainnya yang kondisinya parah telah dipindahkan ke ibu kota Mexico City untuk mendapatkan perawatan medis secara khusus.

Upacara pemakaman untuk sejumlah korban mulai dilakukan, namun proses penyerangan jenazah sedikit lambat karena banyak korban tewas yang hangus terbakar hingga sulit dikenali. Kantor jaksa wilayah Hidalgo menyatakan 54 korban tewas belum bisa diidentifikasi dan membutuhkan analisis DNA.

Keluarga korban menyerukan kepada pemerintah untuk melanjutkan pencarian dan mengerahkan para pakar forensik. Warga yang belum berhasil menemukan anggota keluarganya yang masih hilang, merasa frustrasi dan lelah.

“Kami muak dan lelah mencari di setiap rumah sakit,” tutur Moises Mejia yang terus berupaya mencari istri dan saudara perempuannya.

“Saya tidak tahu apa yang dia pikirkan saat pergi ke sana (lokasi kejadian). Saya selalu melihatnya membeli bensin (di pom bensin). Saya tidak mengerti mengapa dia pergi ke sana untuk mencurinya,” ucap Antonio Garcia yang sedang mencari keponakannya, Lupillo (17).

Kebocoran pipa bensin yang memicu ledakan dan kebakaran dahsyat di Tlahuelilpan itu diduga dipicu oleh kesengajaan sejumlah orang yang menusuk-nusuk pipa. Personel militer sebenarnya telah dikerahkan ke lokasi untuk memblokir lokasi dan menertibkan warga yang terlibat aktivitas ilegal itu. Namun mereka tak kuasa mencegah ledakan.

Saat ditanya apakah orang-orang yang luka-luka dan dirawat di rumah sakit, akan dianggap sebagai tersangka pencurian, Jaksa Agung Alejandro Gertz menyatakan para penyidik tidak berupaya ‘menjadikan masyarakat sebagai korban’.

“Kita akan mencari pihak yang bertanggung jawab atas tindakan yang memicu tragedi ini. Menjadikan seluruh populasi sebagai korban bukan tugas dan tidak diatur dalam hukum,” tegasnya.

(nvc/dhn)

16 Jam Terdampar di Suhu Beku, Penumpang United Airlines Frustrasi

Ottawa – Berada di dalam pesawat yang terdampar di tengah suhu minus 30 derajat Celsius di Kanada membuat ratusan penumpang United Airlines frustrasi. Beberapa bahkan memutuskan untuk tidak melanjutkan penerbangan mereka.

Seperti dilansir CNN, Senin (21/1/2019), dalam insiden di Bandara Goose Bay, Provinsi Newfoundland and Labrador ini, sekitar 250 penumpang pesawat rute Newark-Hong Kong ini terdampar selama 16 jam di tengah suhu membekukan tanpa penghangat yang layak dan persediaan makanan yang menipis.

Insiden berawal saat pesawat dengan nomor penerbangan 179 ini lepas landas dari Newark, New Jersey, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (19/1) lalu. Di tengah penerbangan, seorang penumpang mengalami masalah medis dan pesawat melakukan pendaratan darurat di Bandara Goose Bay, Kanada sebelah timur pada Sabtu (19/1) pukul 21.31 waktu setempat.


Saat hendak melanjutkan penerbangan, pesawat mengalami gangguan mesin. Laporan menyebut suhu udara yang terlalu dingin, yakni mencapai minus 30 derajat Celsius, telah membuat pintu pesawat membeku.
Para penumpang tidak diperbolehkan turun dari pesawat karena tidak ada petugas di Bandara Goose Bay pada malam hari. Dari Sabtu (19/1) malam hingga ke Minggu (20/1) pagi waktu setempat, pesawat belum juga melanjutkan perjalanan dan para penumpang tetap berada di dalam kabin.

Situasi semakin buruk saat pemanas di kabin pesawat tidak mampu menghangatkan penumpang, padahal suhu udara di luar mencapai minus 30 derajat Celsius. Akibatnya, banyak penumpang yang menggigil karena hanya berselimutkan selimut tipis yang dibagikan awak kabin.

Salah satu penumpang bernama Sonjay Dutt menyebut dirinya mengirimkan pesan via Twitter kepada maskapai United Airlines untuk meminta bantuan, mengingat persediaan makanan dan minuman menipis. Pada Minggu (20/1) pagi waktu setempat, otoritas Goose Bay datang membawa donat dan kopi untuk para penumpang. Kemudian pesawat alternatif tiba di Goose Bay dan para penumpang dipindahkan ke sana dengan bus.

Pada Minggu (20/1) siang, pesawat alternatif itu lepas landas membawa penumpang kembali ke Newark, titik keberangkatan mereka. Salah satu penumpang pesawat itu, Lloyd Slade, menyebut dirinya ‘sangat lelah’ setelah merasakan terdampar di tengah suhu dingin selama berjam-jam.

Namun dia memuji para awak kabin yang terus berusaha melayani para penumpang. “Awak kabin/penerbangan sungguh luar biasa dan sangat membantu. (Markas United tidak terlalu),” sebut Slade.

Sedangkan Dutt menyebut suplai makanan tidak mampu memuaskan para penumpang yang marah. Namun dia bersyukur akhirnya bisa lepas dari situasi melelahkan itu. “Sungguh hari yang sangat sangat sangat panjang,” sebutnya via Twitter.

Satu penumpang lainnya, Steven Lau, menyebut para penumpang sangat gelisah dan frustrasi selama insiden berlangsung. Kendati demikian, Lau berterima kasih kepada otoritas setempat yang membawakan makanan untuk penumpang.

“Nyaris 24 jam sejak kami lepas landas dari Newark, jadi kami semua merasa gelisah dan frustrasi. Saya siap untuk keluar dari pesawat dan menuntaskan pengalaman ini,” ujarnya.

Lau mengatakan beberapa penumpang memutuskan membatalkan penerbangan mereka ke Hong Kong usai insiden tak terbayangkan itu.

(nvc/dhn)

Penumpang United Airlines 16 Jam Terdampar di Suhu -30 Derajat Celsius

Ottawa – Memprihatinkan! Ratusan penumpang maskapai United Airlines tujuan Hong Kong harus terdampar di landasan bandara Kanada di tengah suhu membekukan. Insiden ini dipicu oleh situasi darurat medis dan gangguan mesin pesawat.

Seperti dilansir AFP dan CNN, Senin (21/1/2019), insiden berawal saat pesawat United Airlines dengan nomor penerbangan 179 ini lepas landas dari Newark, New Jersey, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (19/1) lalu. Pesawat yang membawa 250 penumpang itu terbang menuju Hong Kong.

Namun di tengah penerbangan, seorang penumpang mengalami masalah medis dan pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Goose Bay di Provinsi Newfoundland and Labrador, Kanada sebelah timur.


Dilaporkan media lokal Kanada, CBC, bahwa setelah paramedis membawa penumpang yang mengalami masalah medis itu ke rumah sakit, pesawat tidak bisa lepas landas untuk melanjutkan penerbangan karena gangguan mesin.
Laporan menyebut suhu udara yang terlalu dingin, yakni mencapai minus 30 derajat Celsius, telah membuat pintu pesawat membeku.

Tanpa adanya petugas bea cukai yang bertugas pada malam itu, para penumpang terpaksa tetap tinggal di dalam pesawat. Situasi semakin buruk saat pemanas di kabin pesawat tidak mampu menghangatkan penumpang. Akibatnya, banyak penumpang yang mengigil karena hanya berselimutkan selimut tipis yang dibagikan awak kabin.

Situasi ini berlangsung selama berjam-jam dengan persediaan makanan dan minuman semakin menipis. Sekitar 10 jam kemudian atau pada Minggu (20/1) pagi waktu setempat, petugas setempat datang membawa suplai makanan dan minuman dari restoran cepat saji setempat yang terkenal akan kopi dan donutnya.

Salah satu penumpang pesawat itu, Sonjay Dutt, menyebut kedatangan makanan itu tidak mampu memuaskan para penumpang yang marah. Dutt juga mengeluhkan kondisi pemanas kabin yang tidak mampu menghangatkan penumpang.

Pesawat alternatif tiba di Goose Bay pada Minggu (20/1) pagi waktu setempat. Sekitar 16 jam kemudian, pesawat dipindahkan ke pesawat alternatif dengan bus. Pada Minggu (20/1) siang, pesawat alternatif itu akhirnya lepas landas membawa penumpang kembali ke Newark, titik keberangkatan mereka.

“Kami meminta maaf kepada para konsumen dan awak kabin melakukan semua hal yang mungkin untuk membantu mereka selama penundaan,” demikian pernyataan maskapai United Airlines.

Diketahui bahwa kebanyakan wilayah Kanada bagian timur, sama seperti pantai timur laut AS, dilanda gelombang dingin ekstrem yang diwarnai salju lebat hingga memicu banyak penerbangan.

(nvc/imk)

Gempa M 6,7 Guncang Chile

Gempa M 6,7 Guncang ChileShakemap gempa M 6,7 di Chile (Foto: USGS)

La Serena – Gempa bermagnitudo 6,7 mengguncang wilayah pantai utara Chile. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Dilansir dari Reuters, gempa terjadi pada Sabtu (19/1) pukul 22.32 waktu setempat berdasarkan informasi yang diberikan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Pusat gempa berjarak 15,6 kilometer selatan-barat daya Kota Coquimbo.

Seorang saksi melaporkan kepada Reuters bahwa adanya kerusakan kecil pada sejumlah bangunan dan pemadaman listrik di Kota La Serena yang berjarak 400 kilometer dari Ibu Kota Santiago. Namun USGS menyatakan, tidak ada potensi gelombang tsunami akibat gempa.

“Rasanya sangat kuat. Para wisatawan sangat gugup, tetapi tidak ada dampak yang serius terjadi,” kata salah seorang resepsionis sebuah hotel di La Serena, Camila Castillo kepada Reuters.



Sedangkan, seorang penambang dari perusahaan Antofagasta PLC mengatakan operasi pertambangan tetap berlangsung normal menyusul gempa yang terjadi di dekatnya. Sejauh ini, belum ada laporan mengenai korban ataupun dampak kerusakan dari otoritas terkait.

Negara yang berada di kawasan Amerika Selatan ini terletak dalam Cincin Api Pasifik. Negara ini pernah diguncang gempa bermagnitudo 8,8 pada tahun 2010.
(dkp/imk)

Kakek 80 Tahun Ditangkap karena Bakar Istri dalam Mobil

Jakarta – Seorang kakek berusia 80 tahun di Jepang ditangkap karena membunuh istrinya. Kakek bernama Masahiro Miyabara itu membunuh istrinya dengan membakarnya di dalam mobil.

Dikutip dari Japan Today, Sabtu (19/1/2019), peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (18/1) siang kemarin sekitar pukul 14.30 waktu setempat.

Masahiro tega membakar istrinya, Masuko Miyabara (79), yang duduk di sebuah mobil yang berada di sebuah lahan kosong di Kanazawa, Prefektur Ishikawa. Kepolisian menyatakan Masuko yang duduk di kursi penumpang bagian depan diguyur minyak oleh Masahiro dan kemudian dibakar.


Seorang pengendara yang melalui lokasi tersebut dan melihat apa yang terjadi langsung melapor ke polisi. Polisi dan petugas lain pun segera datang dan memadamkan api.

Masuko yang menderita luka bakar di seluruh tubuh kemudian dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal pada Jumat (18/1) malam.

Sementara itu, Masahiro ditemukan polisi berada tak jauh dari mobilnya. Masahiro mengalami luka bakar di kaki.

Masahiro mengakui perbuatannya dan mengaku hilang kesabaran usai mereka terlibat pertengkaran. Polisi mengatakan keduanya memang telah tinggal terpisah.
(rna/nvc)