10 Bocah Ditemukan Tewas Mengenaskan, Diduga Korban Praktik Sihir

Tanzania – Sepuluh anak ditemukan tewas dengan kondisi gigi dan alat kelamin terpotong di Tanzania Selatan. Diduga, sepuluh anak tewas menjadi korban praktik ritual sihir.

“Pembunuhan ini terkait dengan praktik sihir karena itu adalah tren kejahatan seperti itu, di mana pakar tanaman herbal meminta orang untuk mendapatkan bagian manusia ini untuk ritual mencari kekayaan,” kata Wakil Menteri Kesehatan Tanzania Faustine Ndugulile kepada CNN seperti dikutip mirror.co.uk, Kamis (31/1/2019).

Pejabat setempat mengatakan, kebanyakan anak-anak yang ditemukan tewas masih berusia 2 sampai 10 tahun. Penyidik menemukan sepuluh bocah ini dengan kondisi telinga, gigi, dan organ seksual sudah terpotong.


Anak-anak nahas ini juga sebelumnya dilaporkan diculik dari rumahnya di wilayah Njombe Barat Daya sejak awal tahun 2019. Pejabat setempat mengatakan, kasus penculik adalah peristiwa umum yang terjadi di Tanzania.

Bagian tubuh anak yang dimutilasi disebutkan untuk dicampur ke ramuan herbal. Ramuan tersebut diyakini bisa mendatangkan kekayaan dan keberuntungan.

Berdasarkan laporan BBC, PBB di Tanzania mengecam aksi penculikan dengan mutilasi terhadap anak yang terjadi di Tanzania. PBB siap membantu pemerintah untuk mengatasi kasus pembunuhan tersebut.

“PBB di Tanzania menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan komunitas anak-anak yang telah dibunuh secara brutal di Njombe selama beberapa minggu terakhir. Kami siap mendukung pemerintah dalam upaya mengatasi masalah ini,” kata koordinator penduduk PBB Alvaro Rodriguez di Tanzania.
(idn/dwia)

FBI Menelisik Agen Mata-mata China di Amerika

Washington DC – FBI sedang menyelidiki keberadaan mata-mata China yang diduga melakukan spionase di negeri Paman Sam tersebut. FBI menduga para mata-mata itu melakukan spionase ekonomi di nyaris seluruh kantor lapangan FBI di sejumlah wilayah.

Dirangkum detikcom, Rabu (30/1/2019), penyelidikan spionase ekonomi oleh China itu diungkap Direktur FBI, Christopher Wray, saat berbicara kepada Kongres AS pada Selasa (29/1) waktu setempat.

“China sangat jelas merupakan ancaman kontraintelijen paling signifikan yang kita hadapi,” sebut Wray kepada Komisi Intelijen Senat AS dalam rapat dengar pendapat (RDP) soal ancaman asing yang digelar di Gedung Kongres AS di Washington DC, sebagaimana dilansir dari AFP.

Pernyataan Wray disampaikan sehari setelah Departemen Kehakiman AS mengungkapkan 23 dakwaan untuk raksasa telekomunikasi China, Huawei. Dakwaan yang dijeratkan terdiri atas dakwaan mencuri rahasia teknologi dari T-Mobile, menipu perbankan AS hingga berupaya menghindari sanksi-sanksi AS untuk Iran.

Dalam RDP itu, otoritas intelijen AS menyebut China sebagai ancaman paling kuat baik secara politik, militer maupun ekonomi bagi AS. Ancaman China disebut terus berkembang seiring waktu. Laporan tahunan Worldwide Threat Assessment yang dirilis komunitas intelijen pekan ini menyebut China akan menargetkan sektor teknologi penting AS untuk dimata-matai dan dicuri setiap kali China merasa tidak bisa mengembangkan sendiri teknologi pentingnya.

“Kami juga khawatir soal potensi badan-badan intelijen dan keamanan China yang menggunakan perusahaan teknologi informasi China sebagai platform spionase rutin dan sistemis terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya,” demikian bunyi potongan laporan itu.

Dalam forum yang sama, Direktur Badan Intelijen Pertahanan AS, Letnan Jenderal Robert Ashley, menyebut pemimpin China dan Partai Komunis China membuat situasi sulit bagi para pengusaha China untuk betul-betul murni menjadi pengusaha dan menghindari kecurigaan.

“Huawei perlu mengambil keputusan soal arah yang ingin mereka ambil, soal bagaimana mereka mendukung pemerintahan China atau akan menjadi bisnis independen. Tantangannya … keputusan itu tidak terletak pada Huawei. Keputusan itu terletak pada CCP (Republik Rakyat China), terletak pada (Presiden) Xi Jinping,” kata Robert.
(rvk/idn)

Rencanakan Serangan Teror, 3 Warga Irak Ditangkap Polisi Jerman

Berlin – Tiga warga Irak ditangkap oleh Kepolisian Jerman. Ketiganya dicurigai sedang merencanakan serangan teror dengan melibatkan peledak, senjata api dan kendaraan.

Dituturkan jaksa Jerman, seperti dilansir AFP, Rabu (30/1/2019), bahwa dua tersangka di antaranya ‘memutuskan pada akhir tahun 2018 untuk melakukan serangan Islamis di Jerman’. Satu tersangka lainnya bertindak sebagai pendukung rencana serangan itu.

“Menurut penyelidikan sejauh ini, para tersangka belum memilih target untuk serangan mereka,” demikian pernyataan jaksa setempat.

“Apakah para tersangka tergabung dalam sebuah kelompok teroris masih harus diklarifikasi,” imbuh pernyataan itu.
Tiga warga Irak yang ditangkap itu diidentifikasi bernama Shahin F dan Hersh F yang sama-sama berusia 23 tahun dan Rauf S yang berusia 36 tahun.

Ketiganya ditangkap dalam penggerebekan pada Rabu (30/1) dini hari di Dithmarschen, wilayah Schleswig-Holstein, dekat perbatasan Denmark.

Disebutkan jaksa setempat bahwa Shahin telah mengakses instruksi manual perakitan bom secara online dan meminta seseorang di Inggris untuk mengirimkan sebuah sekring, yang berhasil digagalkan Kepolisian Inggris. Shahin dan Hersh juga mengumpulkan bahan-bahan peledak dari kembang api.

Kemudian keduanya meminta Rauf untuk mencarikan mereka sebuah senjata api, namun kemudian ditolak karena terlalu mahal. Dokumen jaksa menyebut senjata api jenis Makarov 9mm itu akan dibeli dari seorang pria bernama Walid Khaled YY.

Ditambahkan oleh jaksa bahwa ketiga pria Irak itu juga berniat menggunakan kendaraan dalam serangan mereka, sehingga Shahin mulai ikut kursus mengemudi pada awal tahun ini.

Terkait penyelidikan kasus ini, polisi Jerman juga melakukan penggeledahan di wilayah lainnya, seperti di Mecklenburg-Pommerania dan Baden-Wuerttemberg.

Laporan media ternama Jerman, Spiegel Online, yang mengutip sejumlah sumber keamanan menyebut ketiga pria Irak itu tiba di Jerman pada musim gugur tahun 2015, saat gelombang pengungsi menerjang Eropa.

(nvc/idh)

Wanita Penghibur yang Mengklaim Tahu Rahasia Trump Akui ‘Dibungkam’ Rusia

Moskow – Wanita penghibur asal Belarusia, Anastasia Vashukevich, yang mengklaim punya bukti soal upaya Rusia mencampuri pemilu Amerika Serikat (AS), kini mengklaim diperintahkan otoritas Rusia untuk bungkam. Hal ini diungkapkan Vashukevich setelah dia dibebaskan dari tahanan polisi Rusia pekan lalu.

Seperti dilansir CNN, Rabu (30/1/2019), Vashukevich mengungkapkan hal itu dalam wawancara eksklusif dengan CNN pada Selasa (29/1) waktu setempat.

Kepada CNN, Vashukevih mengakui dirinya diperintahkan oleh Dinas Keamanan Rusia untuk tidak bicara soal miliarder Rusia, Oleg Deripaska, yang pernah menjadi rekan bisnis Paul Manafort, mantan ketua kampanye Presiden AS Donald Trump.

“Saya melakukan sejumlah pembicaraan saat saya ada di dalam penjara Rusia,” ucap Vashukevich dalam wawancara itu. “Dan mereka menjelaskan kepada saya dengan sangat jelas soal apa yang harus saya lakukan, apa yang harus saya katakan dan apa yang tidak seharusnya saya katakan,” ungkapnya.
Saat ditanya lebih lanjut siapa yang menjelaskan hal tersebut kepadanya, Vashukevich menjawab: “Agen-agen Rusia.”

“Mereka mengatakan kepada saya, ‘Jangan sentuh Oleg Deripaska lagi’,” imbuh Vashukevich.

Wanita yang juga dikenal sebagai model dan memiliki nama lain Nastya Rybka di media sosial ini, sempat ditahan polisi Rusia sesaat setelah dia mendarat di Bandara Sheremetyevo, Moskow, awal bulan ini. Dia ditahan atas tuduhan melakukan perekrutan untuk prostitusi.

Vashukevich dibebaskan dari tahanan pekan lalu. Tidak diketahui pasti apakah kasus yang menjeratnya di Rusia akan dilanjutkan atau tidak. Namun diketahui bahwa melakukan perekrutan untuk prostitusi merupakan sebuah tindak pidana dengan ancaman maksimum 6 tahun penjara di Rusia.

Sebelum diterbangkan ke Rusia, Vashukevich terlebih dulu ditahan otoritas Thailand. Dia bersama sejumlah orang lainnya, termasuk Alex Kirillov yang mengklaim diri sebagai guru seks, ditangkap di Thailand saat menggelar ‘seminar seks’. Usai beberapa bulan ditahan dan disidangkan di Thailand, mereka dideportasi pada pertengahan bulan ini.

Namun diketahui bahwa saat ditahan di Thailand, Vashukevich pernah mengklaim punya bukti berupa rekaman audio berdurasi beberapa jam, yang diklaim bisa memberi titik terang soal dugaan keterkaitan para pejabat Rusia dengan terpilihnya Trump dalam pilpres AS tahun 2016.

Rekaman audio itu disebut berisi percakapan yang menunjukkan intervensi Rusia dalam pilpres AS, melalui seorang miliarder Rusia bernama Oleg Deripaska. Vashukevich mengaku pernah melihat langsung pertemuan antara Deripaska dengan tiga warga AS, saat dirinya menjadi wanita simpanan Deripaska. Klaim ini telah dibantah oleh pihak Deripaska.

Diketahui bahwa Deripaska menjadi salah satu subjek intrik politik di AS karena kedekatannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ditambah Deripaska merupakan bekas rekan bisnis Manafort, mantan ketua tim kampanye Trump yang kini terjerat berbagai kasus pidana.

Dalam wawancara terbaru dengan CNN, Vashukevich menyebut klaim yang disampaikannya tahun lalu hanyalah upaya menarik perhatian demi menyelamatkan nyawanya. Tidak diketahui pasti apakah klaim Vashukevich itu benar, namun yang jelas rekaman yang dimaksud belum pernah dirilis ke publik.

Saat ditanya apakah dirinya menyesal pernah melontarkan klaim semacam itu, Vashukevich menjawab: “Saya kira itu menyelamatkan nyawa saya, bagaimana bisa saya menyesalinya? Jika jurnalis tidak datang saat itu dan kisah itu tidak muncul di surat kabar, mungkin saya sudah mati sekarang.”

Diketahui juga bahwa saat disidang di Moskow sebelum dibebaskan, Vashukevich sempat meminta maaf kepada Deripaska karena menodai reputasinya.

(nvc/idh)

Bendungan Jebol di Brasil Tewaskan 84 Orang, 5 Insinyur Ditangkap

Brasilia – Lima insinyur, termasuk dua orang yang bekerja untuk perusahaan Jerman, ditangkap terkait jebolnya sebuah bendungan di Brasil. Jumlah korban tewas saat ini bertambah menjadi 84 orang.

Seperti dilansir AFP, Rabu (30/1/2019), tiga orang di antaranya yang ditangkap bekerja untuk Vale, pemilik tambang yang menjadi lokasi jebolnya bendungan tersebut pada Jumat (25/1) lalu. Jaksa setempat menyebut ketiganya terlibat langsung dalam proses pengajuan lisensi operasional area tambang tersebut.

Ketiganya ditangkap di Belo Horizonte, kota utama di negara bagian Minas Gerais yang menjadi lokasi kejadian.


Dua orang lainnya yang ditangkap disebut bekerja untuk TUEV SUED, sebuah perusahaan Jerman yang pada September lalu melakukan pemeriksaan keamanan terakhir pada bendungan yang jebol. Keduanya ditangkap di Sao Paulo.
Identitas kelima orang yang ditangkap tidak diungkap ke publik. Hanya disebutkan bahwa kelimanya akan ditahan hingga 30 hari ke depan, sembari diinterogasi oleh jaksa setempat.

Jaksa penuntut setempat menyatakan penyelidikan mereka ‘mengevaluasi tanggung jawab kriminal yang ditanggung perusahaan Vale’ dalam tragedi ini. Penyebab jebolnya bendungan itu masih belum diketahui pasti.

Juru bicara Departemen Pertahanan Sipil di Minas Gerais, Flavio Godinho, jumlah korban tewas saat ini mencapai 84 orang, dengan sekitar 276 orang lainnya masih hilang.

Secara terpisah, pihak TUEV SUED merilis pernyataan singkat yang isinya mengonfirmasi penangkapan dua pegawainya di Brasil. “Karena penyelidikan masih berlangsung, kami saat ini tidak dalam posisi memberikan lebih banyak informasi. Kami mendukung penuh penyelidikan,” demikian pernyataan TUEV SUED.

Vale yang merupakan salah satu perusahaan tambah bijih besi terbesar dunia, juga menyatakan pihaknya ‘bekerja secara penuh’ dengan otoritas setempat. Dalam pernyataannya, Vale menyebut pihaknya melakukan upaya-upaya untuk memberikan dukungan ‘tanpa syarat’ untuk keluarga korban tewas dan korban hilang.

Pada Selasa (29/1) waktu setempat, Vale kehilangan nyaris seperempat nilai sahamnya di bursa saham setempat karena para investor mulai bereaksi terhadap tragedi tersebut.

Jebolnya bendungan milik Vale itu memicu luapan lumpur yang menimbun kantin tempat para karyawan tambang makan sekaligus mengepung rumah-rumah warga, kendaraan dan jalanan setempat. Usai insiden terjadi, akses menuju kawasan itu sulit dijangkau. Bahkan regu-regu penyelamatan harus menggunakan helikopter dan alat-alat berat.

(nvc/idh)

Wanita Palestina Ditembak Mati Saat Hendak Tikam Tentara Israel

Yerusalem – Seorang wanita Palestina ditembak mati tentara Israel di pos pemeriksaan di Yerusalem. Penembakan dilakukan saat wanita itu berusaha menikam tentara Israel yang menjaga pos pemeriksaan.

Dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Rabu (30/1/2019), Kepolisian Israel hanya menyebut seorang wanita Palestina berupaya menikam tentaranya. Secara terpisah, otoritas Palestina menyebut wanita itu ditembak mati tentara Israel.

“Pada pos pemeriksaan keamanan di Zaim, seorang tersangka wanita berusaha menikam petugas keamanan yang berpatroli di area tersebut,” sebut juru bicara Kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, dalam pernyataannya.


Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Kesehatan Palestina menyebut wanita Palestina itu ditembak mati tentara Israel di Yerusalem Timur. Identitas wanita itu belum diketahui pasti.

Seorang fotografer AFP yang ada di lokasi menyebut wanita Palestina itu memakai pakaian serba hitam dengan wajah tertutup. Jenazah wanita Palestina itu, menurut fotografer AFP, dibawa pergi oleh tentara Israel.

Insiden itu terjadi di pos pemeriksaan yang memisahkan Yerusalem dengan Tepi Barat. Gelombang serangan penikaman terhadap warga Israel oleh warga Israel, khusus dalam serangan lone-wolf, mulai marak sejak tahun 2015.

(nvc/idh)

Ratusan Sekolah di Bangkok Diliburkan Gara-gara Kabut Beracun

Bangkok – Kabut beracun memaksa otoritas Bangkok di Thailand untuk meliburkan ratusan sekolah pada Rabu (30/1) waktu setempat. Otoritas setempat terus berjuang mengatasi krisis polusi udara yang memicu kekhawatiran luas di masyarakat ini.

Seperti dilansir AFP, Rabu (30/1/2019), kota Bangkok diselimuti kabut pekat selama beberapa pekan terakhir sehingga memaksa warga memakai masker saat keluar rumah. Di sisi lain, kabut pekat itu juga memicu kritikan luas via media sosial soal respons pemerintah yang dianggap tidak cekatan.

Sejumlah penyebab munculnya kabut pekat itu antara lain asap knalpot kendaraan, proyek konstruksi yang bebas, pembakaran jerami sisa panen, dan polusi dari pabrik-pabrik.


Otoritas setempat telah melakukan sejumlah langkah seperti menyebarkan bibit-bibit hujan, menyemprotkan air ke jalan layang untuk menghilangkan micro-pollutant dan meminta warga untuk tidak membakar dupa dan kertas saat perayaan Tahun Baru China pada awal Februari mendatang.

Langkah-langkah tersebut sejauh ini malah memicu cemoohan dari warga Bangkok, sementara stok masker di toko-toko setempat semakin menipis.

Situasi kota Bangkok yang sedang dilanca polusi udara parahSituasi kota Bangkok yang sedang dilanca polusi udara parah Foto: REUTERS/Jorge Silva

Pada Rabu (30/1) waktu setempat, Otoritas Metropolitan Bangkok menaikkan level peringatan kesehatan. Mereka juga memerintahkan diliburkannya seluruh 437 sekolah umum di kota tersebut, mulai jam makan siang pada Rabu (30/1) ini hingga Jumat (1/2) mendatang. Tidak hanya itu, otoritas Bangkok juga menetapkan zona seluas 1.500 kilometer persegi sebagai ‘area kontrol’.

“Situasi akan terus memburuk hingga 3 dan 4 Februari, jadi saya memutuskan untuk meliburkan sekolah-sekolah,” ucap Gubernur Bangkok, Aswin Kwanmuang.

Ditambahkan Aswin bahwa sekitar 3-4 distrik di kota Bangkok ‘dilanda kabut sangat parah’.

Sejumlah armada drone atau pesawat tanpa awak akan dikerahkan untuk menyemprotkan cairan gula guna membantu membersihkan udara dari partikel-partikel mikroskopik. Tidak diketahui secara jelas seberapa efektif penyemprotan cairan itu.

Disebutkan Aswin bahwa pihaknya mungkin akan segera merilis peringatan bagi warga untuk tidak berolahraga di taman umum.

Air Visual, yang merupakan lembaga pemantau indeks kualitas udara secara online dan independen, melaporkan bahwa kualitas udara Bangkok mencapai level ‘tidak sehat’ yaitu pada angka 171. Jumlah itu meningkat dari angka 156 pada pertengahan bulan ini.

(nvc/idh)

FBI Selidiki Puluhan Dugaan Spionase Ekonomi oleh China di AS

Washington DCBiro Investigasi Federal (FBI) menyatakan tengah menyelidiki dugaan spionase ekonomi yang dilakukan China di nyaris seluruh kantor lapangan FBI di wilayah Amerika Serikat (AS). Penyelidikan ini semakin menggarisbawahi betapa mendalamnya ancaman China terhadap bisnis-bisnis AS.

Seperti dilansir AFP, Rabu (30/1/2019), penyelidikan spionase ekonomi oleh China itu diungkap Direktur FBI, Christopher Wray, saat berbicara kepada Kongres AS pada Selasa (29/1) waktu setempat.

“China sangat jelas merupakan ancaman kontraintelijen paling signifikan yang kita hadapi,” sebut Wray kepada Komisi Intelijen Senat AS dalam rapat dengar pendapat (RDP) soal ancaman asing yang digelar di Gedung Kongres AS di Washington DC.

“Kami melakukan penyelidikan spionase ekonomi, sebagai contoh — yang hanya salah satunya saja — secara virtual di seluruh 56 kantor lapangan kami. Jumlah itu mungkin telah bertambah menjadi dua kali lipat dalam tiga atau empat tahun terakhir, dan tidak semuanya, tapi nyaris semuanya mengarah ke China,” ungkap Wray.
Pernyataan Wray disampaikan sehari setelah Departemen Kehakiman AS mengungkapkan 23 dakwaan untuk raksasa telekomunikasi China, Huawei. Dakwaan yang dijeratkan terdiri atas dakwaan mencuri rahasia teknologi dari T-Mobile, menipu perbankan AS hingga berupaya menghindari sanksi-sanksi AS untuk Iran.

Disebutkan dalam salah satu dakwaan bahwa Huawei menawarkan bonus pada karyawan-karyawannya ‘berdasarkan nilai informasi yang mereka curi dari perusahaan-perusahaan lain di seluruh dunia’. Informasi itu disebut dikirimkan ke Huawei melalui sebuah alamat email terenkripsi.

Dalam RDP itu, otoritas intelijen AS menyebut China sebagai ancaman paling kuat baik secara politik, militer maupun ekonomi bagi AS. Ancaman China disebut terus berkembang seiring waktu. Laporan tahunan Worldwide Threat Assessment yang dirilis komunitas intelijen pekan ini menyebut China akan menargetkan sektor teknologi penting AS untuk dimata-matai dan dicuri setiap kali China merasa tidak bisa mengembangkan sendiri teknologi pentingnya.

“Kami juga khawatir soal potensi badan-badan intelijen dan keamanan China yang menggunakan perusahaan teknologi informasi China sebagai platform spionase rutin dan sistemis terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya,” demikian bunyi potongan laporan itu.

Dalam forum yang sama, Direktur Badan Intelijen Pertahanan AS, Letnan Jenderal Robert Ashley, menyebut pemimpin China dan Partai Komunis China membuat situasi sulit bagi para pengusaha China untuk betul-betul murni menjadi pengusaha dan menghindari kecurigaan.

“Huawei perlu mengambil keputusan soal arah yang ingin mereka ambil, soal bagaimana mereka mendukung pemerintahan China atau akan menjadi bisnis independen. Tantangannya … keputusan itu tidak terletak pada Huawei. Keputusan itu terletak pada CCP (Republik Rakyat China), terletak pada (Presiden) Xi Jinping,” ucapnya.

(nvc/dhn)

AS Imbau Warganya Tak Kunjungi Venezuela

Washington DC – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengimbau setiap warganya untuk tidak bepergian ke Venezuela yang sedang dilanda krisis berkepanjangan. Disebutkan adanya risiko ditangkap dan maraknya tindak kriminal yang mungkin bisa melanda warga AS di Venezuela.

Ditambah, adanya keterbatasan kemampuan Kedutaan Besar AS untuk membantu warga yang terkena kasus di Venezuela.

“Jangan bepergian ke Venezuela karena risiko tindak kriminal, kerusuhan sipil, infrastruktur kesehatan yang buruk dan penangkapan dan penahanan warga negara AS secara sewenang-wenang,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS dalam imbauan perjalanan terbaru yang dirilis pekan ini, seperti dilansir AFP, Rabu (30/1/2019).


“Ada kekurangan pangan, aliran listrik, air bersih, obat-obatan dan suplai medis di sebagian besar wilayah Venezuela,” imbuhnya.

Venezuela menjadi satu-satunya negara di Belahan Bumi Barat yang mendapat peringatan perjalanan ‘level 4’ oleh Departemen Luar Negeri AS. Level itu sama seperti negara yang dilanda konflik seperti Suriah dan Yaman.

Namun demikian, warga AS tidak dilarang bepergian ke Venezuela jika memang sangat mendesak.

Diketahui bahwa Departemen Luar Negeri AS sebelumnya menetapkan peringatan perjalanan ‘level 3’ untuk Venezuela yang berarti warga AS harus mempertimbangkan kunjungan ke sana.

Imbauan perjalanan ini dirilis setelah pemerintahan AS terus menekan Presiden Nicolas Maduro untuk mengundurkan diri. Venezuela sedang dilanda keruntuhan ekonomi dan marak aksi protes di jalanan. Beberapa waktu lalu, pemerintah AS mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai Presiden interim Venezuela.

AS juga menolak perintah Maduro untuk menutup Kedutaannya di Caracas. Namun AS menarik pulang sejumlah staf beserta keluarganya demi alasan keamanan. Imbauan perjalanan yang baru dirilis ini menyebut AS ‘memiliki kemampuan terbatas untuk memberikan layanan darurat’ di Venezuela.

(nvc/dhn)

Pria Palestina Tewas Terkena Tabung Gas Air Mata Tentara Israel

Gaza City – Seorang pria Palestina tewas setelah terkena tabung gas air mata yang ditembakkan tentara Israel saat bentrokan pecah di dekat perbatasan Gaza. Pria Palestina itu tewas setelah empat hari menjalani perawatan medis.

Seperti dilansir AFP, Rabu (30/1/2019), Kementerian Kesehatan setempat mengidentifikasi pria Palestina itu bernama Samir al-Nabaheen (47).

Nabaheen disebut terkena tabung gas air mata di bagian wajahnya dalam bentrokan yang pecah di al-Bureij, Gaza bagian tengah, pada Jumat (25/1) lalu. Dia mengalami luka parah sebelum akhirnya meninggal dunia pada Selasa (29/1) waktu setempat.


Diketahui bahwa warga Palestina selalu menggelar aksi protes di perbatasan Gaza setiap pekan, selama nyaris setahun terakhir. Tak jarang aksi protes itu berujung ricuh dan bentrokan.

Aksi protes itu memperjuangkan warga-warga Palestina yang kehilangan rumah saat Israel menduduki Tepi Barat tahun 1948 silam. Dalam aksinya mereka juga menuntut diakhirinya blokade terhadap Gaza yang diberlakukan Israel hingga kini.

Satu warga Palestina lainnya tewas terkena tembakan Israel di wilayah Rafah, Gaza bagian selatan, pada Jumat (25/1) waktu setempat. Israel selalu menuduh Hamas yang menguasai Gaza, memanfaatkan aksi protes warga Palestina itu untuk melancarkan serangan terhadap tentaranya di perbatasan.

Sejak protes besar-besaran setiap pekan digelar sejak Maret 2018, sedikitnya 246 warga Palestina tewas akibat tembakan Israel di Gaza. Kebanyakan tewas dalam aksi protes di perbatasan, namun ada juga yang tewas akibat tembakan tank dan serangan udara Israel. Dua tentara Israel tewas dalam periode yang sama.

(nvc/dhn)

Mahathir Menggebrak, Bersiap Kandaskan Proyek Raksasa dari Utang China

Kuala Lumpur – Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, masih mempertimbangkan untuk membatalkan proyek kereta api senilai US$ 20 miliar (Rp 278 miliar) yang didanai dengan utang dari China. Proyek yang disepakati pemerintahan mantan PM Najib Razak itu dianggap bisa membuat ‘miskin’ Malaysia.

Seperti dilansir Reuters dan The Straits Times, Rabu (30/1/2019), sejak terpilih pada pemilu Mei 2018, Mahathir berulang kali menegaskan akan merundingkan ulang atau membatalkan proyek-proyek China yang disebutnya ‘tidak adil’, yang kebanyakan disepakati oleh pemerintahan sebelumnya di bawah Najib.

Proyek East Coast Rail Link (ECRL) menjadi salah satu yang dipertimbangkan untuk dibatalkan. Setelah sempat diungkapkan Menteri Perekonomian Malaysia, Azmin Ali, pada Sabtu (26/1) lalu, bahwa pemerintah Malaysia telah memutuskan membatalkan proyek itu, Mahathir menegaskan pemerintah belum mengambil keputusan akhir.

“Pada saat ini, belum ada keputusan akhir yang diambil. Sejumlah keputusan telah diambil tapi kita perlu mencari solusi yang lebih baik. Kita masih bernegosiasi,” ucap Mahathir dalam pernyataan terbaru pada Selasa (29/1) malam waktu setempat.

“Kita merasa kita seharusnya memberikan waktu yang cukup untuk kedua pihak (Malaysia dan China) untuk memberikan solusi untuk ini. Mungkin ada opsi lain — kita terbuka,” imbuhnya.

Di Malaysia, isu soal proyek ECRL ini menjadi pembahasan utama dalam beberapa hari terakhir dengan sejumlah pemain politik tingkat tinggi ikut melontarkan komentar. Diketahui bahwa proyek ECRL senilai 81 miliar Ringgit (Rp 278 triliun) disetujui oleh pemerintahan Najib pada Oktober 2016 lalu. Proyek itu diserahkan kepada China Communications Construction Company (CCCC) tanpa tender dan kontraknya ditandatangani langsung oleh Najib.

Export-Import Bank of China ditetapkan sebagai penyandang dana utama. Dengan kata lain, dana sebesar 81 miliar Ringgit untuk pembiayaan proyek itu akan dipinjamkan oleh Export-Import Bank of China kepada pemerintah Malaysia.

Proyek jalur rel kereta sepanjang 688 kilometer itu diharapkan bisa menghubungkan pantai timur dan pantai barat Semenanjung Malaysia. Namun pengerjaan proyek itu yang dimulai sejak Agustus 2017 lalu, telah ditangguhkan sejak Juli 2018 usai Mahathir memenangkan pemilu dan Najib lengser dari jabatannya.

Pemerintahan Mahathir menilai proyek ECRL terlalu mahal dan bahkan menyebutnya bisa membuat Malaysia ‘jatuh miskin’ jika terus dilanjutkan. “Ini bukan karena kami tidak ingin menghormati kontrak, tapi kami tidak bisa membayarnya,” ucap Mahathir pekan ini, saat ditanya soal rencana pembatalan proyek ECRL.

“Kami terbebani oleh utang sangat besar. Kami meminta pengertian semua pihak. Kami akan jatuh miskin akibat proyek ini jika kami melanjutkannya,” imbuhnya.

Mahathir menyatakan bahwa Malaysia bisa saja harus membayar total lebih dari 100 miliar Ringgit (Rp 343 triliun) jika proyek ini tetap dilanjutkan. Dia juga mengakui bahwa Malaysia juga masih harus membayar biaya pembatalan kontrak jika proyek ini akhirnya dibatalkan. “Kompensasi besar untuk membatalkan proyek ini tidak sebesar jumlah yang harus kita bawa selama 30 tahun ke depan,” sebutnya.

“Ini bukan karena kita ingin membuat frustrasi atau membuang kontrak, ini karena kami sungguh harus ketat secara finansial,” ungkap Mahathir. Ditambahkan Mahathir bahwa status resmi proyek ECRL akan diumumkan oleh Kementerian Keuangan dalam waktu dekat.

Seperti dilansir South China Morning Post, Najib berulang kali menyebut pemerintahan Mahathir akan membuat kesalahan besar dengan membatalkan proyek itu. Najib bahkan menantang Mahathir untuk mengungkapkan isi kontrak itu ke publik, yang diklaim Najib sangat menguntungkan Malaysia.

Pemerintahan Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir meyakini Najib mendukung proyek ECRL itu karena antusiasmenya untuk membawa Malaysia lebih dekat ke China yang merupakan negara adidaya Asia. Pemerintahan Mahathir juga sebelumnya menyalahkan pemerintahan Najib atas membengkaknya utang dan kewajiban negara hingga mencapai lebih dari 1 triliun Ringgit (Rp 3.430 triliun).

(nvc/fjp)

Masjid di Filipina Dilempari Granat, 2 Orang Tewas

Manila – Sebuah granat dilemparkan ke sebuah masjid di wilayah Filipina bagian selatan. Nahas, sedikitnya dua orang tewas dan empat orang lainnya luka-luka akibat ledakan granat ini.

Insiden ini terjadi tiga hari setelah ledakan bom kembar mengguncang sebuah gereja Katolik di Pulau Jolo, Provinsi Sulu, yang juga ada di Filipina Selatan. Sedikitnya 21 orang tewas akibat ledakan bom itu.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Rabu (30/1/2019), ledakan granat itu terjadi pada Rabu (30/1) dini hari atau sesaat setelah tengah malam di Zamboanga, Mindanao. Diketahui bahwa Zamboanga terletak tidak jauh dari Provinsi Sulu yang menjadi lokasi ledakan bom gereja.


Ledakan granat itu memicu kerusakan pada masjid dan menewaskan dua korban sedang tertidur di dalamnya. Laporan media setempat menyebut sajadah yang berlumuran darah dan pecahan kaca terlihat berserakan di dalam masjid.

Militer Filipina menyerukan masyarakat di Mindanao tetap bersatu dan mengimbau publik menahan diri untuk menyebarkan spekulasi via media sosial yang bisa memicu kesalahpahaman.

Belum diketahui pasti pelaku yang melempar granat itu. Motif aksi ini juga masih samar. Namun komandan satuan tugas regional, Kolonel Leonel Nicolas, menekankan bahwa ledakan granat itu ‘bukan aksi balasan’.

Insiden ledakan granat di Zamboanga itu terjadi beberapa jam setelah Presiden Rodrigo Duterte menyebut kemungkinan ledakan bom kembar di Jolo merupakan serangan bom bunuh diri. Pernyataan Duterte itu bertentangan dengan otoritas keamanan Filipina yang menyatakan ledakan itu bukan bom bunuh diri dan otoritas masih memburu pelakunya.

Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom di gereja itu. Namun otoritas Filipina mencurigai kelompok Abu Sayyaf yang mendalangi ledakan itu.

(nvc/dhn)

Najib Razak Dikepung 42 Dakwaan

Kuala Lumpur – Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, dijerat puluhan dakwaan sejak lengser dari jabatannya usai kalah dalam pemilu pada Mei 2018. Setidaknya sampai saat ini ada 42 dakwaan yang harus dihadapi Najib.

Dimulai pada setelah lengser, ada 38 dakwaan pidana yang meliputi pencucian uang, gratifikasi, penyalahgunaan kekuasaan dan pelanggaran kepercayaan yang kebanyakan terkait 1MDB dan SRC International, bekas anak perusahaan 1MDB. Namun Najib mengaku tak bersalah atas semua dakwaan yang dijeratkan padanya.


Setelahnya Najib masih didakwa lagi dan seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (29/1/2019), ada tambahan tiga dakwaan terbaru, berarti sejauh ini total 42 dakwaan pidana yang dijeratkan terhadap Najib.

Terhadap semua dakwaan itu, Najib bersikeras mengaku tak bersalah. Sudah ada empat sidang kasus Najib yang dijadwalkan akan digelar tahun ini, dengan salah satu kasusnya akan mulai disidangkan pada 12 Februari mendatang.

Tiga dakwaan terbaru itu terkait pencucian uang oleh otoritas Malaysia. Dalam dakwaan terbaru ini, Najib diduga menerima dana ilegal sebesar 47 juta Ringgit (Rp 160,3 miliar) di rekening-rekening pribadinya.

Laporan Reuters dan Bernama menyebut tiga dakwaan terbaru ini terkait tindak pencucian uang yang melibatkan dana sebesar 47 juta Ringgit yang diduga merupakan hasil dari aktivitas-aktivitas ilegal. Tidak dijelaskan lebih lanjut soal aktivitas ilegal yang dimaksud.

Dakwaan yang dibacakan jaksa Malaysia dalam persidangan pada Senin (28/1) waktu setempat menyebutkan dana 47 juta Ringgit itu diterima Najib di tiga rekening pribadinya di AmPrivate Banking.

Setiap dakwaan memiliki ancaman hukuman denda maksimum 5 juta Ringgit (Rp 17 miliar) atau hukuman penjara maksimum 5 tahun penjara atau kombinasi keduanya.

Saksikan juga video ‘Ketika Najib Razak Kembali Ditangkap di Hari Ulang Tahun Sang Istri’:

[Gambas:Video 20detik]

(dhn/mae)

Dua Ledakan Terjadi di Iran, 4 Orang Terluka

Zahedan – Dua ledakan terdengar di kota Zahedan, Iran. Namun belum diketahui pasti sumber dari ledakan tersebut.

Dikutip dari Reuters, Rabu (30/1/2019), sebuah portal berita yang terkait dengan Islamic Republic of Iran Broadcasting, Young Journalist Club menyebut bahwa ledakan tersebut berasal dari dua bom bunuh diri yang meledakkan diri di depan kantor polisi.

Namun, Mehr News Agency menyebutkan bahwa berdasarkan seorang sumber, salah satu ledakan disebabkan berasal dari granat.


Empat orang terluka akibat dari ledakan itu.
Sebagian besar penduduk di Zahedan adalah etnis Baluchi Sunni, kaum minoritas di Iran. Di kota itu pula sering terjadi bentrokan antara aparat kemanan dengan penyelundup obat terlaran, dan militan Sunni.

Young Journalist Club sempat mengunggah video pasca serangan, namun akhirnya dihapus. Video yang dibagikan di media sosial itu menunjukan sebuah mobil dengan kaca depan rusak dan keberadaan orang di sekitarnya.
(aik/mae)

PM Palestina Mengundurkan Diri dari Jabatannya

Ramallah – Perdana Menteri (PM) Palestina Rami Al-Hamdallah mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri ini diajukan Hamdallah di tengah polemik soal upaya rekonsiliasi antara Fatah yang menguasai pemerintahan Palestina dengan Hamas yang menguasai Gaza.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Selasa (29/1/2019), Hamdallah telah secara resmi mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Selasa (29/1) waktu setempat. Namun ditegaskan Hamdallah bahwa pemerintahannya akan melanjutkan tugas hingga pemerintahan baru terbentuk.

“Pemerintahan Perdana Menteri Rami Al-Hamdallah telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Mahmoud Abbas pada Selasa (29/1),” demikian dilaporkan kantor berita Palestina, Wafa News Agency, usai digelarnya rapat kabinet Palestina.


Pengunduran diri Hamdallah ini diajukan di tengah rumor yang menyebut bahwa Presiden Abbas berniat membentuk pemerintahan baru, dalam langkah yang dipandang sebagai upaya mengisolasi Hamas yang merupakan rival politiknya. Hamdallah sebelumnya mengakui dirinya telah menawarkan diri untuk mundur.
Belum ada tanggapan dari Presiden Abbas terkait pengunduran diri Hamdallah ini.

Diketahui bahwa dua hari lalu, Komisi Pusat Fatah merekomendasikan pembentukan pemerintahan baru yang beranggotakan anggota-anggota Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Diketahui bahwa Hamas bukan bagian dari PLO. Hamas mengecam rekomendasi itu dan menyebutnya sebagai upaya meminggirkan dan membuang Hamas dari politik Palestina.

Perpolitikan Palestina bisa disebut lumpuh sejak tahun 2007, saat Hamas mengambil alih kendali atas Gaza dari pasukan Abbas dalam konflik yang mengarah para perang sipil. Sejak saat itu pemerintahan Abbas hanya memiliki kekuasaan terbatas di Tepi Barat saja, sedangkan Hamas menguasai Gaza.

Perpecahan ini dipandang sebagai isu kunci yang mencegah kemajuan dalam upaya damai antara Israel dan Palestina, juga dipandang menghalangi upaya meningkatkan kesejahteraan di Gaza yang ada di garis kemiskinan.

Pada Juni 2014, Hamdallah membentuk pemerintahan bersatu nasional Palestina setelah kesepakatan rekonsiliasi bersejarah tercapai antara Fatah dan Hamas. Namun sayangnya, kesepakatan itu gagal karena pertikaian soal pembagian kekuasaan dan ketidaksepakatan dalam kebijakan terhadap Israel. Akhirnya pemerintahan Hamdallah kembali kehilangan kendali atas Gaza yang masih dikuasai Hamas.

Presiden Abbas diketahui menjabat sejak tahun 2005 untuk masa jabatan empat tahun. Namun karena tidak ada lagi pemilu yang digelar sejak saat itu karena perpecahan Fatah-Hamas, Presiden Abbas masih menjabat hingga kini.

Diketahui bahwa sebelumnya Presiden Abbas bersumpah untuk menggelar pemilu parlemen dalam enam bulan ke depan. Namun pada praktiknya hal itu sulit dilaksanakan jika Gaza masih belum jelas statusnya. Terakhir kali pemilu parlemen digelar tahun 2006, Hamas tak diduga menang di Gaza. Hasil itu ditolak oleh Israel, Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya yang menganggap Hamas sebagai organisasi teroris.

(nvc/bag)

Panjat Gedung Tertinggi di Manila, Alain Si ‘Spiderman Prancis’ Ditangkap

ManilaAlain Robert yang dijuluki ‘Spiderman Prancis’ kembali melakukan aksi nekat memanjat salah satu gedung tertinggi di Manila, Filipina. Namun Robert ditangkap polisi Filipina setelah menyelesaikan aksinya yang menantang maut ini.

Seperti dilansir AFP, Selasa (29/1/2019), Robert yang kini berusia 56 tahun nekat memanjat gedung GT Tower yang memiliki 47 lantai dengan ketinggian 217 meter, tanpa alat-alat keselamatan. Aksinya pada Selasa (29/1) waktu setempat membuat orang-orang berdecak kagum sambil menahan kekhawatiran.

“Ini adalah jalur saya, ini cara saya hidup. Ini sama pentingnya bagi saya seperti makan, tidur. Saya butuh ini. Ini membuat saya tetap hidup,” ucap Roberts kepada wartawan setempat setelah dia menyelesaikan aksinya.


Namun sayangnya, Kepolisian Filipina tidak ikut antusias dengan aksi Robert ini. Polisi menangkap Robert sesaat setelah dia mencapai lantai dasar, usai melakukan pemanjatan dan turun kembali ke bawah selama dua jam penuh.

Robert ditangkap atas dakwaan mengganggu ketertiban umum. Saat ini dia masih menunggu keputusan dari jaksa setempat soal uang jaminan.

Alain Robert saat memanjat gedung GT Tower di ManilaAlain Robert saat memanjat gedung GT Tower di Manila Foto: Marischelle Macapagal/via REUTERS

Diketahui bahwa Robert telah memanjat lebih dari 100 gedung, termasuk Bakrie Tower di Jakarta tahun 2012 lalu, tanpa tali maupun perlengkapan keselamatan lainnya. Menurut Guinness World Records, Robert telah mencetak rekor sebagai manusia yang ‘memanjat gedung paling banyak tanpa bantuan’.

Gedung-gedung terkenal yang sukses dipanjat Robert antara lain Eiffel Tower, Sydney Opera House, Menara Kembar Petronas dan Burj Khalifa. Untuk aksinya di Burj Khalifa, Robert menggunakan alat khusus bernama suction device dan memakai tali pengaman karena gedung itu tidak memiliki pegangan untuk tangan atau pijakan untuk kakinya.

Namun pada Juni tahun lalu, Robert gagal menyelesaikan aksinya di Seoul, Korea Selatan (Korsel) karena dia dipaksa berhenti oleh otoritas keamanan setempat sebelum berhasil memanjat Lotte World Tower yang memiliki 123 lantai.

Saat melakukan aksi-aksi nekatnya, Robert telah beberapa kali jatuh dan dia menyebut insiden-insiden itu membuatnya 66 persen cacat. Robert juga sudah berkali-kali ditangkap saat melakukan aksinya di berbagai negara.

Alain Robert saat ditangkap polisi Filipina usai memanjat Gedung GT Tower di ManilaAlain Robert saat ditangkap polisi Filipina usai memanjat Gedung GT Tower di Manila Foto: REUTERS/Eloisa Lopez

(nvc/dhn)

Serangan Bom di Pasar Yaman Tewaskan 7 Warga Sipil

Sanaa – Serangan bom terjadi di sebuah pasar di Yaman dan menewaskan tujuh warga sipil. Korban tewas termasuk seorang fotografer untuk stasiun televisi Uni Emirat Arab.

Sumber-sumber militer dan medis menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (29/1/2019), setidaknya 20 orang juga luka-luka dalam serangan bom pada Senin (28/1) malam di sebuah pasar yang berada di kota Mokha yang dikuasai pemerintah Yaman. Kota tersebut merupakan basis pasukan pro-pemerintah yang didukung oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang memerangi para pemberontak Houthi.

Seorang pejabat pasukan pro-pemerintah mengatakan kepada AFP, bom rakitan tersebut diletakkan di sebuah motor yang diparkir di tengah-tengah pasar.


Sumber rumah sakit mengatakan, tujuh orang tewas dalam insiden itu. Menurut kantor berita Saba yang mengutip Menteri Informasi Moammer al-Eryani, seorang fotografer untuk TV Abu Dhabi, Ziad al-Sharabi termasuk di antara para korban tewas.

Seorang koresponden untuk media yang sama, Faisal Al-Zabhani, termasuk di antara para korban luka-luka.

Sejauh ini belum ada pihak atau kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom tersebut. Namun Saba menyalahkan Houthi akan serangan bom itu.

Kota Mokha telah relatif tenang sejak pasukan pemerintah yang didukung koalisi Saudi merebut kota tersebut dari tangan para pemberontak Houthi pada Juli 2017 lalu.

Perang di Yaman meningkat pada Maret 2015, ketika Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi mengungsi ke Saudi setelah para pemberontak Houthi berhasil menguasai Sanaa, ibu kota Yaman. Koalisi Saudi pun kemudian melancarkan operasi militer untuk memerangi Houthi di Yaman.

Sejak itu, konflik Yaman telah menewaskan hampir 10 ribu orang. PBB menyatakan, konflik Yaman telah menyebabkan terjadinya krisis kemanusiaan paling parah di dunia.

Menurut pejabat-pejabat kemanusiaan PBB, 80 persen dari populasi Yaman — 24 juta jiwa — saat ini membutuhkan bantuan dan hampir 10 juta jiwa kini berada di ambang kelaparan.

(ita/ita)

Delegasi PBB Untuk Kasus Khashoggi Tak Bisa Masuk ke Konsulat Saudi

Istanbul – Delegasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sedang menyelidiki kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, tidak bisa masuk ke Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Delegasi PBB itu sedang berada di Turki dalam rangka mengumpulkan informasi soal kasus Khashoggi.

Seperti dilansir media lokal Turki, Hurriyet Daily News dan Reuters, Selasa (29/1/2019), delegasi yang terdiri dari Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi di Luar Hukum, Agnes Callamard, yang ditemani sejumlah pakar PBB itu mendatangi Konsulat Saudi yang menjadi lokasi pembunuhan Khashoggi pada 2 Oktober 2018 lalu.

Laporan media lokal Turki menyebut delegasi itu datang ke Konsulat Saudi pada Selasa (29/1) waktu setempat dan tidak diperbolehkan masuk ke dalam.

“Itu sebuah skandal,” sebut Omer Celik selaku juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang kini berkuasa di Turki mengomentari insiden tersebut.

“Sebuah penyelidikan internasional harus diluncurkan,” imbuhnya.

Dalam keterangannya kepada wartawan di luar Konsulat Saudi, Callamard menyebut dirinya hanya mengunjungi Konsulat Saudi secara singkat dan tidak masuk ke dalam karena belum mendapat izin. “Kami hanya ingin mengetahui situasinya,” tutur Callamard kepada wartawan di lokasi.

Callamard mengatakan, dirinya telah mengajukan permintaan terhadap pemerintahan Saudi agar dirinya diizinkan mengakses bagian dalam Konsulat Saudi di Istanbul. Callamard juga menyebut dirinya telah mengajukan izin untuk bertemu otoritas Saudi baik di Turki maupun di Saudi sendiri.

“Jujur, permintaan untuk mereka (Saudi-red) agak sedikit terlambat (diajukan), jadi kami perlu memberikan mereka sedikit waktu untuk memproses permintaan kami. Kami dengan penuh hormat menyerukan kepada otoritas terkait untuk memberikan kami akses saat kami ada di sini,” ujarnya.

Diketahui bahwa Callamard sedang menjalankan misi selama sepekan di Turki terkait kasus Khashoggi. Pada Senin (28/1) kemarin, Callamard telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Menteri Kehakiman Turki Abdulhamit Gul dan Direktur Badan Intelijen Nasional Turki (MIT). Otoritas Turki tidak menyebut lebih lanjut bukti-bukti apa saja yang telah dibagikan kepada Callamard.

Dijadwalkan Callamard akan bertemu dengan Kepala Jaksa Istanbul yang memimpin penyelidikan lokal atas kasus pembunuhan Khashoggi, pada Selasa (29/1) waktu setempat. Callamard menyatakan dirinya mungkin akan merilis laporannya pada akhir Mei mendatang, meskipun batasan waktunya bisa bergeser.

Khashoggi yang merupakan wartawan senior Saudi dan kolumnis The Washington Post tewas dibunuh di dalam Konsulat Saudi. Tim intelijen Saudi yang ditugaskan ke Istanbul diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan.

Otoritas Saudi yang sebelumnya membantah, telah mengakui bahwa Khashoggi dibunuh di dalam konsulat dan menyebut pembunuhan itu dilakukan dalam misi liar. Tuduhan berbagai pihak yang menyebut Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) terlibat dalam pembunuhan telah dibantah Saudi.

Direktur Eksekutif Human Rights Watch (HRW), Kenneth Roth, menyebut Callamard sedang menyelidiki bukti-bukti yang mungkin menunjukkan keterlibatan MBS dalam kasus yang menjadi sorotan internasional ini.

(nvc/ita)

Mahathir: Israel Negara Kriminal dan Pantas Untuk Dikecam

Kuala Lumpur – Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, menyebut Israel sebagai negara kriminal yang pantas dikecam. Hal ini disampaikan setelah dia dikritik karena melarang dua atlet Israel ikut kejuaraan renang untuk atlet penyandang disabilitas yang akan digelar di Malaysia pada Juli-Agustus mendatang.

Seperti dilansir kantor berita Bernama dan media lokal, The Star, Selasa (29/1/2019), komentar keras itu disampaikan Mahathir dalam tulisannya berjudul ‘A Genocidal State‘ yang diposting ke blog resmi miliknya pada Senin (28/1) kemarin. Tulisan Mahathir itu berisi 19 poin soal kecaman untuk Israel dan alasan mengapa Malaysia memperlakukan Israel berbeda dengan negara lain.

“Saya meminta kepada siapa saja yang bersimpati dengan isu Palestina untuk menyuarakan kecaman mereka. Terorisme bukan jawaban. Sebuah strategi yang tepat diperlukan untuk memberikan keadilan bagi rakyat Palestina,” tegas Mahathir dalam tulisannya tersebut.


Mahathir mengatakan, seluruh dunia bisa melihat ketidakadilan dan penindasan yang dilakukan Israel terhadap Palestina, namun Israel sama sekali tidak dikritik oleh orang-orang yang disebut Mahathir banyak berbicara soal kebebasan dari penindasan dan penegakan hukum.

“Israel tampaknya mendapat keistimewaan. Jika siapapun mengkritik Israel atau holocaust, dia dengan cepat dijuluki anti-Semit. Implikasinya adalah dia tidak manusiawi atau tidak bermoral. Tapi aksi tidak manusiawi secara terang-terangan yang dilakukan Israel tidak dikecam,” sebutnya.

Lebih lanjut, Mahathir menegaskan bahwa Malaysia bukan negara anti-Yahudi atau anti-Semit. “Warga Arab juga orang Semit. Tapi kita memiliki hak untuk mengecam perilaku tidak berperikemanusiaan dan perilaku menindas di mana saja, oleh siapa saja. Kita telah mengecam Myanmar atas perlakukan mereka terhadap Rohingya. Kita telah mengkritik banyak negara dan banyak orang atas tindakan tidak berperikemanusiaan,” tegas Mahathir.

“Banyak orang dan banyak negara telah mengecam kita. Tapi kita tidak pernah menjuluki atau pernahkah kita menjuluki orang-orang yang bicara seperti itu, karena itu persoalan hak di dunia yang bebas,” imbuhnya.

Komisi Paralimpiade Internasional telah mencabut hak Malaysia untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Renang Difabel Dunia 2019 yang dijadwalkan pada 29 Juli hingga 4 Agustus mendatang di Kuching, setelah Malaysia melarang atlet-atlet Israel ikut serta.

“Malaysia melarang dua atlet Israel — Amerika Serikat melarang warga negara dari lima negara mayoritas muslim dan berencana membangun tembok terhadap warga Amerika Selatan. Hungaria, Polandia dan Republik Ceko melarang pengungsi. Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban menyebut pengungsi Suriah sebagai ‘muslim penyerbu’,” tulis Mahathir menjelaskan.

“Israel adalah sebuah negara kriminal dan pantas untuk dikecam,” tegas Mahathir dalam tulisannya.

“Kita menyadari kuatnya dukungan untuk Israel. Kita tidak bisa bertindak melawan Israel selain menolak untuk mengakuinya. Kita menegaskan bahwa kita memiliki hak untuk melarang warga Israel dari negara kita. Ketika dunia mengecam kita karena ini, kita punya hak untuk mengatakan bahwa dunia munafik. Omongan mereka soal HAM dan penegakan hukum hanyalah kata-kata kosong,” imbuh PM tertua di dunia ini.

(nvc/ita)

China Eksekusi Mati Pelaku Serangan Brutal yang Tewaskan 15 Orang

Beijing – Otoritas China mengeksekusi mati seorang pria yang menewaskan 15 orang di pusat keramaian di Provinsi Hunan, tahun lalu. Pria itu menabrakkan mobilnya ke kerumunan orang dan menyerang mereka hingga tewas.

Seperti dilansir AFP, Selasa (29/1/2019), pria bernama Yang Zanyun itu menabrakkan mobil Land Rover yang dikemudikannya ke kerumunan orang yang ada di jalur pejalan kaki di alun-alun kota Hengdong pada September 2018 lalu.

Usai menabrak kerumunan orang, Yang menyerang mereka dengan sekop dan golok. Nahas, sedikitnya 15 orang tewas dan 43 orang lainnya luka-luka dalam serangan brutal itu.


Pengadilan Hengyang di Provinsi Hunan pada Selasa (29/1) waktu setempat menyatakan pihaknya telah melaksanakan hukuman mati’ terhadap Yang Zanyun karena ‘membahayakan keamanan publik melalui metode-metode berbahaya’.

Kepolisian setempat menyebut Yang sebagai ‘pelaku tindak pidana berulang kali yang penuh dendam’.

Diketahui bahwa Yang sebelumnya pernah terjerat berbagai tindak pidana, mulai dari kasus narkoba, pencurian hingga melukai orang lain dengan sengaja.

Sejumlah insiden serupa terjadi dalam beberapa bulan terakhir di berbagai wilayah China. Pada akhir November lalu, sebuah mobil menabrak kerumunan anak-anak yang sedang menyeberang jalan di depan sebuah sekolah dasar di Provinsi Liaoning. Insiden itu menewaskan lima orang dan melukai sedikitnya 19 orang lainnya.

Pengemudi mobil itu mengklaim dirinya ‘memilih korbannya secara acak’ dan dilaporkan pernah mempertimbangkan untuk bunuh diri karena masalah pribadi, sebelum tragedi itu terjadi.

Kemudian pada Desember 2018 lalu, sedikitnya delapan orang tewas dan 22 orang lainnya luka-luka setelah seorang pria berusaha membajak sebuah bus dan menabrak orang-orang di jalur pejalan kaki di Provinsi Fujian. Pria yang sama telah membunuh seorang pejabat setempat dan seorang polisi sebelum melakukan pembajakan bus.

(nvc/ita)

Huawei Dijerat Puluhan Dakwaan Pidana, China Sebut AS Matikan Bisnis

Beijing – Pemerintah China memberikan reaksi keras atas puluhan dakwaan yang dijeratkan otoritas Amerika Serikat (AS) terhadap Huawei. Mereka menyebut dakwaan-dakwaan itu bermotif politik dan menyebutnya sebagai upaya untuk ‘mematikan’ bisnis-bisnis China.

Pada Senin (28/1) waktu setempat, otoritas AS mengungkapkan setidaknya 23 dakwaan pidana yang terbagi dalam dua kasus, yang dijeratkan terhadap Huawei. Dakwaan-dakwaan itu terdiri atas upaya mencuri rahasia teknologi, menyesatkan perbankan AS dan menghindari sanksi-sanksi AS untuk Iran.

“Amerika Serikat telah mengerahkan kekuatan negara untuk memfitnah dan melakukan tindak keras yang menargetkan perusahaan-perusahaan China dalam upaya untuk mematikan operasi bisnis mereka yang berjalan wajar dan legal,” sebut juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, dalam pernyataannya seperti dilansir CNN, Selasa (29/1/2019).


Disebutkan oleh Geng bahwa otoritas China melihat adanya ‘motif politik yang kuat dan manipulasi’ di balik dakwaan-dakwaan AS terhadap Huawei itu.

“Kami dengan tegas mendorong AS untuk menghentikan tindakan keras yang tak beralasan terhadap perusahaan-perusahaan China, termasuk Huawei dan memperlakukan perusahaan-perusahaan China secara objektif dan adil,” tegas Geng dalam pernyataannya.

Ditambahkan Geng bahwa otoritas China akan ‘secara teguh melindungi hak-hak yang sah dan pantas’ dari perusahaan-perusahaan China.

Dalam pernyataan terpisah, Huawei menyangkal dakwaan-dakwaan yang dijeratkan jaksa-jaksa AS itu. Huawei juga menyebut permintaan-permintaan yang diajukan untuk bertemu Departemen Kehakiman AS telah ‘ditolak tanpa penjelasan’. Ditegaskan Huawei bahwa dakwaan soal pencurian rahasia perdagangan ‘sudah menjadi subjek gugatan sipil yang telah diselesaikan oleh kedua belah pihak’ dalam hal ini Huawei dan T-Mobile.

Dalam konferensi pers pada Senin (28/1) waktu setempat, Departemen Kehakiman AS mengungkapkan ada 10 dakwaan pidana yang dijeratkan pada Huawei oleh jaksa-jaksa di negara bagian Washington dan 13 dakwaan pidana terpisah dari jaksa-jaksa di Distrik Timur New York.

Dakwaan-dakwaan di New York dinyatakan terkait aksi-aksi Huawei menipu sejumlah bank AS dan menghindari sanksi-sanksi AS untuk Iran. Dinyatakan jaksa dalam dakwaan bahwa Huawei menggunakan sebuah shell company di Hong Kong untuk menjual perlengkapan di Iran, yang jelas melanggar sanksi-sanksi AS. Huawei juga didakwa melakukan serangkaian aktivitas bisnis di Iran melalui sebuah perusahaan Hong Kong bernama Skycom. Tidak hanya itu, Huawei juga didakwa dengan sengaja menyesatkan sejumlah bank AS agar mempercayai bahwa dua perusahaan itu terpisah.

Sementara itu, dakwaan-dakwaan di Washington menyatakan Huawei berusaha mencuri sejumlah rahasia perdagangan AS, termasuk teknologi di balik perlengkapan robotik yang digunakan T-Mobile untuk menguji smartphone buatan mereka. Kasus ini berawal tahun 2012, saat Huawei menyusun rencana untuk mencuri informasi soal robot milik T-Mobile bernama ‘Tappy‘. Para insinyur Huawei disebut secara diam-diam mengambil foto robot itu, mengukur dan bahkan berusaha mencuri potongan robot itu dari laboratorium T-Mobile di Washington.

Departemen Kehakiman AS juga menjeratkan dakwaan untuk Meng Wanzhou yang menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO) pada Huawei Technologies Co Ltd. Meng ditangkap di Vancouver oleh Kanada pada Desember 2018, atas permintaan AS. Saat ini, otoritas AS tengah berupaya mengekstradisi Meng ke AS.

“Amerika Serikat dan Kanada telah menyalahgunakan perjanjian ekstradisi bilateral mereka untuk mengambil langkah sewenang-wenang terhadap seorang warga negara China tanpa alasan, secara serius melanggar hak-hak sah dan kepentingan warga negara China,” ucap Geng menanggapi dakwaan untuk Meng.

(nvc/rna)

Senator AS: Trump Bahas Opsi Serangan Militer di Venezuela

Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah membahas opsi menggunakan kekuatan militer di Venezuela. Opsi itu dibahas dalam percakapan Trump dengan Senator Lindsey Graham dari Partai Republik.

Graham mengatakan, dalam percakapan dengan Trump awal bulan ini, Trump menanyakan pendapatnya mengenai pemikirannya apakah akan menggunakan militer untuk mengintervensi di Venezuela.

Graham pun menjawab bahwa menurutnya langkah itu akan “problematis”. Trump kemudian berujar dengan mengatakan, “Yah, saya terkejut, Anda kan ingin menyerbu semua orang.”

“Saya tidak ingin menyerang semua orang, saya hanya ingin menggunakan militer ketika kepentingan keamanan nasional kita terancam,” kata Graham kepada Trump seperti diberitakan situs berita Axios dan dilansir Press TV, Selasa (29/1/2019).
Senator Republik itu menyatakan, Trump sangat keras ketika menyangkut Venezuela — negara yang telah didorongnya untuk perubahan rezim. Venezuela telah menjadi salah satu perhatian utama kebijakan luar negeri Trump sejak dia menjabat presiden.

Namun media Axios menekankan, sejauh ini tak ada tanda-tanda pemerintahan Trump berniat menggunakan kekuatan militer di negara Amerika Selatan itu. Juga ditekankan bahwa setiap upaya untuk mendorong perubahan rezim di Venezuela adalah secara diplomatik dan ekonomi.

Krisis politik di Venezuela pecah ketika pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Nicolas Maduro tidak sah. Dia pun memproklamirkan dirinya sebagai presiden sementara. Pengumuman itu diikuti dengan pernyataan Trump yang mengakui Guaido, ketua parlemen, sebagai presiden sementara Venezuela.

Australia, Argentina, Kanada, Chile, Kolombia, Costa Rica, Ekuador, Guatemala, Panama dan Paraguay kemudian juga menyatakan dukungan kepada Guaido. Adapun Rusia, China, Meksiko dan Bolivia menyatakan tetap mendukung Maduro.
(ita/ita)

Najib Razak Kembali Dijerat 3 Dakwaan Pencucian Uang, Total 42 Dakwaan

Kuala Lumpur – Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, kembali dijerat tiga dakwaan pencucian uang oleh otoritas Malaysia. Dalam dakwaan terbaru ini, Najib diduga menerima dana ilegal sebesar 47 juta Ringgit (Rp 160,3 miliar) di rekening-rekening pribadinya.

Setelah kalah dalam pemilu Mei 2018, Najib dijerat serentetan dakwaan korupsi yang sebagian besar terkait perusahaan investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang didirikannya sejak tahun 2009 dan kini tidak lagi beroperasi.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (29/1/2019), dengan tambahan tiga dakwaan terbaru, berarti sejauh ini total 42 dakwaan pidana yang dijeratkan terhadap Najib.


Laporan Reuters dan Bernama menyebut tiga dakwaan terbaru ini terkait tindak pencucian uang yang melibatkan dana sebesar 47 juta Ringgit yang diduga merupakan hasil dari aktivitas-aktivitas ilegal. Tidak dijelaskan lebih lanjut soal aktivitas ilegal yang dimaksud.

Dakwaan yang dibacakan jaksa Malaysia dalam persidangan pada Senin (28/1) waktu setempat menyebutkan dana 47 juta Ringgit itu diterima Najib di tiga rekening pribadinya di AmPrivate Banking.

Setiap dakwaan memiliki ancaman hukuman denda maksimum 5 juta Ringgit (Rp 17 miliar) atau hukuman penjara maksimum 5 tahun penjara atau kombinasi keduanya.

Seperti dilaporkan Bernama, Najib telah menyatakan dirinya tidak bersalah atas tiga dakwaan terbaru yang dijeratkan padanya itu.

Sejak pertengahan tahun lalu, Najib mulai dijerat serentetan dakwaan mulai dari pencucian uang, gratifikasi, penyalahgunaan kekuasaan dan pelanggaran kepercayaan, yang kebanyakan terkait 1MDB dan SRC International, bekas anak perusahaan 1MDB.

Terhadap semua dakwaan itu, Najib bersikeras mengaku tak bersalah. Sudah ada empat sidang kasus Najib yang dijadwalkan akan digelar tahun ini, dengan salah satu kasusnya akan mulai disidangkan pada 12 Februari mendatang.

Saksikan juga video ‘Ketika Najib Razak Kembali Ditangkap di Hari Ulang Tahun Sang Istri’:

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/ita)

Amplop Beracun Dikirim ke Sejumlah Kantor Surat Kabar Jepang

Tokyo – Sejumlah amplop berisi surat ancaman dan serbuk mencurigakan dikirimkan ke sejumlah kantor surat kabar Jepang juga kantor perusahaan obat dan makanan setempat dalam beberapa hari terakhir. Serbuk mencurigakan itu diyakini merupakan potasium sianida yang sangat beracun.

Dilaporkan media-media lokal Jepang dan seperti dilansir Reuters, Selasa (29/1/2019), nama pengirim pada amplop-amplop itu adalah nama pemimpin kultus hari kiamat Aum Shinrikyo, Shoko Asahara, yang sudah dieksekusi mati oleh otoritas Jepang pada Juli 2018 lalu.

Tahun lalu, otoritas Jepang mengeksekusi Asahara dan 12 anggotanya yang divonis mati karena melakukan serangan gas sarin di kereta bawah tanah Tokyo tahun 1995 lalu. Serangan itu menewaskan 13 orang dan merusak citra keselamatan publik yang melekat pada Jepang.


Salah satu amplop dikirimkan ke kantor pusat surat kabar Asahi yang ada di Tokyo pada Jumat (25/1) lalu. Amplop itu berisi surat ancaman soal penyebaran potasium sianida, yang sangat beracun, kecuali uang sebesar 35 juta Won (Rp 442,6 juta) dibayarkan via Bitcoin.

Tidak disebut lebih lanjut kepada siapa uang itu harus dibayarkan.

Pekan lalu, sejumlah amplop serupa dikirimkan ke kantor surat kabar Mainichi di Tokyo, kemudian juga ke kantor sejumlah perusahaan farmasi di Tokyo dan Osaka serta sebuah kantor perusahaan makanan di kota Sapporo.

Laporan televisi nasional Jepang, NHK, menyebut pihak kepolisian telah mengidentifikasi serbuk di dalam amplop-amplop itu sebagai potasium sianida.

Tidak diketahui pasti dalang di balik kasus ini. Belum ada satupun orang yang ditangkap terkait pengiriman amplop-amplop berisi racun mematikan ini.

(nvc/ita)

Hilang Sebulan, 10 Anak Ditemukan Tewas Dimutilasi di Tanzania

Dodoma – Sungguh mengerikan! Sedikitnya 10 anak-anak di Tanzania, Afrika Timur ditemukan tewas dan jenazahnya dimutilasi. Anak-anak itu dilaporkan hilang sejak bulan lalu.

Seperti dilansir CNN, Selasa (29/1/2019), Wakil Menteri Kesehatan Tanzania, Faustine Ndugulile, menyebut 10 anak yang ditemukan tewas itu sebelumnya dilaporkan hilang sejak Desember 2018 di distrik Njombe, Tanzania bagian barat daya.

Ndugulile mengatakan bahwa jenazah anak-anak itu ditemukan pekan lalu, setelah kepolisian setempat meluncurkan operasi pencarian di wilayah tersebut.

“Sejauh ini, kami telah menemukan 10 jenazah dan kebanyakan bagian intim dan gigi mereka diambil,” sebut Ndugulile.
Pembunuhan-pembunuhan ini berkaitan dengan praktik perdukunan karena itulah yang menjadi tren untuk tindak kejahatan semacam ini, dengan para pembuat ramuan herbal meminta orang-orang untuk mendapatkan bagian tubuh manusia untuk uang,” imbuhnya.

Korban paling muda diperkirakan berusia 7 tahun. Anak-anak ini disebut diculik dari rumah masing-masing bulan lalu.

Hingga kini, belum ada satupun tersangka yang ditangkap terkait temuan jenazah anak-anak ini.

Diungkapkan Ndugulile bahwa banyak anak yang dilaporkan hilang oleh orangtua mereka di kawasan tersebut sejak Desember lalu. Kementerian Kesehatan juga tengah menyelidiki kasus tersebut.

“Kami ingin mengidentifikasi para pelakunya, tapi fokus kami adalah untuk mendidik para pelaku praktik tradisional di kawasan itu dengan segera dan orang-orang di sekitarnya untuk menghentikan aksi semacam ini,” tutur Ndugulile kepada CNN.

Ndugulile menambahkan, pembunuhan ini tidak terkait dengan pembunuhan ritual albino yang masih terjadi di Tanzania dan negara Afrika Timur lainnya. Amnesty International menyebut kurangnya pendidikan dan toleransi di Tanzania membuat para albino dibunuh untuk diambil tulang dan organ tubuhnya, yang biasanya dijual ke para dukun untuk dijadikan ‘jimat dan ramuan gaib’.

(nvc/ita)

AS Ungkap Dakwaan Pidana untuk Bos Huawei yang Ditahan di Kanada

Washington DC – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengungkapkan dakwaan-dakwaan yang dijeratkan pada petinggi Huawei, Meng Wanzhou. Mulai dari berupaya mencuri rahasia perdagangan, menyesatkan bank soal aktivitas bisnis dan menghindari sanksi-sanksi AS terhadap Iran.

Dakwaan-dakwaan itu diungkapkan ke publik sebelum digelarnya perundingan perdagangan antara AS dan China di Washington DC. Seperti dilansir Associated Press dan CNN, Selasa (29/1/2019), setidaknya baru ada dua dakwaan pidana yang diungkapkan otoritas AS terkait Huawei.

Dakwaan pertama menuduh Huawei berupaya mencuri rahasia-rahasia perdagangan dari T-Mobile dan menjanjikan bonus bagi setiap karyawan yang berhasil mengumpulkan informasi rahasia soal kompetitor. Dakwaan kedua menuduh Huawei melakukan upaya untuk menghindari sanksi-sanksi AS terhadap Iran.


Pejabat eksekutif Huawei yang didakwa oleh AS adalah Meng Wanzhou yang menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO) pada Huawei Technologies Co Ltd. Meng ditangkap di Vancouver oleh Kanada pada Desember 2018, atas permintaan AS. Saat ini, otoritas AS tengah berupaya mengekstradisi Meng ke AS.
Belum ada komentar dari pihak Meng maupun dari Huawei terkait dakwaan-dakwaan tersebut. Diketahui bahwa Meng yang bebas setelah membayar jaminan sebesar CAN$ 10 juta, saat ini tinggal di sebuah rumah mewah di Vancouver sembari menunggu proses persidangan ekstradisinya.

Secara detail, dakwaan-dakwaan dari jaksa AS menyatakan bahwa Huawei menggunakan sebuah shell company di Hong Kong untuk menjual perlengkapan di Iran, yang jelas melanggar sanksi-sanksi AS. Huawei juga didakwa melakukan serangkaian aktivitas bisnis di Iran melalui sebuah perusahaan Hong Kong bernama Skycom. Tidak hanya itu, Huawei juga didakwa dengan sengaja menyesatkan sejumlah bank AS agar mempercayai dua perusahaan itu terpisah.

Departemen Kehakiman AS mengungkapkan bahwa sedikitnya ada 10 dakwaan pidana yang dijeratkan pada Huawei oleh jaksa-jaksa di negara bagian Washington dan 13 dakwaan pidana terpisah dari jaksa-jaksa di Distrik Timur New York.

Salah satu dakwaan yang diungkapkan pada Senin (28/1) waktu setempat adalah Huawei dituduh berusaha mencuri sejumlah rahasia perdagangan AS, termasuk teknologi di balik perlengkapan robotik yang digunakan T-Mobile untuk menguji smartphone buatan mereka.

Kasus itu dimulai tahun 2012, ketika Huawei merancang rencana untuk mencuri informasi soal robot milik T-Mobile bernama ‘Tappy‘. Para insinyur Huawei disebut secara diam-diam mengambil foto robot itu, mengukur dan bahkan berusaha mencuri potongan robot itu dari laboratorium T-Mobile di Washington.

“Hari ini kita mengumumkan bahwa kita menjeratkan dakwaan-dakwaan pidana terhadap raksasa telekomunikasi Huawei dan asosiasinya untuk nyaris dua lusin tindak kriminal,” ucap pelaksana tugas Jaksa Agung AS, Matthew Whitaker, dalam pernyataannya.

Direktur FBI, Christopher Wray, dalam konferensi pers menyebut Huawei ‘bergantung pada praktik-praktik bisnis yang tidak jujur yang bertentangan dengan prinsip-prinsip ekonomi yang membuat perusahaan-perusahaan Amerika dan Amerika Serikat berkembang’.

“Kemakmuran yang mengarahkan keamanan ekonomi kita jelas berkaitan dengan keamanan nasional kita. Dan pengaruh besar yang dipegang pemerintah China terhadap korporasi-korporasi China seperti Huawei memberikan ancaman untuk keduanya,” tegas Wray.

(nvc/ita)

Empat Tentara Burkina Faso Tewas Diserang Kelompok Bersenjata

Ouagadougou – Sekelompok bersenjata menyerang pangkalan militer di wilayah Nassoumbou, Burkina Faso. Akibat serangan itu, empat orang tentara Burkina Faso telah tewas.

Dilansir AFP, Selasa (29/1/2019), kelompok bersenjata menyerang saat malam hari. Lokasi pangakalan militer perbatasan dengan Mali. Mereka menyerang pangkalan militer tersebut dengan roket.

“Orang-orang bersenjata yang tidak dikenal menyerang pangkalan militer GFSN di Nassoumbou sekitar pukul 04:00 pagi waktu setempat. Empat anggota pasukan pertahanan dan keamanan tewas dan empat lainnya terluka,” kata satu sumber keamanan kepada AFP.

GFSN adalah pasukan militer yang terlibat dalam operasi anti-teror di wilayah utara Burkina Faso. Kelompok bersenjata melarikan diri mengarah perbatasan Mali dengan menaiki sepeda motor.

“Para penyerang … tiba dengan sepeda motor dan juga menembakkan roket ke pangkalan itu. Mereka melarikan diri ke perbatasan Mali, yang berjarak 30 kilometer (18 mil) dari tempat pangkalan,” ucap sumber keamanan.

Tentara Burkina Faso segera meminta bantuan dari Barkhane, pasukan anti-jihad wilayah Prancis. Bantuan berupa jet tempur dan helikopter.

Sumber keamanan Burkina Faso mengatakan pasukan bantuan mereka sedang mengejar sejumlah penyerang pangkalan tersebut.

Pangkalan Nassoumbou telah menjadi target beberapa kali kelompok bersenjata. Ketika bulan Desember 2016, kelompok itu membunuh sekitar 12 orang tentara.

(fai/rvk)

Dubes Kanada Dipecat karena Komentari Bos Huawei, Ini Kata China

Beijing – Kementerian Luar Negeri China hanya memberikan komentar singkat soal pemecatan Duta Besar (Dubes) Kanada untuk China oleh Perdana Menteri (PM) Justin Trudeau. Pemecatan itu terkait komentar kontroversial sang Dubes soal permohonan ekstradisi petinggi Huawei yang diajukan otoritas Amerika Serikat (AS).

John McCallum dianggap mempermalukan pemerintahan PM Trudeau dengan menyebut dalam permohonan ekstradisi yang diajukan AS, Chief Financial Officer (CFO) Huawei Technologies Co Ltd, Meng Wanzhou, bisa saja menyampaikan argumen kuat untuk melawan ekstradisi itu. Meng yang merupakan putri pendiri Huawei ditangkap di Vancouver bulan lalu, atas permintaan otoritas AS yang menuduh Meng terlibat aktivitas melanggar sanksi-sanksi AS untuk Iran.

McCallum juga sempat menyebut permohonan ekstradisi yang diajukan AS untuk Meng ‘cacat’. Sehari setelah melontarkan komentar itu, McCallum menyebut dirinya telah ‘salah berbicara’ dan menyesali pernyataannya yang menimbulkan ‘kekacauan’ itu.


Dalam pernyataannya, PM Trudeau mengaku dirinya meminta McCallum untuk mengundurkan diri, tapi tak menyebut alasan di balik keputusannya tersebut.

“Persoalan yang Anda sebutkan adalah urusan internal untuk Kanada. China tidak akan berkomentar,” ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, dalam konferensi pers di Beijing, China seperti dilansir Reuters, Senin (28/1/2019).

Geng menekankan kembali seruan China agar Kanada ‘mengambil pilihan yang benar’ dan membebaskan Meng agar dia bisa kembali ke China. Meng sendiri telah bebas bersyarat setelah membayar jaminan sebesar CAN$ 10 juta.

Saat ini Meng tinggal di sebuah rumah mewah di Vancouver sembari menunggu proses ekstradisinya. Selama di Kanada, Meng diwajibkan memakai gelang kaki elektronik untuk memantau pergerakannya. Dia dilarang keluar rumah pada pukul 23.00 malam hingga pukul 07.00 pagi setiap harinya.

Komentar keras disampaikan surat kabar nasional China Daily yang pada editorialnya edisi Senin (28/1) waktu setempat mengomentari pemecatan McCallum. China Daily menyebut pihak-pihak yang menyerang McCallum ‘seharusnya merasa malu atas diri mereka sendiri’.

“Trudeau memecat Duta Besar, ini menunjukkan betapa sensitifnya Ottawa terhadap situasi kacau yang menjeratnya sendiri karena perintah AS,” tulis China Daily dalam editorial berbahasa Inggris.

“Solusi terbaik bagi Ottawa untuk kembali bangkit dengan kredibilitas dari kekacauan yang telah diciptakannya adalah mengakui kesalahan penilaiannya dan mengembalikan kebebasan pada Meng,” tegas China Daily.

“Diharapkan Ottawa akan mengambil pilihan bijaksana, sebuah pilihan yang didasarkan pada alasan dan keadilan dan bukan pada penghitungan politik soal bagaimana menjalin hubungan baik dengan negara tetangga di sebelah selatannya yang suka ribut itu,” imbuh surat kabar China tersebut.

Dalam komentar kontroversialnya yang disampaikan ke media berbahasa China, McCallum menyebut Meng memiliki ‘argumen cukup baik di pihaknya’ dan ekstradisinya ke AS ‘tidak akan menjadi hasil yang menggembirakan’. Komentar itu ditayangkan pada Rabu (23/1) pekan lalu. Setelah tayangan itu, McCallum mengakui dirinya ‘salah berbicara’.

Namun pada Jumat (25/1) lalu, pernyataan McCallum kembali dikutip, yakni yang menyebut bahwa ‘situasi akan lebih baik bagi Kanada’ jika AS menarik permintaan ekstradisi terhadap Meng.

(nvc/ita)

Rusia Tangkap Pencuri yang Gondol Lukisan Rp 13,8 M Siang Hari Bolong

Moskow – Seorang pencuri di Rusia berhasil menggondol sebuah lukisan senilai US$ 1 juta (Rp 13,8 miliar) dari sebuah galeri terkemuka di Moskow pada siang hari bolong dan di tengah keramaian pengunjung. Kok bisa?

Seperti dilansir Reuters, Senin (28/1/2019), pencuri itu tampak membaur di kerumunan pengunjung sebelum melakukan aksinya di State Tretyakov Gallery di Moskow pada Minggu (27/1) waktu setempat. Rekaman CCTV menunjukkan pencuri itu beraksi dengan tenang di tengah para pengunjung lainnya.

Terlihat dalam rekaman CCTV bagaimana si pencuri mengambil sebuah lukisan bernama ‘Ai.Petri.Crimea‘ karya pelukis ternama Arkhip Kuindzhi dari dinding tempat lukisan itu dipamerkan. Si pencuri kemudian berjalan keluar dengan tenang sambil menenteng lukisan itu di tengah kerumunan pengunjung.


Tidak ada satupun pengunjung yang mencurigainya saat itu. Kok bisa? Usut punya usut, ternyata para pengunjung lainnya keliru mengira si pencuri sebagai salah satu pegawai galeri tersebut. Ditambah lagi, lukisan yang dicuri itu ditempatkan di area pameran sementara dan tidak dilengkapi dengan alarm.

Media lokal Rusia menyebut lukisan yang menampilkan gambar sebuah gunung di Crimea itu selesai dilukis tahun 1908 silam, sebelum seniman yang melukisnya meninggal dunia. Lukisan itu ditaksir kini bernilai hingga US$ 1 juta atau setara Rp 13,8 miliar.

Rekaman CCTV menunjukkan pelaku dengan tenang menenteng lukisan yang dicurinya di tengah para pengunjung galeriRekaman CCTV menunjukkan pelaku dengan tenang menenteng lukisan yang dicurinya di tengah para pengunjung galeri Foto: Reuters TV/via REUTERS

Pelaku pencurian yang disebut berusia 31 tahun telah ditangkap kepolisian setempat pada Senin (28/1) waktu setempat. Lukisan yang dicuri juga telah ditemukan di salah satu gedung setempat. Namun insiden itu membuat malu pihak galeri dan otoritas setempat bahkan warga lokal.

“Bagi kami, warga Moskow, ini sungguh memalukan. Sesuatu perlu dilakukan,” ucap warga setempat bernama Ludmila Gavrina yang mengunjungi galeri tersebut pada Senin (28/1) waktu setempat.

Dalam pernyataan terbaru, pihak galeri menegaskan bahwa keamanan di State Tretyakov Gallery jelas akan ditingkatkan usai insiden ini.

Seorang pejabat pada Kementerian Kebudayaan Rusia, Vladislav Kononov, menyatakan bahwa lukisan yang dicuri itu tidak mengalami kerusakan apapun. Kononov juga menegaskan bahwa seluruh lukisan di galeri tersebut akan dilengkapi sensor pengaman dan alarm.

(nvc/bag)

Pamer Kekuatan, Maduro Inspeksi ke Pangkalan Militer Venezuela

Caracas – Presiden Venezuela Nicolas Maduro melakukan inspeksi militer dan mengawasi parade dan latihan militer di sejumlah pangkalan militer di negara tersebut. Ini dilakukan sebagai pamer kekuatan bagi lawan-lawan politiknya yang didukung negara-negara Barat, yang terang-terangan menantang kepemimpinannya.

Video-video yang diposting di laman Twitter Maduro seperti dilansir media Press TV, Senin (28/1/2019) menunjukkan pemimpin Venezuela itu, dengan dikelilingi para pejabat militer, menginspeksi pasukan militer di Benteng Paramacay di Naguanagua dan Pangkalan Angkatan Laut Agustin Armario di kota Puerto Cabello pada Minggu (27/1) waktu setempat.

Di pangkalan Paramacay, Nicolas Maduro yang mengenakan seragam warna coklat, menyaksikan satu peleton tentara melepaskan tembakan-tembakan granat berpeluncur roket, senapan mesin anti-pesawat dan peluru-peluru tank ke sasaran di lereng bukit.


Maduro juga terlihat memimpin parade militer di tengah krisis politik yang melanda negeri itu. Krisis ini bermula setelah pemimpin oposisi yang didukung Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, Juan Guaido memproklamirkan dirinya sebagai presiden sementara pekan lalu.
Selain mendukung Guaido, Amerika Serikat juga menyebut tentang apa yang disebutnya intervensi “kemanusiaan” di Venezuela. Hal ini mendorong pemerintahan Maduro memerintahkan militer Venezuela untuk membela negara dalam “skenario apapun”. Maduro pun mengumumkan latihan militer besar-besaran akan digelar pada 10 dan 15 Februari mendatang.

“Kita sedang mempersiapkan latihan militer paling penting dalam sejarah kita,” kata Maduro dalam pidatonya saat mendatangi pangkalan-pangkalan militer.
(ita/ita)

Duh! Ratusan Ribu Ikan di Sungai Australia Mati Massal

New South Wales – Ratusan ribu ekor ikan mati secara massal dalam insiden ketiga yang terjadi beberapa pekan terakhir di perairan sungai Australia. Otoritas setempat menyebut insiden itu dipicu kekeringan yang sedang melanda, sedangkan pengkritik menyebutnya karena pengelolaan air yang salah.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (28/1/2019), mati massal ratusan ribu ekor ikan ini terjadi dalam waktu semalam di Sungai Darling yang ada di dekat kota Menindee, New South Wales. Lokasi itu sama dengan lokasi matinya ratusan ibu ekor ikan pada awal Januari lalu dan sesaat sebelum Natal tahun 2018.

Cuaca panas diduga membuat ganggang mekar yang diketahui beracun, kemudian suhu udara lebih dingin pada malam hari membuat ganggang mati, yang memicu kurangnya suplai oksigen pada air sungai.


Premier New South Wales, Gladys Berekjiklian, menyalahkan buruknya kualitas air sungai saat musim kering yang melanda secara berkepanjangan.
Menteri Urusan Perairan Regional, Niall Blair, menyatakan departemennya menyadari adanya kondisi cuaca ‘buruk’ dan mengerahkan dua buah aerator bertenaga solar ke kawasan Menindee. Pemerintah negara bagian New South Wales membeli 16 buah aerator untuk dipasang di jalur-jalur perairan setelah wilayahnya mengalami insiden ikan mati massal pada 6-7 Januari lalu.

Aerator merupakan alat yang berfungsi menambahkan udara ke dalam air untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut.

“Sangat disayangkan, tidak ada siapapun yang bisa mengusulkan — tidak ada ilmuwan, warga lokal, tidak seorangpun yang bisa mengusulkan hal lainnya yang bisa mencegah hal seperti ini selain mengalirkan air segar ke dalam sistem dan kami tidak memilikinya,” ucap Blair kepada wartawan setempat.

Asosiasi Pariwisata Regional Menindee, Rob Gregory, yang mengoperasikan penjelajahan sungai, menyebut pemerintah mengizinkan para petani mengambil air sungai sebanyak mungkin untuk irigasi. Hal semacam ini telah berlangsung selama empat tahun terakhir.

“Sekarang kita tidak memiliki cadangan untuk mengisi sistem dan kita melihat habisnya oksigen dipicu mekarnya ganggang biru-hijau dan inilah dampak akhirnya. Ini mungkin kematian ikan yang terakhir yang kita alami karena tidak ada ikan yang tersisa,” ujarnya.

Cekungan Murray-Darling merupakan sistem sungai utama di Australia, yang membentang di empat negara bagian dan memproduksi sepertiga suplai makanan negara tersebut.

Seorang warga Menindee, Graeme McCrabb, menyebut kematian ikan-ikan menyoroti bagaimana buruknya pengelolaan air sungai. “Ada uang wajib pajak sebanyak AUS$ 13 miliar dolar yang dihabiskan di sini hanya untuk berakhir dengan … kekacauan besar,” tutur McCrabb kepada ABC.

(nvc/ita)

‘Diplomasi Futsal’ Tandai Peringatan 60 Tahun Persahabatan RI-Kamboja

Phnom Penh – Indonesia dan Kamboja pada tahun 2019 ini akan merayakan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik yang dikukuhkan pada tanggal 13 Februari 2019 melalui penandatanganan Treaty of Friendship di Jakarta. Sebagai kick-off event, KBRI Phnom Penh bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Kamboja telah menyelenggarakan Friendly Futsal Match pada akhir pekan lalu (26/1) di Central Park Sports Complex, Phnom Penh.

“Dalam pertandingan persahabatan ini, tidak akan ada yang menang ataupun kalah, yang terpenting adalah solidaritas dan sportivitas serta semangat untuk memperkuat partnership antara kedua negara,” ujar Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng saat membuka acara seperti disampaikan dalam siaran pers KBRI Phnom Penh yang diterima detikcom, Senin (28/1/2019).

Sementara Tuot Panha, Under Secretary of State Kemenlu Kamboja menyampaikan perkembangan hubungan bilateral, terutama people-to-people contacts semakin menguat serta mengharapkan ‘football diplomacy’ dalam pertandingan kali ini akan semakin mempererat hubungan persahabatan kedua negara.

Tim Indonesia terdiri dari pejabat/staf KBRI Phnom Penh ditambah dengan beberapa perwakilan masyarakat Indonesia. Sedangkan Tim Kemlu Kamboja juga terdiri dari pejabat/stafnya. Pertandingan persahabatan yang berlangsung selama 45 menit ini berlangsung seru dan menghasilkan skor 4 sama.

Di sela-sela kegiatan Friendly Futsal Match, Dubes Sudirman dan Under Secretary of State Tuot Panha diwawancarai oleh media setempat, baik cetak, elektronik maupun on-line, seperti TVK, PNN dan Keila Daily. Kedua pejabat menjelaskan rencana rangkaian kegiatan bersama dalam memperingati 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2019 di Kamboja.


Kegiatan tersebut antara lain, pertandingan olah raga (Futsal, Golf; Bowling, dsb ), pagelaran budaya dan resepsi; business forum & matching; pameran dagang, pariwisata dan pendidikan; pemutaran film; Workshop; Seminar dan peluncuran Buku Hubungan Persahabatan Indonesia-Kamboja.

(ita/ita)

Untuk Ketiga Kalinya, Sidang Kasus Pembunuhan Kim Jong-Nam Ditunda

Kuala Lumpur – Persidangan kasus pembunuhan Kim Jong-Nam yang digelar di Malaysia kembali ditunda untuk ketiga kalinya. Sidang yang dijadwalkan pekan ini, diundur pelaksanaannya hingga Maret mendatang.

Dua terdakwa, Siti Aisyah dari Indonesia dan Doan Thi Huong dari Vietnam, telah diadili sejak Oktober 2017 lalu. Keduanya terancam hukuman mati atas dakwaan membunuh Kim Jong-Nam dengan mengusapkan racun gas saraf VX ke wajahnya di Bandara Kuala Lumpur pada Februari 2017.

Dalam kasus yang menjadi perhatian internasional ini, kedua terdakwa mengaku tak bersalah atas dakwaan yang dijeratkan. Baik Aisyah maupun Doan sama-sama mengklaim bahwa mereka dijebak dalam sebuah aksi prank (lelucon) dan ditipu sejumlah agen intelijen Korut.


Seperti dilansir AFP, Senin (28/1/2019), proses persidangan kasus ini berjalan lamban karena banyaknya jumlah saksi dan pelaksanaan sidang yang tidak rutin.

Diketahui bahwa persidangan terakhir digelar pada Agustus 2018 lalu saat hakim Azmi Ariffin menyatakan ada cukup bukti untuk mendakwa kedua terdakwa atas pembunuhan. Hakim menyatakan Prima Facie (dasar argumen dakwaan) dalam kasus ini cukup kuat dan menerima pandangan jaksa bahwa kedua terdakwa telah menyebabkan kematian Kim Jong-Nam. Kasus ini pun akan berlanjut pada pokok perkara.

Proses persidangan ini telah mengalami dua kali penundaan sebelumnya. Penundaan pertama terjadi pada November lalu, karena pengacara utama Aisyah, Gooi Soon Seng, jatuh sakit. Saat itu, sidang dinyatakan ditunda hingga 7 Januari 2019.

Namun belum juga sidang digelar pada Januari 2019, penundaan kedua terjadi. Penyebabnya, pengacara Aisyah mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyatakan tidak akan memaksa jaksa menyerahkan salinan keterangan tujuh saksi kasus ini.

Pengacara Aisyah menyatakan dokumen keterangan saksi itu sangat vital untuk kasus ini, mengingat lima saksi di antaranya telah menghilang. “Tanpa keterangan polisi, itu akan mengkompromikan pembelaan klien saya dan sama saja dengan kegagalan peradilan,” ucap Gooi kepada wartawan saat itu.

Penundaan ketiga yang diumumkan pekan ini juga masih berkaitan dengan banding yang diajukan pengacara Aisyah. Dengan proses banding masih berlanjut, maka persidangan yang dijadwalkan akan digelar pekan ini terpaksa ditunda.

Persidangan selanjutnya akan digelar pada 11 Maret mendatang dengan agenda pembelaan Doan.

Informasi terbaru dari Pengadilan Tinggi Shah Alam menunjukkan sejumlah persidangan kasus ini dijadwalkan akan digelar hingga 31 Juli mendatang, dengan putusan akhir pengadilan kemungkinan akan dibacakan beberapa hari setelah tanggal tersebut.

(nvc/ita)

Protes ‘Rompi Kuning’, 10 Ribu Demonstran ‘Syal Merah’ Banjiri Paris

Paris – Lebih dari 10 ribu orang turun ke jalanan ibu kota Prancis, Paris untuk memprotes aksi kekerasan demonstran ‘rompi kuning’ dalam setiap aksi mereka. Orang-orang yang memprotes kekerasan ‘rompi kuning’ ini menamakan diri sebagai gerakan ‘syal merah’.

Seperti dilansir AFP, Senin (28/1/2019), dalam aksi yang digelar pada Minggu (27/1) waktu setempat, kelompok ‘syal merah’ melakukan aksi march dari alun-alun Place de la Nation menuju monumen Bastille. Dalam aksinya, kelompok ‘syal merah’ memakai kain berwarna merah di leher mereka.

Beberapa dari mereka meneriakkan ‘Iya untuk demokrasi, tidak untuk revolusi’ sembari melambaikan bendera nasional Prancis dan bendera Uni Eropa.


Gerakan ‘syal merah’ diketahui merupakan gagasan seorang insinyur dari Toulouse yang merasa ngeri atas tindak kekerasan yang terjadi dalam setiap unjuk rasa kelompok ‘rompi kuning’, khususnya yang diikuti para demonstran yang ekstrem.
Kebanyakan orang yang ikut gerakan ‘syal merah’ menegaskan bahwa mereka tidak menentang tuntutan yang disuarakan kelompok ‘rompi kuning’ demi membela kalangan miskin Prancis. Namun mereka mengaku muak dengan bentrokan dan aksi kekerasan yang selalu mewarnai unjuk rasa ‘rompi kuning’.

Seorang manajer perawat bernama Marie-Line yang ikut aksi ‘syal merah’ menyerukan bahwa ‘kekerasan verbal dan fisik harus dihentikan’.

“Ini bulan aksi protes melawan ‘rompi kuning’ — ini sebuah protes untuk mengatakan, kalian telah mengungkapkan tuntutan kalian, kami mendengarkannya,” ucap Francois Patriat, seorang senator dari Partai La Republique en marche yang menaungi Presiden Emmanuel Macron.

“Ada tempat-tempat lain untuk membahas hal ini selain di jalanan. Anda tidak bisa memblokir negara dan perekonomiannya hanya karena Anda menganggap presiden tidak sah,” imbuhnya.

Aksi kelompok ‘syal merah’ tercatat diikuti massa yang jumlahnya dua kali lipat lebih banyak dari aksi kelompok ‘rompi kuning’ yang digelar di Paris pada Sabtu (26/1) lalu, dengan sekitar 4 ribu orang yang hadir. Unjuk rasa ‘rompi kuning’ selalu digelar setiap akhir pekan selama 11 pekan terakhir.

Kelompok itu disebut ‘rompi kuning’ karena rompi kuning mencolok yang selalu mereka pakai dalam aksi. Demonstran ‘rompi kuning’ mulai turun ke jalanan untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar sejak 17 November lalu. Aksi protes ini semakin meluas hingga menjadi unjuk rasa besar-besaran yang memprotes kenaikan biaya hidup sehari-hari dan kebijakan ekonomi Macron.

Dalam aksi ‘rompi kuning’ pada Sabtu (26/1) lalu, seorang aktivis terkemuka bernama Jerome Rodrigues mengalami luka parah. Mata Rodrigues terkena peluru karet yang ditembakkan polisi saat menangkal aksi ‘rompi kuning’. Laporan menyebut insiden itu membuat Rodrigues koma di rumah sakit. Rodrigues disebut tidak ikut serta secara langsung dalam aksi ‘rompi kuning’ saat terkena tembakan, melainkan sedang menyiarkan aksi tersebut lewat live-streaming.

(nvc/ita)

Hotel di Peru Kena Tanah Longsor Saat Pesta Pernikahan, 15 Orang Tewas

Lima – Tanah longsor menimpa sebuah hotel saat berlangsung pesta pernikahan di Peru. Setidaknya 15 orang tewas dalam peristiwa itu.

“Tanah longsor menerobos dinding hotel, menabraknya,” ujar Evaristo Ramos, Wali Kota Abancay, kota tempat hotel tersebut berlokasi.

Kepada radio lokal RPP seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (28/1/2019), Ramos mengatakan, sekitar 100 tamu telah diundang ke resepsi pernikahan yang digelar di Hotel Alhambra di kota Abancay, Peru tenggara pada Sabtu (26/1) waktu setempat itu.


Dikatakannya, 15 orang tewas dan 34 orang lainnya luka-luka dalam peristiwa tanah longsor tersebut.

Para petugas pemadam kebakaran, polisi dan warga setempat bekerja hingga larut malam untuk menyelamatkan orang-orang yang masih berada di bawah reruntuhan, lumpur dan batu-batu.

Kepala pertahanan sipil Jenderal Jorge Chavez mengatakan, para korban tewas terdiri dari 11 perempuan dan empat pria. Adapun pasangan pengantin Benedicta Palomino dan Bladimir Marquez mengalami luka-luka dan dalam kondisi stabil di rumah sakit.

Otoritas menyatakan, lokasi hotel tersebut memang sangat dekat dengan lereng bukit. Di wilayah tersebut, hujan lebat terus mengguyur selama lima hari hingga memicu tanah longsor.

Dilaporkan bahwa dinding penahan gedung hotel ambruk tertimpa tanah longsor, hingga menyebabkan atap hotel runtuh menimpa para pengunjung pesta di bawahnya.

(ita/ita)

Profesor Australia dan Saudaranya Tewas Misterius di Argentina

Buenos Aires – Seorang profesor sebuah universitas Australia dan saudara perempuannya tewas dibunuh dan terkubur secara misterius di halaman sebuah rumah di Argentina. Temuan ini didapat beberapa hari setelah keduanya dilaporkan menghilang.

Seperti dilansir CNN, Senin (28/1/2019), profesor wanita bernama Lily Pereg (54) ini diketahui mengajar di University of New England di Australia. Pereg dilaporkan menghilang saat berkunjung ke Argentina bersama saudara perempuannya yang bernama Pirhya Sarusi (63).

Sarusi disebut berkewarganegaraan Israel, sedangkan Pereg berkewarganegaraan Australia. Kasus terjadi saat Pereg dan Sarusi mengunjungi putra Sarusi, Gil, di rumahnya yang ada di Mendoza, Argentina.


Jenazah Pereg dan Sarusi ditemukan terkubur di halaman rumah Gil pada Sabtu (26/1) lalu. Penyebab kematiannya belum diketahui pasti. Namun saat ditemukan, salah satu jenazah memiliki tiga bekas luka tembakan di tubuhnya. Satu jenazah lainnya memiliki bekas-bekas perlawanan.
Gil, putra Sarusi, ditangkap polisi setempat terkait temuan jenazah ibunda dan bibinya ini. Dalam pernyataannya, kantor Jaksa Agung Argentina menyatakan Gil dijerat dua dakwaan pembunuhan. Motif pembunuhan tidak diungkap lebih lanjut.

Dalam wawancara singkat sebelum ditangkap pada Sabtu (26/1), Gil menyatakan tidak ada hal melanggar hukum yang terjadi di rumahnya. Dia bahkan melontarkan harapan agar ibu dan bibinya akan ditemukan dalam keadaan hidup.

“Tidak ada apapun di sini, tidak ada apapun yang ilegal di sini,” ucap Gil dalam wawancara dengan media lokal, Todo Noticias, yang merupakan afiliasi CNN.

Saat diwawancara, Gil menolak untuk mengizinkan wartawan Todo Noticias masuk ke dalam rumahnya.

Secara terpisah, Moshe Pereg, yang merupakan saudara laki-laki dari Pereg dan Sarusi, menyatakan kepada CNN bahwa pemeriksaan awal di rumah Gil tidak berujung temuan apapun. Moshe menyebut bahwa Gil menyatakan Pereg dan Sarusi meninggalkan rumahnya pada 21 Januari malam hari dan menuju terminal bus setempat.

Oleh University of New England yang berkampus di Armidale, New South Wales, Pereg disebut sebagai pakar mikrobiologi yang memiliki spesialisasi pada mikrobiologi tanaman dan tanah. Pihak universitas menyebut Pereg mulai menjadi dosen tahun 2001 dan baru menjadi profesor penuh beberapa waktu terakhir.

“Belasungkawa mendalami kami pada keluarganya, teman, kolega dan mahasiswanya,” demikian pernyataan University of New England menanggapi kematian Pereg.

(nvc/ita)

Tewas Saat Wajib Militer, Aktor Singapura Punya Pesan Untuk Ibunda

Singapura – Aktor Singapura, Aloysius Pang, sempat memberikan pesan khusus untuk ibundanya sebelum dia jatuh koma dan meninggal dunia di Selandia Baru. Apa isi pesan itu?

Pang (28) tewas setelah mengalami insiden fatal dalam latihan militer di Selandia Baru pada 19 Januari lalu. Latihan itu diikutinya sebagai bagian dari wajib militer. Tubuh Pang terjepit antara gun barrel dengan bagian dalam kabin tank saat melakukan misi perbaikan bersama dua personel lainnya.

Pang meninggal pada Rabu (23/1) lalu setelah tiga kali menjalani operasi. Sebelum Pang meninggal, sang ibunda masih sempat menjenguknya di rumah sakit. Sang ibunda menjadi anggota keluarga Pang pertama yang tiba di Selandia Baru dan bahkan berbicara dengan aktor muda itu saat dia masih sadarkan diri.


Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (28/1/2019), kakak tertua Pang, Jefferson, menyebut ada pesan khusus yang diucapkan adik laki-lakinya itu kepada sang ibunda. Jefferson yang berusia 32 tahun mengungkapkan isi pesan itu saat dia menyampaikan eulogi untuk adiknya dalam seremoni pemakaman pada Minggu (27/1) kemarin.

“Ibu, jangan menangis. Jika Ibu menangis, saya akan menangis juga. Saya akan pulih dalam beberapa hari, kemudian saya akan membawa Ibu ke kasino Selandia Baru untuk jalan-jalan,” tutur Jefferson mengutip ucapan adiknya kepada sang ibunda.

Ketika Jefferson bersama ayah dan kakak laki-laki Pang lainnya, Kenny, tiba di Selandia Baru, Pang sudah jatuh koma dan mereka tidak bisa bicara langsung dengannya. Jefferson pun menceritakan kenangan bagaimana adiknya selalu berlatih naskah drama dengan ibundanya.

“Bagaimana kita bisa melalui ini adalah dengan mengingat bagaimana dia (Pang-red) telah dan akan selalu menjadi sosok spesial bagi semua orang dan hal itulah yang kami ingin selalu diingat semua orang,” ucap Jefferson.

Ibunda Pang, seperti dilansir The Straits Times, sempat muncul ke publik usai jenazah putranya dikremasi. Sang ibunda tampak tak kuasa menahan air mata dan tidak mampu berdiri sehingga harus dipapah oleh anggota keluarga yang lain. Kekasih Pang, Jayley Woo, yang seorang aktris juga terlihat di antara rombongan keluarga.

Pang dikenal publik Singapura sejak dia menjadi aktor cilik pada usia 9 tahun. Sejumlah aktor dan aktris terkenal Singapura, terutama yang pernah bermain drama bersama Pang, datang melayat. Aktris senior Hong Hui Fang dalam komentarnya memuji Pang sebagai ‘anak yang diharapkan oleh para orangtua’.

“Anak yang baik ini menyisihkan 10 persen pendapatannya untuk berterima kasih dan memberikan berkat pada kru produksi … Dia memiliki hati emas, khususnya untuk orang-orang yang lebih tua darinya … Aloy sangat dicintai, dirindukan dan dikagumi banyak orang,” ujar aktris Singapura lainnya, Felicia Chin, dalam komentarnya soal Pang.

Jenazah Pang dikremasi pada Minggu (27/1) kemarin setelah mendapat penghormatan terakhir secara militer dalam seremoni khidmat yang diikuti 300 tentara Singapura dan publik.

(nvc/ita)

Arab Saudi Eksekusi Mati 4 Warga Yaman

Riyadh – Otoritas Arab Saudi mengeksekui mati empat warga Yaman yang dinyatakan bersalah atas pembunuhan seorang petugas keamanan.

Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan bahwa keempat pria Yaman itu merampok dan membunuh seorang pria Pakistan yang bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah perusahaan.

Demikian menurut pernyataan kementerian yang diberitakan kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA) dan dilansir AFP, Senin (28/1/2019).

Dalam statemennya, kementerian menyatakan eksekusi mati keempat pria Yaman itu berlangsung di kota Mekkah pada Minggu (27/1) waktu setempat. Tidak disebutkan identitas keempat warga Yaman itu maupun waktu dan detail pembunuhan yang mereka lakukan.

Menurut otoritas Saudi, setidaknya 20 orang telah dieksekusi di kerajaan tersebut sejak awal tahun ini.

Kerajaan ultra konservatif tersebut merupakan salah satu negara dengan tingkat eksekusi mati tertinggi di dunia. Di negeri itu, para terdakwa terorisme, pembunuhan, pemerkosaan, perampokan bersenjata dan penyelundupan narkoba terancam hukuman mati.

Sebelumnya pada tahun 2018, otoritas Saudi telah melaksanakan eksekusi mati terhadap 120 orang.

(ita/ita)

Didakwa Gulingkan Pemerintah China, Pengacara HAM Dibui 4,5 Tahun

Beijing – Seorang pengacara HAM terkemuka di China, Wang Quanzhang, dijatuhi vonis 4,5 tahun penjara atas tuduhan berupaya menggulingkan pemerintahan. Wang menjadi salah satu dari sekian banyak pengacara yang ditangkap otoritas China sejak tahun 2015.

Seperti dilansir AFP, Senin (28/1/2019), saat masih aktif menjadi pengacara, Wang (42) diketahui banyak membela para aktivis politik dan korban penggusuran di China. Dia menghilang dalam operasi tahun 2015 lalu, yang disebut operasi ‘709’, menargetkan para pengkritik otoritas China.

Wang didakwa atas tuduhan penggulingan pemerintahan pada Januari 2016 lalu. Wang menjadi salah satu yang terakhir dari sekitar 200 pengacara dan aktivis yang ditangkap dalam operasi ‘709’, yang diadili atau dilepaskan.

“Dinyatakan bersalah atas dakwaan menggulingkan kekuasaan negara, divonis empat tahun dan enam bulan penjara dan dibatasi hak-hak politik selama lima tahun,” sebut Pengadilan Tianjin dalam pernyataannya.
Persidangan Wang digelar secara tertutup di Tianjin pada 26 Desember 2018, setelah statusnya tidak jelas selama lebih dari dua tahun terakhir. Pihak pengadilan setempat menyatakan persidangan Wang tertutup untuk publik karena ‘melibatkan rahasia negara’.

Istri Wang, Li Wenzu, tidak bisa menghadiri persidangan suaminya sendiri karena dia ditempatkan dalam tahanan rumah oleh otoritas setempat, beberapa hari sebelum persidangan digelar. Diketahui bahwa Li secara aktif memprotes penahanan suaminya. Pada April 2018, Li nekat melakukan aksi jalan kaki sejauh 100 kilometer menuju tempat penahanan suaminya di Tianjin.

Lalu pada Desember 2018, sebelum tanggal persidangan Wang diumumkan, Li dan tiga pendukungnya mencukur habis rambut mereka sebagai bentuk protes. Tidak hanya itu, Li juga berupaya mengajukan petisi ke pengadilan Beijing untuk memprotes penahanan suaminya.

Vonis 4,5 tahun penjara yang dijatuhkan terhadap Wang itu menuai protes dari kelompok-kelompok HAM internasional, termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch (HRW). Amnesty International menyebut vonis itu sebagai ‘ketidakadilan yang kotor’.

“Vonisnya merupakan bagian dari operasi pemberantasan pemerintah China terhadap pengacara-pengacara HAM yang terus berlanjut. Dalam tiga tahun terakhir, pemerintah China tidak hanya menahan dan memenjarakan pengacara HAM tapi juga melarang mereka bertugas,” sebut peneliti senior HRW, Maya Wang, kepada AFP.

Selain Wang, sejumlah pengacara dan aktivis HAM lainnya yang ditahan otoritas China dalam operasi ‘709’ juga dijerat dakwaan menggulingkan pemerintahan. Pada Desember 2017, aktivis Wu Gan divonis 8 tahun penjara dalam vonis yang dinilai paling berat terhadap orang-orang yang dianggap membangkang.

(nvc/ita)

Penghormatan Militer Untuk Aktor Singapura yang Tewas dalam Wamil

Singapura – Aktor Singapura, Aloysius Pang, yang meninggal saat wajib militer (wamil) di Selandia Baru mendapatkan penghormatan terakhir secara militer. Jenazah Pang dikremasi setelah disemayamkan selama 24 jam untuk memberi kesempatan pada publik Singapura dan para penggemarnya menyampaikan salam perpisahan.

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (28/1/2019), saat dibawa ke Mandai Crematorium pada Minggu (27/1) waktu setempat, peti jenazah Pang yang berselimutkan bendera nasional Singapura digotong oleh delapan personel militer.

Sekitar 300 tentara Singapura (SAF) dari Divisi Artileri berbaris di sepanjang rute yang dilalui peti jenazah Pang. Wajah mereka tampak sedih dengan kain warna hitam terpasang di lengan kiri mereka. Begitu komando diucapkan, mereka memberikan pose salut untuk Pang.


Kakak laki-laki Pang, Kenny, berjalan di belakang peti jenazah adiknya. Drumband militer Singapura mengiringi prosesi khidmat tersebut.
Para tentara Singapura kemudian menundukkan kepala selama 1 menit untuk mengheningkan cipta sejenak dan memberi salam perpisahan kepada aktor terkenal berusia 28 tahun itu.

Pang yang dikenal publik Singapura sejak dia menjadi aktor cilik, meninggal dunia pada Rabu (23/1) lalu setelah mengalami insiden fatal dalam latihan militer di Selandia Baru. Pang mengikuti latihan militer itu sebagai bagian dari wajib militer.

Komandan-komandan senior militer Singapura dalam keterangannya menyebut Pang terjepit di antara gun barrel dan bagian dalam kabin sebuah tank, saat dia ditugaskan melakukan perbaikan sesuai dengan tugasnya sebagai teknisi persenjataan. Tubuh Pang terhimpit bagian ujung gun barrel atau laras artileri tank yang diturunkan ke posisi standby. Penyelidikan atas insiden maut itu tengah dilakukan.

Jenazah Pang tiba di Singapura pada Jumat (25/1) malam waktu setempat, usai diterbangkan dari Selandia Baru. Keluarga Pang menerima langsung jenazahnya di Pangkalan Udara Paya Lebar.

Acara privat digelar pihak keluarga pada Sabtu (26/1) pagi waktu setempat. Kemudian jenazah Pang disemayamkan di MacPherson Lane agar bisa dilayat oleh publik mulai Sabtu (26/1) siang hingga Minggu (27/1) siang waktu setempat. Seremoni pemakaman secara militer digelar pada Minggu (27/1) sore kemarin.

Selebriti setempat dan sejumlah anggota parlemen turut hadir dalam seremoni ini. Demikian juga dengan warga biasa yang ikut hadir untuk mendoakan Pang. Bahkan kerumunan pelayat yang hadir dilaporkan sampai membeludak ke jalanan dekat lokasi.

“Saya tidak mengenalnya secara pribadi, tapi sebagai seorang warga Singapura, saya bisa merasakan kesedihannya,” tutur seorang warga Singapura bernama Atikah (26) yang ikut melayat Pang.

“Saudara laki-laki saya seorang sopir di militer dan dia juga mengoperasikan mesin-mesin. Saya harap tidak akan ada kecelakaan lainnya, khususnya pada personel NS (tentara wajib militer-red) kita. Seorang ibu mengirimkan anaknya ke militer untuk melindungi Singapura, tapi jika mereka tidak kembali, itu sangat menyedihkan,” ucapnya.

(nvc/ita)

KBRI Kopenhagen Gaet Wisatawan Lithuania ke Indonesia

Kopenhagen – Dubes RI untuk Denmark, M. Ibnu Said mengundang masyarakat Lithuania untuk berkunjung ke Indonesia guna meningkatkan people-to-people contact, serta menciptakan pemahaman yang lebih baik antara masyarakat kedua negara.

“Indonesia menawarkan obyek pariwisata yang sangat beragam, dengan 10 daerah tujuan wisata baru yang tersebar dari Barat ke Timur Indonesia”, ujar M. Ibnu Said, Dubes RI untuk Denmark dengan akreditasi Lithuania, dalam sambutannya saat Table-Top-Meeting pada pameran pariwisata Adventur 2019 di Vilnius, Lithuania.

Di hadapan para peserta Table-Top-Meeting yang tidak hanya terdiri dari Travel Agent/Travel Operator (TA/TO), tetapi juga pengunjung yang memenuhi ruangan, dua Tour Operator yang bekerja sama dengan KBRI Kopenhagen, Be Wish dan Asienparadisresor, memaparkan tentang Indonesia.

“Bali memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan Lithuania yang menyukai kombinasi wisata alam dan budaya,” ujar Nyoman Sukarba, Direktur Be Wish dalam siaran pers KBRI Kopenhagen yang diterima detikcom. Senin (28/1/2019).

Sedangkan Sales Manager Asien Paradisresor, Henrik Helin, menawarkan paket dengan tujuan wisata lainnya di Indonesia yang memiliki kekhasan dan keindahan tersendiri.

Foto: KBRI Kopenhagen

Diakui oleh seluruh peserta yang hadir bahwa kegiatan Table Top Meeting telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Indonesia, serta meningkatkan citra Indonesia sebagai salah satu negara tujuan utama pariwisata bagi masyarakat Lithuania. Hal ini antara lain dibuktikan dari antusiasme yang tinggi dalam menjawab kuis yang diajukan, serta tingginya minat dan keinginan para peserta yang hadir untuk berwisata ke Indonesia.

Tahun ini merupakan yang ketiga kalinya KBRI Kopenhagen berpartisipasi pada pameran wisata terbesar di Baltik, Adventur 2019, yang diselenggarakan di Vilnius, Lithuania, tanggal 25 – 27 Januari 2019. Pada pembukaan pameran, Perdana Menteri Lithuania, Saulius Skvernelis, menyampaikan bahwa pameran ini telah berkembang dengan jumlah exhibitor mencapai 1.000 partisipan dan akan meningkatkan konektivitas Lithuania melalui pembukaan jalur-jalur penerbangan baru.

Anjungan Indonesia seluas 35 m2 selalu dipenuhi pengunjung yang antusias menanyakan tentang Indonesia. Selain paket-paket wisata yang ditawarkan, dipromosikan juga berbagai kuliner Indonesia seperti Rendang Daging, Ayam Kalio, Dendeng Balado, Nasi Uduk, Semur Daging, Wedang Secang, Bubur Kacang Hijau, dan kopi Sumatera. Selain itu tari-tarian ditampilkan seperti Tari Jaipong, Tari Topeng, Tari Burung Enggang, dan juga menampilkan demo seni pahat oleh Made Sutama, seniman Indonesia yang menetap di Lithuania.

(ita/ita)

ISIS Mengklaim Bertanggung Jawab Atas Ledakan Bom di Gereja Filipina

Manila – Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom kembar yang mengguncang sebuah gereja di Pulau Jolo, Filipina bagian selatan. Korban tewas dilaporkan bertambah menjadi 20 orang.

Lebih dari 100 orang mengalami luka-luka akibat ledakan bom yang terjadi dua kali pada Minggu (27/1) pagi waktu setempat. Ledakan bom ini tercatat sebagai salah satu ledakan paling mematikan di Filipina selatan dalam beberapa tahun terakhir.

Ledakan pertama mengguncang bagian dalam sebuah gereja Katolik atau katedral di Pulau Jolo, Provinsi Sulu, saat ibadah sedang digelar. Ledakan kedua terjadi di luar gedung gereja, tepat saat petugas keamanan bergegas mendatangi lokasi.


Seperti dilansir Reuters, Senin (28/1/2019), ISIS melalui sayap medianya, Amaq, mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom tersebut. Dalam pernyataannya, ISIS juga mengklaim ledakan bom kembar itu menewaskan 120 orang.

Secara terpisah, kepolisian setempat menyebut jumlah korban tewas akibat ledakan bom di Jolo mencapai angka 20 orang. Sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil, namun terdapat lima tentara Filipina yang juga tewas akibat ledakan itu.

“Musuh negara ini telah secara terang-terangan menantang kemampuan pemerintah untuk mengamankan keselamatan warga di wilayah tersebut,” tegas Salvador Panelo selaku juru bicara Presiden Rodrigo Duterte.

“Angkatan Bersenjata Filipina akan bangkit untuk menantang dan menghancurkan kriminal-kriminal tak ber-Tuhan ini,” imbuhnya.

Kepolisian Filipina tengah menyelidiki lebih lanjut insiden tersebut. Namun pihak kepolisian mencurigai ledakan bom itu didalangi oleh jaringan Abu Sayyaf yang telah menyatakan sumpah setia pada ISIS dan kerap mendalangi penculikan serta serangan bom di Filipina Selatan.

“Mereka (Abu Sayyaf-ed) ingin pamer kekuatan dan menebar kekacauan,” ujar Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Oscar Albayalde, kepada radio DZMM.

Diketahui bahwa Pulau Jolo merupakan markas kuat kelompok Abu Sayyaf yang kerap beroperasi di perairan dan pulau-pulau sebelah barat Mindanao. Dalam sejumlah aksi pembajakan dan penculikan yang dilakukan, kelompok Abu Sayyaf memenggal sejumlah warga negara asing yang menjadi sandera setelah uang tebusan tidak dibayarkan.

(nvc/ita)

Bendungan di Brasil Jebol, 24.000 Warga Dievakuasi

Jakarta – Petugas mengevakuasi 24.000 orang yang terdampak longsoran akibat bendungan jebol di Brasil. Cuaca buruk dikhawatirkan menyebabkan terjadinya longsor susulan.

Dilansir Reuters, Senin (28/1/2019), sirene peringatan sudah dibunyikan sejak pagi hari. Hal itu dipicu oleh permukaan air yang menunjukkan level berbahaya di bendungan tailing yang berada dekat tambang bijih besi milik Vale SA, Brumadinho, Minas Gerais.

“Kami memiliki situasi risiko yang akan segera terjadi, tetapi belum ada kerusakan bendungan ini sampai sekarang dan kami sedang memantau itu,” kata juru bicara departemen pemadam kebakaran negara, Pedro Aihara.

Menurutnya, pasca bendungan jebol itu kemungkinan berdampak terhadap bendungan-bendungan lain di sekitarnya. Bendungan kedua yang dipantau berada sekitar 50 meter dari bendungan yang pecah dan bagian dari kompleks industri besar.

Proses evakuasi ini mengalihkan perhatian petugas terhadap pencarian ratusan orang yang hilang akibat kejadian bendungan jebol pada Jumat lalu. Peristiwa itu mengakibatkan semburan lumpur yang mengubur fasilitas pertambangan dan rumah-rumah di dekatnya.

“Pekerjaan kami sepenuhnya terfokus pada evakuasi,” kata Aihara.

Sekitar 250 orang dinyatakan masih hilang akibat peristiwa bendungan tailing jebol. Menurut daftar yang dirilis oleh Vale, ini bencana kedua dalam waktu kurang dari empat tahun.

Kata pejabat setempat, sebagian besar yang hilang diduga tewas. Berdasarkan data petugas pemadam negara pada Minggu pagi, jumlah korban tewas akibat kejadian ini bertambah menjadi 37 orang.
(ibh/dkp)

Gereja di Filipina Dibom 2 Kali Saat Kebaktian, 17 Orang Tewas

Manila – Sebuah gereja di selatan Filipina dibom dua kali saat ada kebaktian di Minggu pagi. Sebanyak 17 orang tewas akibat kejadian ini.

Dikutip dari Reuters, Minggu (27/1/2019), kabar pengeboman tersebut dibenarkan oleh pihak militer setempat. Selain 17 ornag tewas, sebanyak 42 orang lainnya dikabarkan mengalami luka-luka.

Juru Bicara Militer Edgard Arevalo mengatakan kepada radio DZMM menyebut 17 orang tewas tersebut terdiri dari 5 orang tentara dan 12 orang sipil.


Gereja Katedral Jolo di provinsi Sulu tersebut dibom sebanyak 2 kali. Bom pertama di bagian dalam gereja, sedangkan satu bom lainnya di halaman parkir. Ledakan kedua disebut lebih mematikan.

Seperti diketahui, Provinsi Julu merupakan ‘markas’ dari kelompok militan Abu Sayyaf.
(rna/gbr)

Gara-gara Bau Badan, Satu Keluarga Diusir dari Pesawat

Miami – Peristiwa tidak mengenakkan dialami sebuah keluarga yang akan menaiki pesawat komersial Amerika Serikat. Keluarga yang akan pulang ke Detroit, Michigan, Amerika Serikat itu diusir dari pesawat American Airlines karena bau badan mereka.

Yossi Adler mengatakan bahwa dirinya dan istrinya, Jennie serta bayi perempuan mereka yang berumur 19 bulan, berencana pulang ke rumah mereka di Detroit pada Rabu (23/1) malam waktu setempat setelah berlibur di Miami, Florida. Namun betapa terkejutnya mereka ketika menaiki pesawat di Bandara Internasional Miami, mereka diperintahkan untuk kembali ke bandara pada esok hari.

“Tiba-tiba, begitu mereka membawa kami pergi, mereka menutup pintu gerbang dan kemudian berkata, “Maaf, Tuan, beberapa orang mengeluhkan bau badan Anda dan kami tak bisa mengizinkan Anda,” ujar pria itu menirukan ucapan awak kabin American Airlines.

“Kami tidak bau badan,” cetus Adler membela diri. “Tak ada yang salah dengan kami,” ujarnya seperti dilansir media The Star, Sabtu (26/1/2019).

Adler mengatakan, pesawat kemudian terbang dengan membawa bagasi keluarganya. Adler bersikeras ingin mengetahui alasan sebenarnya pengusiran mereka. “Saya ingin mereka mengakui apa yang sebenarnya terjadi dan mengatakan yang sebenarnya kepada saya,” kata Adler.

Manajemen maskapai American Airlines memberikan penjelasan mengenai insiden pengusiran tersebut. Pihak maskapai menyatakan, mereka telah menempatkan Adler dan keluarganya di sebuah hotel. Tiket pesawat juga telah diberikan kepada mereka untuk ikut dalam penerbangan hari berikutnya, Kamis (24/1) waktu setempat.

“Keluarga Adler diminta turun dari pesawat semalam, setelah sejumlah penumpang dan anggota kru kami mengeluhkan bau badan mereka,” demikian disampaikan American Airlines dalam sebuah pernyataan.

“Keluarga diberikan akomodasi dan makanan hotel, serta mendapat tiket untuk penerbangan ke Detroit hari ini,” demikian disampaikan seperti dilansir media NBC News.

(ita/ita)

Pasukan Israel Tembak Mati Seorang Warga Palestina di Yerusalem

Yerusalem – Pasukan Israel kembali menembak mati seorang warga Palestina. Ini merupakan insiden serupa ketiga di wilayah-wilayah pendudukan sejak Jumat (25/1) waktu setempat.

Seorang warga Palestina lainnya juga terluka dalam insiden di Yerusalem Timur pada Sabtu (26/1) tersebut. Media Palestina, Wafa melaporkan seperti dilansir Press TV, Sabtu (26/1/2019), dalam insiden tersebut, tentara-tentara Israel melepas tembakan ke kendaraan korban yang terus melaju saat diberi tanda untuk berhenti.

“Mereka (pasukan Israel) menembaki sebuah kendaraan yang mencurigakan setelah pengendaranya, yang berada di Yerusalem tanpa izin, tidak berhenti,” demikian dilaporkan Wafa.

Wafa mengidentifikasi korban sebagai Riyad Mohammad Shamasneh, pria Palestina yang berasal dari desa Qatanna, barat laut Yerusalem Timur.

Sebelumnya pada Jumat (25/1), pasukan Israel juga menembak mati seorang remaja Palestina yang diduga melakukan aksi pelemparan batu di jalan raya di wilayah Tepi Barat. Menurut warga desa Silwad, timur laut kota Ramallah yang merupakan desa asal korban, remaja putra yang ditembak mati tersebut bernama Ayman Hamed yang berumur 17 tahun.

Militer Israel menyatakan, aksi pelemparan batu tersebut diarahkan ke lalu lintas di jalan raya 60, jalan utama utara-selatan yang melintasi Tepi Barat yang berdekatan dengan Silwad dan banyak dilalui para pengendara Israel. Di kawasan tersebut telah terjadi peningkatan kekerasan belakangan ini. Bulan lalu, pria-pria Palestina bersenjata menembak mati dua tentara Israel dan melukai dua orang lainnya di sebuah halte bus di luar permukiman Ofra.

Juga di hari yang sama, Jumat (25/1) waktu setempat, pasukan Israel menembak mati seorang warga Palestina dalam bentrokan saat aksi demo di sepanjang perbatasan Jalur Gaza. Juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf al-Qudra menyatakan, pria Palestina bernama Ehab Abed (25) tewas akibat tembakan tentara Israel di sebelah timur Rafah, Gaza bagian selatan.

Seorang jurnalis AFP yang berada di rumah sakit mengatakan bahwa korban terkena tembakan di bagian dada. Dalam insiden tersebut, ribuan demonstran Palestina berkumpul di sejumlah lokasi di sepanjang perbatasan Gaza. Pasukan Israel menggunakan gas air mata dan peluru timah panas untuk memaksa para demonstran mundur dari perbatasan.

(ita/ita)

‘Semarak 10 New Bali’ Meriahkan Australia Day Parade di Melbourne

Melbourne – Membawa tema ‘Semarak 10 New Bali’, lima puluh anggota masyarakat Indonesia yang hadir dengan beragam busana tradisional/daerah Nusantara telah memeriahkan Australia Day Parade 2019 di Melbourne, Victoria, Australia pada Sabtu, 26 Januari 2019.

Di bawah cerahnya mentari kota Melbourne, kontingen Indonesia secara khusus mengenakan busana tradisional dari Sumatera Utara (Danau Toba), Bangka Belitung (Tanjung Kelayang), Banten (Tanjung Lesung), DKI Jakarta (Kepulauan Seribu), Jawa Tengah (Borobudur), Jawa Timur (Gunung Bromo), Nusa Tenggara Barat (Mandalika), Nusa Tenggara Timur (Labuan Bajo), Sulawesi Selatan (Wakatobi), dan Maluku Utara (Pulau Morotai). Selain itu, gamelan beleganjur ikut mengiringi semaraknya kontingen Indonesia dalam parade di tengah kota Melbourne.

Kontingen Indonesia yang berada pada urutan ke-44 merupakan bagian dari sekitar 80 kelompok komunitas multikultur peserta Parade Australia Day 2019 yang tahun ini diikuti oleh lebih dari 1000 orang peserta parade. Dimulai dari depan Melbourne Town Hall, peserta parade berjalan sejauh kurang lebih 5 km dan berakhir di depan Shrine of Remembrance.


Sebelum parade dimulai, dilakukan upacara penaikan bendera di depan Melbourne Town Hall yang dipimpin oleh Gubernur Victoria Linda Dessau. Hadir dalam kesempatan tersebut Walikota Melbourne Sally Capp dan pejabat penting Negara Bagian Victoria, pejabat kota Melbourne dan anggota korps diplomatik dan konsuler, termasuk Konjen RI Melbourne.

Konjen RI Melbourne menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya pada Komunitas Indonesia yang telah berpartisipasi dalam Parade Australia Day selama 14 tahun terakhir. “Sebagai bangsa yang majemuk dan kaya dengan beragamnya suku dan budaya, partisipasi komunitas Indonesia tidak saja mempromosikan Indonesia di tengah masyarakat Australia, namun juga berkontribusi mewarnai multikulturalisme di Australia khususnya di Melbourne dan Victoria,” kata Konjen RI, Ibu Spica A. Tutuhatunewa dalam siaran pers KJRI Melbourne yang diterima detikcom, Sabtu (26/1/2019).

Foto: KJRI Melbourne

Penampilan komunitas Indonesia ini mendapat respons yang sangat meriah dari Gubernur Victoria, Walikota Melbourne, dan tamu VVIP yang hadir, dan masyarakat Australia yang menyaksikan parade ini di sepanjang jalan kota Melbourne. Selain Indonesia, Parade diikuti antara lain oleh komunitas India, China, Iran, Pramuka Australia, The Melbourne Costume Group (Cosplay), dan sebagainya.

Lucky Kalonta dan Ganda Marpaung adalah dua tokoh masyarakat yang bekerja sama dengan KJRI Melbourne mengkoordinasikan partisipasi masyarakat Indonesia dalam parade tahun ini.

“Tahun 2019 ini kami fokus pada promosi busana daerah 10 New Bali sesuai program pariwisata Pemerintah, dan kami sangat mengapresiasi dukungan komunitas Indonesia Club Melbourne, Bonapasogit, Kawanua Melbourne, Maluku Basudara, Mahindra Bali dan Sanggar Sang Penari Indonesia. Semoga tahun-tahun yang akan datang, komunitas lainnya dapat berpartisipasi bersama mempromosikan kekayaan seni danbudaya Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika,” demikian kata Prima Januar, Konsul Sosbud pada KJRI Melbourne.

Parade Australia Day 2019 adalah program tahunan kota Melbourne yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Nasional Australia yang jatuh pada tanggal 26 Januari. Partisipasi beragam komunitas dalam kegiatan ini sekaligus menunjukkan keberagaman etnik dan kultur masyarakat di Australia yang berasal dari berbagai belahan dunia.

Kehadiran dan keterlibatan masyarakat Indonesia di Australia dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari penguatan people to people relations dan sangat bermanfaat bagi hubungan bilateral antar negara. KJRI Melbourne sangat mengapresiasi kontribusi dan peran aktif masyarakat Indonesia, dan akan terus membangun kemitraan dengan berbagai kelompok komunitas Indonesia dalam kegiatan serupa di Victoria di masa yang akan datang.

(ita/ita)

Lebih dari 350 Orang Ditangkap Saat Demo Anti-Maduro di Venezuela

Caracas – Lebih dari 350 orang di Venezuela telah ditangkap pekan ini selama aksi-aksi demo menentang pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Demikian disampaikan kepala badan HAM PBB, United Nations High Commissioner for Human Rights, Michelle Bachelet yang menyerukan adanya dialog segera untuk meredakan situasi yang makin memanas.

Bachelet mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (26/1/2019), kantornya mendapatkan laporan mengenai penahanan para demonstran berskala besar — lebih dari 350 orang totalnya (pekan ini), termasuk 320 orang pada 23 Januari saja.

Bachelet pun menyerukan penyelidikan penuh atas dugaan pelanggaran–pelanggaran oleh negara, termasuk penembakan-penembakan mematikan.


Kelompok-kelompok kemasyarakatan di Venezuela melaporkan bahwa jumlah korban tewas selama aksi-aksi protes dalam sepekan ini telah mencapai 26 orang.

Badan HAM PBB menyatakan pihaknya juga mendapat indikasi bahwa setidaknya 20 orang “telah meninggal setelah diduga ditembak oleh pasukan keamanan atau anggota kelompok bersenjata pro-pemerintah selama aksi-aksi demo pada Selasa (22/1) dan Rabu (23/1) lalu”.

“Ini, pada dasarnya adalah krisis pemerintahan, dan merupakan tanggung jawab para pemimpin negara untuk mengakhiri situasi bencana ini,” tutur Bachelet menyerukan dialog segera untuk meredakan situasi.

Venezuela jatuh ke dalam situasi tidak menentu pekan ini setelah pemimpin oposisi Juan Guaido (35) memproklamirkan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela. Dia pun mendapatkan dukungan dari pemerintah Amerika Serikat dan belasan negara lainnya, termasuk Brasil, Argentina dan Kolombia.

Maduro terpilih kembali menjadi presiden untuk masa jabatan kedua setelah memenangi pemilihan presiden, yang oleh oposisi dan negara-negara asing termasuk AS dan Uni Eropa, diklaim penuh kecurangan. Namun pemimpin sosialis itu hingga saat ini terus mendapat dukungan dari militer Venezuela.
(ita/ita)

China Akan Tangkap 19 Orang Terkait Aksi Demo Veteran Militer

Beijing – Otoritas China memerintahkan penangkapan 19 orang karena diduga mengorganisir aksi-aksi demo oleh para veteran militer di dua kota di China timur pada tahun lalu.

Kantor berita resmi China, Xinhua yang mengutip para jaksa penuntut, melaporkan bahwa “ke-19 orang itu dituduh mengumpulkan massa untuk mengganggu ketertiban umum” di kota Pingdu pada Oktober 2018 lalu dan kota Zhenjiang pada Juni tahun lalu.

Menurut saksi mata saat itu seperti dikutip kantor berita AFP, Sabtu (26/1/2019), aksi demo di Zhenjiang digelar untuk memprotes dugaan pemukulan pensiunan tentara lanjut usia yang menuntut kenaikan tunjangan pensiun.


Aksi demo di Zhenjiang tersebut berlangsung hingga beberapa hari sebelum akhirnya polisi mengintervensi. Xinhua melaporkan, sembilan tersangka pengorganisir aksi-aksi demo di Zhenjiang diduga mengumpulkan lebih dari 1.000 orang secara ilegal dan terlibat dalam konfrontasi dengan polisi dan petugas keamanan.

Sedangkan di Pindu, 10 tersangka diduga mengorganisir aksi-aksi demo oleh para veteran militer. Dalam aksi demo tersebut, sejumlah demonstran disebut telah menyerang polisi, merusak mobil-mobil dan mengganggu operasi pemerintah.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan China telah berjanji pada tahun 2016 untuk memperbaiki standar kehidupan para veteran militer. Janji ini disampaikan setelah ribuan veteran berunjuk rasa di luar kantor-kantor militer di ibu kota China, Beijing.

Pemerintah China telah mempensiunkan lebih dari satu juta tentara sejak tahun 1980-an silam. Tahun lalu, pemerintah China berjanji untuk terus mengurangi jumlah personel militernya yang mencapai dua juta orang.
(ita/ita)

Bendungan di Brasil Jebol, 200 Orang Hilang

Jakarta – Sekitar 200 orang hilang setelah satu bendungan di Brasil jebol pada Jumat (25/1) waktu setempat. Bangunan besar penahan air itu terletak di belahan tenggara Brazil, dekat kota Belo Horizonte.

Dilansir AFP, Sabtu (26/1/2019) lumpur menghambur di Kota Brumadinho karena bendungan jebol. Sejumlah orang dinyatakan tewas.

Petugas pemadam kebakaran menyampaikan kepada AFP, ada sejumlah laporan kejadian yang merenggut nyawa yang mereka terima. Mereka mengkonfirmasi soal “hilangnya sekitar 200 orang” setelah bendungan jebol.


Brumadinho dan area sekitarnya susah untuk diakses regu penyelamat. Lumpur yang mengalir bak sungai telah memotong jalur jalan. Lumpur juga membanjiri kawasan pertanian serta peternakan, dan juga merusak permukiman.
Helikopter-helikopter dikerahkan untuk mengevakuasi banyak orang yang terjebak di lumpur. Menteri lingkungan menyampaikan saat ini pemerintah sedang berkonsentrasi untuk menyelamatkan korban terdampak peristiwa itu.

“Memberi dukungan untuk kawasan terdampak, dan melindungi area penampungan air,” demikian pernyataan dari menteri lingkungan Brazil.

(dnu/zap)

Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel di Perbatasan Gaza

GazaSeorang warga Palestina tewas terkena tembakan tentara-tentara Israel dalam bentrokan yang terjadi di perbatasan Gaza.

Juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf al-Qudra menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (26/1/2019), pria Palestina bernama Ehab Abed (25) tewas akibat tembakan tentara Israel di sebelah timur Rafah, Gaza bagian selatan pada Jumat (25/1) waktu setempat.

Seorang jurnalis AFP yang berada di rumah sakit mengatakan bahwa korban terkena tembakan di bagian dada.


Dalam insiden tersebut, ribuan demonstran Palestina berkumpul di sejumlah lokasi di sepanjang perbatasan Gaza. Pasukan Israel menggunakan gas air mata dan peluru timah panas untuk memaksa para demonstran mundur dari perbatasan.

Di hari yang sama, pasukan Israel menembak mati seorang remaja Palestina dan melukai seorang lainnya di wilayah Tepi Barat. Militer Israel menyebut kedua warga Palestina itu ditembak saat mereka melemparkan batu-batu ke para pengendara Israel.

“Tentara-tentara merespons dengan menembaki tersangka-tersangka, yang kemudian mendapat perawatan medis. Salah satu tersangka kemudian meninggal akibat luka-lukanya dan seorang lainnya terluka,” demikian pernyataan militer Israel seperti dilansir kantor berita AFP.

Militer Israel menambahkan bahwa pihaknya tengah menyelidiki insiden yang terjadi pada Jumat (25/1) tersebut.

Menurut warga desa Silwad, timur laut kota Ramallah yang merupakan desa asal korban, remaja Palestina yang ditembak mati tersebut bernama Ayman Hamed yang berumur 17 tahun. Belum diketahui bagaimana kondisi warga Palestina yang terluka.

Militer Israel menyatakan, aksi pelemparan batu tersebut diarahkan ke lalu lintas di jalan raya 60, jalan utama utara-selatan yang melintasi Tepi Barat yang berdekatan dengan Silwad dan banyak dilalui para pengendara Israel.

(ita/ita)

Pasukan Israel Tembak Mati Remaja Palestina di Tepi Barat

Tepi Barat – Pasukan Israel menembak mati seorang remaja Palestina dan melukai seorang lainnya di wilayah Tepi Barat. Militer Israel menyebut kedua warga Palestina itu ditembak saat mereka melemparkan batu-batu ke para pengendara Israel.

“Tentara-tentara merespons dengan menembaki tersangka-tersangka, yang kemudian mendapat perawatan medis. Salah satu tersangka kemudian meninggal akibat luka-lukanya dan seorang lainnya terluka,” demikian pernyataan militer Israel seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (26/1/2019).

Militer Israel menambahkan bahwa pihaknya tengah menyelidiki insiden yang terjadi pada Jumat (25/1) tersebut.


Menurut warga desa Silwad, timur laut kota Ramallah yang merupakan desa asal korban, remaja putra Palestina yang ditembak mati tersebut bernama Ayman Hamed yang berumur 17 tahun. Belum diketahui bagaimana kondisi warga Palestina yang terluka.

Militer Israel menyatakan, aksi pelemparan batu tersebut diarahkan ke lalu lintas di jalan raya 60, jalan utama utara-selatan yang melintasi Tepi Barat yang berdekatan dengan Silwad dan banyak dilalui para pengendara Israel.

Di kawasan tersebut telah terjadi peningkatan kekerasan belakangan ini. Bulan lalu, pria-pria Palestina bersenjata menembak mati dua tentara Israel dan melukai dua orang lainnya di sebuah halte bus di luar permukiman Ofra.

Dalam insiden terpisah beberapa hari sebelumnya, seorang perempuan hamil termasuk dalam tujuh warga Israel yang terluka akibat penembakan dari sebuah mobil yang melaju di dekat Ofra. Bayi yang dikandung perempuan tersebut kemudian dilahirkan secara caesar di rumah sakit Yerusalem, namun meninggal empat hari setelah dilahirkan.

(ita/ita)

Krisis Venezuela, AS Tingkatkan Langkah Ekonomi Untuk Gulingkan Maduro

Washington – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan meningkatkan langkah-langkah ekonomi terhadap Venezuela sebagai upaya untuk menurunkan Presiden Nicolas Maduro dari tampuk kekuasaan.

Departemen Keuangan AS menyatakan, pemerintah AS akan menggunakan “cara-cara ekonomi dan diplomatiknya” untuk memastikan bahwa setiap penjualan komersial oleh Venezuela konsisten dengan pengakuan Washington akan pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai kepala negara Venezuela yang sah.

“Amerika Serikat akan menggunakan cara-cara ekonomi dan diplomatiknya untuk memastikan bahwa transaksi komersial oleh pemerintah Venezuela, termasuk yang melibatkan perusahaan-perusahaan milik negaranya dan cadangan internasional, konsisten dengan pengakuan ini,” demikian statemen Departemen Keuangan AS seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (26/1/2019).


Namun Departemen Keuangan AS tidak menyebut apakah akan ada pembekuan pada aset-aset dan rekening Venezuela.

Sebelumnya, Presiden Maduro telah memerintahkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Washington. Maduro menuding Trump mencoba mendalangi kudeta terhadap pemerintahannya.
“Saya percaya tak ada keraguan bahwa Donald Trump ingin memaksakan pemerintahan de facto, pemerintahan yang tidak konstitusional, kudeta terhadap rakyat dan demokrasi di Venezuela,” ujar Maduro dalam pidatonya.

PresidenTrump mengakuiGuaido sebagai kepala negara baru Venezuela beberapa menit setelah politikus oposisi berusia 35 tahun itu mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara di ibukota,Caracas, Rabu (23/1) lalu.

Trump mendesak negara-negara lain agar mengikuti langkahnya. Sejauh ini tujuh negara di Amerika Selatan, serta Kanada dan Inggris, mendukung seruan Trump.

Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt mengatakan bahwa Inggris menyetujui bahwa Nicolas Maduro “bukanlah pemimpin Venezuela yang sah”.

“Inggris meyakini Juan Guaido adalah orang yang tepat untuk membawa Venezuela maju,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Adapun Uni Eropa menyerukan agar digelar “pemilihan umum yang bebas dan kredibel” dan mengatakan kebebasan dan keamanan Guaido harus dihormati.

(ita/ita)

Pemerintahan AS Tutup, Ratusan Penerbangan Bandara New York Delay

New York – Bandara LaGuardia New York mengalami penundaan penerbangan pesawat besar-besaran. Ini gara-gara pihak pemandu lalu lintas udara (ATC) mengalami kekurangan staf, imbas dari tutupnya sebagian pemerintahan federal negara adidaya itu.

Dilansir AFP, Sabtu (26/1), delay-delay pesawat di Bandara La Guardia itu terjadi pada Jumat (25/1) waktu setempat.

Lembaga penerbangan sipil Amerika Serikat (AS), yakni Federal Aviation Administration (FAA), mengumumkan lewat situs resminya bahwa kedatangan pesawat-pesawat telah tertunda selama rata-rata 1,5 jam. Keberangkatan pesawt juga kena imbasnya.


Bandara Newark di New Jersey dan bandara di Philadelphia juga mengalami delay-delay yang sama. Juru bicara FAA menyatakan ini gara-gara “ada sedikit peningkatan cuti sakit.”

“Kami telah mengurangi dampak dari hal itu dengan cara menambah staf, memengubah rute penerbangan, dan meningkatkan jeda antarpesawat bila dibutuhkan,” kata juru bicara FAA.

“Hasilnya ada akibat minimal ke efisiensi ketika menjaga tingkat keamanan dalam sistem penerbangan nasional,” lanjut juru bicara itu.

LaGuardia adalah bandara terbesar ketiga di kawasan New York. Biasanya, bandara itu melayani rute penerbangan domestik.

Sekitar 158 penerbangan keluar dan 154 penerbangan masuk mengalami delay, namun hanya sedikit penerbangan yang dibatalkan. Demikianlah keterangan berdasarkan pelacak penerbangan FlightAware sebagaimana dilansir AFP.

Banyak pekerja federal di bandara seantero AS yang sedang menjalani hari ke-35 tanpa gaji karena perselisihan antara anggota dewan Demokrat dan Presiden Donald Trump. Trump ngotot meminta dana untuk pembiayaan tembok perbatasan AS-Meksiko.

Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, mencuit di Twitter bahwa situasi penutupan sebagian pemerintahan federal ini telah “mendesak ruang penerbangan hingga ke titik puncak.”

“@realDonaldTrump, berhentilah membahayakan keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan bangsa kita. Buka kembali pemerintahan sekarang juga!” imbuhnya.

Ketua Dewan Komite Nasional Demokrat, Tom Perez, memperingatkan bahwa dampak penutupan lalu lintas udara bisa membahayakan ekonomi. Jutaan orang AS telah kena dampaknya.

(dnu/zap)

Bendungan di Brazil Jebol, 200 Orang Hilang

Jakarta – Sekitar 200 orang hilang setelah satu bendungan di Brazil jebol pada Jumat (25/1) waktu setempat. Bangunan besar penahan air itu terletak di belahan tenggara Brazil, dekat kota Belo Horizonte.

Dilansir AFP, Sabtu (26/1/2019) lumpur menghambur di Kota Brumadinho karena bendungan jebol. Sejumlah orang dinyatakan tewas.

Petugas pemadam kebakaran menyampaikan kepada AFP, ada sejumlah laporan kejadian yang merenggut nyawa yang mereka terima. Mereka mengkonfirmasi soal “hilangnya sekitar 200 orang” setelah bendungan jebol.


Brumadinho dan area sekitarnya susah untuk diakses regu penyelamat. Lumpur yang mengalir bak sungai telah memotong jalur jalan. Lumpur juga membanjiri kawasan pertanian serta peternakan, dan juga merusak permukiman.
Helikopter-helikopter dikerahkan untuk mengevakuasi banyak orang yang terjebak di lumpur. Menteri lingkungan menyampaikan saat ini pemerintah sedang berkonsentrasi untuk menyelamatkan korban terdampak peristiwa itu.

“Memberi dukungan untuk kawasan terdampak, dan melindungi area penampungan air,” demikian pernyataan dari menteri lingkungan Brazil.

(dnu/zap)

Geger Perempuan Digigit Ular Sanca dari Lubang Toilet

Brisbane – Helen Richards (59), kaget bukan kepalang saat berada di toilet rumahnya. Helen kaget karena tiba-tiba ada ular sanca di kloset dan menggigitnya.

Dirangkum detikcom, Jumat (25/1/2019), Helen Richards diserang seekor ular saat berada di tempat gelap di rumah seorang kerabatnya di Brisbane, Australia pada Selasa (22/01).

Meski bukan digigit ular berbisa, Helen terluka dari gigitan ular sanca karpet sepanjang 1,5 meter ini. Tapi Helen tetap tenang menghadapi ular tersebut.

“Saat sampai di sana, Helen terlihat tenang dan sudah memerangkap ular tersebut. Dia mengatasi situasi ini layaknya seorang juara,” ujar pawang yang menangkap ular tersebut, Jasmine Zeleny.

Pujian dilontarkan Zeleny untuk Richards dalam menghadapi situasi yang jelas membuat trauma itu. Zeleny menyebut Richards menangani situasi dengan tenang.

“Beruntung bagi kami, konsumen tetap tenang dan ingat untuk tidak mem-flush toilet, karena mem-flush akan membuat ular masuk ke dalam pipa kembali,” ucapnya.

Setelah ular berhasil direlokasi dengan aman, ujar Zeleny, Richards masih sempat melontarkan lelucon soal dirinya.

Geger Perempuan Digigit Ular Sanca dari Lubang ToiletUlar sanca di toilet (Foto: JASMINE ZELENY via BBC)

“Ular itu dipindahkan dan direlokasi dengan aman, dan konsumen menangani situasi seperti seorang juara sejati, bahkan memiliki rasa humor soal insiden itu,” ujarnya.

Ular sanca karpet adalah spesies umum di sepanjang pantai timur Australia. Mereka tidak berbisa namun suntikan tetanus tetap direkomendasikan bila digigit ular tersebut.

Sudah dua minggu Australia dilanda cuaca panas ekstrim yang dilaporkan menjadi cuaca terpanas di negara tersebut.
(rvk/dnu)

Polisi Malaysia Buru Orangtua Miliarder Jho Low Terkait Skandal 1MDB

Kuala Lumpur – Kepolisian Malaysia sedang mencari keberadaan orangtua miliarder Jho Low terkait penyelidikan skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Orangtua Jho Low diharapkan bisa membantu penyelidikan yang hingga kini terus berlanjut.

Jho Low alias Low Taek Jho tengah menghadapi dakwaan kriminal di Malaysia dan Amerika Serikat (AS) atas perannya dalam penyelewengan dana sekitar US$ 4,5 miliar dari 1MDB. Jho dinyatakan buron karena keberadaannya yang misterius hingga kini.

Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun mengatakan dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir Reuters, Jumat (25/1/2019), Kepolisian Malaysia juga sedang mencari informasi soal keberadaan ayah dan ibunda Jho Low, Low Hock Peng dan Goh Gaik Ewe.


Selain orangtua Jho Low, polisi Malaysia juga tengah memburu dua orang lainnya yang diidentifikasi sebagai orang dekat Jho Low. Mereka adalah seorang wanita Singapura bernama Shabnam Naraindas Daswani atau yang juga dikenal sebagai Natasha Mirpuri dan seorang pria Malaysia bernama Tan Kim Loong.

Diketahui bahwa Jho Lo dan ayahnya telah dijerat dakwaan pencucian uang oleh otoritas Malaysia sejak Agustus 2018. Melalui pengacara dan juru bicaranya, Jho Low secara konsisten menyangkal keterlibatannya dalam skandal 1MDB.

Belum ada komentar dari juru bicara Jho Low terkait pernyataan terbaru dari Kepolisian Malaysia ini.

(Dari kiri atas searah jarum jam) Ayah Jho Low, Low Hock Peng; ibunda Jho Low, Goh Gaik Ewe; kolega Jho Low, Tan Kim Loong dan Shabnam Naraindas Daswani alias Natasha Mirpuri.(Dari kiri atas searah jarum jam) Ayah Jho Low, Low Hock Peng; ibunda Jho Low, Goh Gaik Ewe; kolega Jho Low, Tan Kim Loong dan Shabnam Naraindas Daswani alias Natasha Mirpuri. Foto: Royal Malaysia Police via Channel News Asia

Diketahui bahwa Tan Kim Loong sebelumnya pernah dijerat bersama Jho Low dalam kasus pencucian uang di Malaysia. Tan juga disebut sebagai tokoh kunci dalam gugatan hukum otoritas AS untuk menyita aset-aset senilai lebih dari US$ 1,7 miliar yang diduga dibeli dengan dana 1MDB yang diselewengkan.

Saat ini otoritas di sedikitnya enam negara, termasuk AS, Swiss dan Singapura, sedang menyelidiki dugaan pencucian uang dan gratifikasi terkait 1MDB.

Mantan PM Malaysia, Najib Razak, yang mendirikan 1MDB tahun 2009 lalu, juga ikut diselidiki terkait skandal mega korupsi tersebut. PM Malaysia Mahathir Mohamad telah membuka kembali penyelidikan 1MDB untuk mencari bukti soal keterlibatan Najib.

Najib saat ini tengah menghadapi nyaris 40 dakwaan kriminal terkait skandal 1MDB dan lembaga-lembaga pemerintahan Malaysia lainnya. Untuk setiap dakwaan yang dijeratkan kepadanya, Najib secara konsisten menyatakan diri tak bersalah.

(nvc/ita)

AS Shutdown, Staf NASA Disuruh Bersihkan Sendiri Toilet Kantor

Texas – Penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat (AS) memasuki hari ke-34. Para staf Badan Antariksa AS atau NASA pun terpaksa membersihkan sendiri toilet di kantor mereka.

Seperti dilaporkan surat kabar AS, The Hill dan dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Jumat (25/1/2019), hal tersebut bisa terjadi karena para petugas kebersihan atau cleaning service yang biasanya menjaga kebersihan setiap toilet di kantor NASA tidak lagi bekerja karena tidak mendapat gaji.

Diketahui bahwa selama penutupan pemerintah federal AS (shutdown), para pegawai federal di negara tersebut sama sekali tidak mendapat gaji.


Laporan The Hill menyebut bahwa pemberitahuan yang terpasang pada bagian luar toilet menyatakan agar para staf NASA menjadi sukarelawan dalam membersihkan sendiri toilet-toilet di kantor mereka, tepatnya di Pusat Luar Angkasa Johnson yang ada di Houston, Texas. Disebutkan dalam surat pemberitahuan itu bahwa para petugas pemeliharaan tidak lagi mendapat gaji setelah Jumat (25/1) waktu setempat.
Di tengah penutupan pemerintah AS, para pegawai dipaksa mengambil cuti tanpa upah dan NASA turut merasakan dampaknya.

“Inilah kenyataan yang terjadi di Pusat Luar Angkasa Johnson,” sebut salah satu staf NASA, Elizabeth Blome, via Twitter pada Kamis (24/1) waktu setempat.

“Kami sekarang tidak memiliki layanan pemeliharaan sementara kami bekerja tanpa gaji untuk menjaga Stasiun Luar Angkasa Internasional tetap beroperasi,” imbuhnya.

Sekitar 75 persen institusi pemerintahan AS tetap buka dan mendapat aliran anggaran, termasuk Departemen Pertahanan AS, karena institusi-institusi itu menggunakan anggaran terpisah yang diloloskan Kongres AS pada September 2018 lalu.

Namun sekitar 25 persen institusi pemerintahan AS lainnya terkena dampak penutupan pemerintahan sejak Desember 2018, termasuk NASA. Ratusan ribu pegawai diperlukan untuk tetap bekerja seperti biasa namun tanpa menerima gaji hingga pemerintahan federal AS resmi dibuka kembali.

Presiden AS Donald Trump menyerukan kepada para anggota Kongres AS untuk meloloskan anggaran US$ 5,7 miliar bagi pembangunan tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko, yang awalnya dijanjikan Trump akan dibangun dengan uang Meksiko

Partai Demokrat yang kini menguasai House of Representatives (HOR) atau DPR AS telah menolak proposal Trump yang menyertakan anggaran pembangunan tembok perbatasan itu. Demokrat berargumen bahwa pembangunan tembok itu terlalu mahal dan tidak efektif untuk mengamankan perbatasan.

(nvc/bag)

Digigit Ular Sanca 1,5 Meter di Kloset, Perempuan Ini Tetap Tenang

Brisbane – Seorang wanita Australia mengalami luka-luka setelah digigit ular sanca sepanjang 1,5 meter di toilet rumahnya. Namun wanita ini menuai pujian dari pawang yang menangkap ular itu, karena tetap tenang usai digigit.

Seperti dilansir news.com.au dan newshub.co.nz, Jumat (25/1/2019), dalam insiden yang terjadi di Chapel Hill, Brisbane sebelah barat ini, Helen Richards (59) digigit ular di bagian bokongnya saat menggunakan kloset duduk. Richards tidak sempat menyalakan lampu karena dia hanya buang air kecil.

Segera setelah pawang ular datang, Richards mendapatkan semprotan antiseptik pada bekas gigitan ular tersebut. Sang pawang bernama Jasmin Zeleny menyebut ular sanca yang ada di kloset Richards itu merupakan jenis yang tidak beracun.

“Ular itu tidak menunjukkan perilaku defensif setelah insiden itu. Pawang ular tiba dengan segera, dengan membawa pertolongan pertama, jadi agar konsumen bisa segera membersihkan diri dan mendapatkan semprotan antiseptik pada bekas gigitan kecil yang ditinggalkan si ular,” tutur Zeleny via Facebook.
Pujian dilontarkan Zeleny untuk Richards dalam menghadapi situasi yang jelas membuat trauma itu. Zeleny menyebut Richards menangani situasi dengan tenang. “Beruntung bagi kami, konsumen tetap tenang dan ingat untuk tidak mem-flush toilet, karena mem-flush akan membuat ular masuk ke dalam pipa kembali,” ucapnya.

Setelah ular berhasil direlokasi dengan aman, ujar Zeleny, Richards masih sempat melontarkan lelucon soal dirinya. “Ular itu dipindahkan dan direlokasi dengan aman, dan konsumen menangani situasi seperti seorang juara sejati, bahkan memiliki rasa humor soal insiden itu,” ujarnya.

“Dia (Richards-red) mengatakan kebiasaannya di toilet akan berubah selamanya! Lampu akan menyala dan dia akan selalu melihat ke dalam kloset sebelum duduk,” imbuh Zeleny.

Ditambahkan pawang ular itu bahwa keberadaan seekor ular sanca di dalam kloset ‘jelas bukan peristiwa biasa’. Bahkan menurut sang pawang, insiden di rumah Richards ini menjadi insiden pertama yang mereka tangani dengan melibatkan ular sanca.

Namun, sang pawang memiliki dua nasihat untuk orang-orang yang terjebak dalam situasi serupa, yakni jangan menyentuh ular dan jangan mem-flush kloset.

“Jika Anda malah melakukan hal-hal ini, itu akan meningkatkan kesempatan bagi kami untuk tidak bisa mengakses sang ular jika ular itu masuk kembali ke dalam pipa. Turunkan penutup kloset, amankan dan panggil pawang ular,” tandasnya.

(nvc/ita)

Marah karena AS Ingin Kudeta di Venezuela, Ini Kata Maduro ke Trump

CaracasPresiden Venezuela Nicolas Maduro melontarkan kata-kata keras pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dituduhnya mencoba mendalangi kudeta terhadap pemerintahannya. Maduro pun memerintahkan penutupan Kedutaan Besar Venezuela dan konsulat-konsulatnya di Amerika Serikat. Perintah ini disampaikan setelah Washington menyatakan dukungan pada pemimpin oposisi Juan Guaido yang memproklamirkan dirinya sebagai presiden interim Venezuela.

“Saya percaya tidak ada keraguan bahwa Donald Trump ingin memaksakan pemerintahan de facto, pemerintah yang tidak konstitusional, kudeta terhadap rakyat dan demokrasi di Venezuela,” cetus Maduro dalam pidatonya di sesi khusus Mahkamah Agung Venezuela.

“Tak ada keraguan bahwa Donald Trump dengan kegilaannya, meyakini dirinya adalah polisi dunia,” imbuhnya seperti dilansir Press TV, Jumat (25/1/2019).


Sebelumnya, Nicolas Maduro telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan memerintahkan semua diplomat AS meninggalkan Venezuela dalam waktu 72 jam.

Setidaknya 10 negara, termasuk Rusia, Turki dan Iran telah menyatakan dukungan pada Maduro dan mengecam intervensi asing di Venezuela. Pemerintah China juga mendukung pemerintahan Maduro dan menentang campur tangan asinng. Bolivia, Meksiko dan Kuba juga telah menyatakan dukungan untuk Presiden Venezuela itu.

Venezuela yang kaya minyak saat ini terus dilanda krisis ekonomi. Rakyatnya dibuat susah dengan terjadinya hiperinflasi, pemadaman listrik dan kelangkaan bahan-bahan pokok. Venezuela juga merupakan salah satu negara dengan tingkat kejahatan tertinggi di dunia.

Maduro dilantik kembali menjadi presiden untuk masa jabatan kedua pada Januari lalu setelah pemilihan presiden yang kontroversial. Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa menuding pemilu tersebut penuh dengan kecurangan.

Maduro dan para pendukungnya menuding AS berada di balik krisis ekonomi negara tersebut. Maduro pun menuduh Washington berupaya untuk menggulingkan pemerintahannya.

(ita/ita)